MENIUP MINUMAN PANAS BIAR LEKAS DINGIN

December 26, 2016 at 5:00 am | Posted in fiqih | Leave a comment

MENIUP MINUMAN PANAS BIAR LEKAS DINGIN

 

Abdullah bin Abbas Rodhiyallahu ‘anhu mengatakan bahwa :

نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يُتَنَفَّسَ فِي الْإِنَاءِ، أَوْ يُنْفَخَ فِيهِ

“Rasulullah melarang untuk bernafas didalam bejana atau meniup-niupnya” (HR. 3 ahli hadits, dishahihkan oleh Imam Al Albani).

 

Tapi permasalahannya minuman tersebut sangat panas dan kita sedang diburu-buru untuk meminumnya, apakah diperbolehkan meniup-niupnya agar lekas dingin, Imam Ibnu Utsaimin dalam Syarah Riyadhus Sholihin berkata :

إلا أن بعض العلماء استثنى من ذلك ما دعت الحاجة إليه كم لو كان الشراب حارا ويحتاج إلى السرعة فرخص في هذا بعض العلماء ولكن الأولى ألا ينفخ حتى لو كان حارا إذا كان حارا وعنده إناء آخر فإنه يصبه في الإناء ثم يعيده مرة ثانية حتى يبرد

“kecuali sebagian ulama mengecualikan jika memang ada kebutuhan (untuk meniupnya) seperti jika minuman tersebut panas dan ia butuh segera meminumnya, maka sebagian ulama memberinya keringanan (untuk meniup-niupnya), namun yang lebih bagus seadainya ia punya wadah lain, lalu air panas tersebut dituang ke wadah lain tersebut, kemudian diulangi lagi dituang ke wadah sebelum (begitu seterusnya) sampai minuman tersebut menjadi dingin”.

 

Qultu : kalau mbah saya dulu, jika cucunya ingin minum kopi / teh panas, maka kopi yang ada didalam cangkir dituang sedikit kedalam pising (biasanya untuk tatakan cangkir) dan dalam waktu yang sekejap airnya menjadi tidak begitu panas, baru diminumkan ke cucu-cucunya.

Advