TAKHRIJ HADITS POLISI JAHAT

November 27, 2016 at 10:16 am | Posted in Hadits | Leave a comment

TAKHRIJ HADITS POLISI JAHAT

 

Imam Abul Qoosim Sulaiman bin Ahmad bin Ayyub Ath-Thabrani (w. 360 H) dalam kitabnya Al-Mu’jam Al-Kabiir (no. 7616) meriwayatkan hadits sebagai berikut :

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ يَحْيَى بْنِ حَمْزَةَ الدِّمَشْقِيُّ، ثنا حَيْوَةُ بْنُ شُرَيْحٍ الْحِمْصِيُّ، ثنا إِسْمَاعِيلُ بْنُ عَيَّاشٍ، عَنْ شُرَحْبِيلَ بْنِ مُسْلِمٍ، عَنْ أَبِي أُمَامَةَ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمْ يَقُولُ: «سَيَكُونُ فِي آخِرِ الزَّمَانِ شَرَطَةٌ، يَغْدُونَ فِي غَضِبِ اللهِ، وَيَرُوحُونَ فِي سَخَطِ اللهِ، فَإِيَّاكَ أَنْ تَكُونَ مِنْ بِطَانَتِهِمْ»

“telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Muhammad bin Yahya bin Hamzah ad-Dimasyqiy, telah menceritakan kepada kami Haiwah bin Syuroih al-Himshiy, telah menceritakan kepada kami Ismail bin ‘Ayyaasy, dari Syurohbiil bin Muslim, dari Abi Umaamah radhiyallahu ‘anhu beliau berkata, aku mendengar Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa Salam bersabda : “kelak akan datang pada akhir zaman, polisi yang pagi hari dalam kondisi dimurkai Allah dan sore harinya juga dibenci Allah, maka waspadalah untuk berteman dengan mereka”.

Penilaian Para perowinya :

  1. Ahmad ad-Dimasyqiy (w.289 H), beliau adalah guru dari Imam Ath-Thabrani. Asy-Syaikh Naayif bin Sholaah telah menulis sebuah kitab yang berjudul Irsyaadul Qoodhi wa Ad-Daaniy ilaa Taroojum Syuyuukh Ath-Thabrani, beliau telah menyebutkan biografi perowi ini pada no. 214 (hal. 179-180), kemudian beliau menukil penilaian ulama terhadapnya. Abu Ahmad Al-Haakim menilainya, Fiihi Nadhor (perlu dipertimbangkan); Imam Ibnu Hibban mendhoifkannya; Imam adz-Dzahabi menilainya, ia memiliki hadits-hadits mungkar, dalam tempat lain beliau berkata, ia perowi yang dhoif; kemudian sang penulis, Naayif bin Shoolah memberikan kesimpulan terhadap perowi ini, dhoif pemiilik hadits-hadits mungkar dan ghoroib (hadits-hadits aneh).
  2. Haiwah al-Himshiy (w. 224 H), perowi tsiqoh, perowinya Bukhori, sebagaimana dalam At-Taqriib.
  3. Ismail (w. 181 H / 182 H), kata Al Hafidz dalam At-Taqriib, ia shoduq jika meriwayatkan dari ulama penduduk negerinya (ulama Syam), dan mukhtalith (tercampur hapalannya) jika meriwayatkan dari ulama penduduk negeri lainnya. Dan dalam hal ini beliau meriwayatkan Syurohbiil, ulama penduduk Syam, sehingga haditsnya Hasan.
  4. Syuroohbiil, ditsiqohkan oleh Imam Ahmad dan selainnya, namun didhoifkan oleh Imam Ibnu Ma’in, oleh karenanya , Al Hafidz menilainya shoduq fiihi layyin (ada kelemahan sedikit padanya).
  5. Abu Umaaham radhiyallahu ‘anhu, seorang sahabat yang masyhur.

 

Berdasarkan hal ini secara sanad, riwayat ini muttashil, karena masing-masing perowi meriwayatkan dari gurunya terus menerus sampai kepada Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa Salam. Namun dari segi kekuatan perowinya, hadits ini lemah dengan sebab kelemahan yang ada pada Ahmad ad-Dimasyqiy, syaikhnya Imam Ath-Thabrani. Disamping ada kelemahan lain yang akan saya sebutkan nanti –Insya Allah-.

 

Imam Al Albani dalam ta’liqnya terhadap Jaami’ Ash-Shoghiir dimana beliau telah memisahkan kitab ini menjadi 2 macam, sebagaimana yang beliau lakukan terhadap kitab-kitab hadits lainnya, seperti Kutub Arba’ah, Adabul Mufrod, Targhiib wa Tarhiib dan selainnya. Beliau memasukkan hadits yang kita bahas ini kedalam Shahih Jaami’ Ash-Shoghiir (no. 3666) lalu memberikan penilaian Shahih, dan memberikan referensi kepada kita di kitab takhrij beliau yang berjudul Silsilah Ahaadits Ash-Shahihah (no. 1893). Kemudian saya merujuk kesana, dan beliau menyebutkan hadits Ath-Thabrani diatas dengan nomor yang sama persis dengan yang saya tuliskan diatas dari kitab Mu’jam Kabiir, lalu beliau menyebutkan sanadnya yang tentu saja sama persis dengan yang kita bahas ini, kemudian pada saat giliran menjelaskan biografi perowinya yang bernama Ahmad ad-Dimasyqi diatas, Imam Al Albani berkomentar :

وأحمد شيخ الطبراني لم أجد له ترجمة، ومظنته ” تاريخ ابن عساكر “، ليراجعه من تيسر له. وللحديث شاهد من حديث أبي هريرة مرفوعا نحوه دون الزيادة وقد مضى لفظه برقم (1326) .

“Ahmad syaikhnya Ath-Thabrani aku tidak menemukan biografinya, aku menduganya ada di Taarikh Ibnu ‘Asaakir, silakan dirujuk untuk memudahkannya. Hadits ini memiliki syahid (penguat) dari jalan Abu Huroiroh radhiyallahu ‘anhu dan yang semisalnya tanpa tambahan (waspadalah untuk berteman dengan mereka-pent.) dan telah berlalu lafadz haditsnya pada no. 1326.

Kemudian saya pun merujuk kepada hadits no. 1326 sebagaimana yang diisyaratkan beliau dan lafadznya adalah :

صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا، قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ، وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلَاتٌ مَائِلَاتٌ، رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ، لَا يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ، وَلَا يَجِدْنَ رِيحَهَا، وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا»

“ada dua golongan penghuni neraka yang belum pernah aku melihatnya, yakni suatu kaum yang membawa cambuk seperti ekor sapi yang sedang memukuli manusia, dan wanita yang berpakaian tapi telanjang yang jalannya berkelak-kelok, kepalanya seperti punuk unta yang miring, mereka tidak masuk surga dan juga tidak mencium baunya, padahal bau surga dapat dicium dari jarak sekian dan sekian”.

Hadits diatas diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitab Shahihnya.

 

Berdasarkan lafadz hadits inilah, saya tambah yakin hadist pembahasan kita ini adalah lemah, karena menunjukkan bahwa perowi hadits ini menyelisihi perowi hadits lain yang lebih tsiqoh yang meriwayatkan dengan lafadz yang berbeda. Pada kitab Ash-Shahihah no. 1893, lafadznya adalah :

يكون في هذه الأمة في آخر الزمان رجال معهم سياط كأنها أذناب البقر، يغدون في سخط الله ويروحون في غضبه

“akan ada pada umat ini, nanti pada akhir zaman, orang-orang yang memegang cambuk seperti ekor Sapi, pagi hari dalam keadaan dibenci Allah dan sore harinya dalam keadaan dibenci-Nya”.

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnadnya dari jalan :

“telah menceritakan kepada kami Abu Sa’id, telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Bakhiir, telah menceritakan kepada kami Sayyar, bahwa Abu Umaamah radhiyallahu ‘anhu.., lalu disebutkan lafadz diatas secara marfu’”.

Pentahqiq Musnad Imam Ahmad, asy-Syaikh Syu’aib Arnauth menilai hadits ini Shahih lighoirihi, karena sanad hadits ini Hasan dengan sebab Sayyar haditsnya adalah hasan, dihasankan oleh Imam Tirmidzi, sedangkan sisa perowinya adalah tsiqoh.

 

Kemudian Syu’ab Arnauth menyebutkan sanad hadits Imam Ath-Thabrani yang kita bahas ini, lalu beliau mengomentari haditsnya :

وفي إسناده أحمد بن محمد بن يحيى بن حمزة الدمشقي شيخ الطبراني فيه، وقد ضعَّفوه.

“dalam sanadnya ada Ahmad ad-Dimasyqiy, gurunya Ath-Thabrani, para ulama melemahkan haditsnya”.

Dan ternyata Imam Al Albani memiliki pendapat lainnya dalam kitabnya Dhoif Jaami’ Ash-Shoghiir (no. 3310) dimana disebutkan hadits dengan lafadz sama persis yang sedang kita bahas ini, lalu beliau menghukuminya sebagai hadits Dhoif.

 

Sehingga, kesimpulannya –walhamdulillah- hadits yang kita bahas ini sanadnya dhoif lagi mungkar. Yang shahih itu adalah umum, tidak hanya kepada polisi saja, tapi kepada orang yang menghukum manusia dengan sewenang-wenang dan melampau batas, digambarkan dengan cambuk yang selalu ada ditangannya, yang dia gunakan untuk menyiksa manusia siang dan malam, dan tentu ini menjadi intropeksi bagi pihak kepolisian apakah mereka melakukan penyiksaan terhadap para tersangka dan memvonis hukuman semena-mena kepada mereka siang dan malam harinya?, jika seperti itu adanya –Wallahul Musta’aan, maka ancaman berat akan menimpanya, yakni dengan tidak dimasukkan kedalam surga, jangankan masuk baunya saja dia tidak akan menciumnya –Naudzubillahi min Dzaalik-.

Semoga kita semua diampuni oleh Allah Ta’aalaa dan dimasukkan kedalam Jannah-Nya dan senantiasa berada dalam keridhoan-Nya. Amiin.

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: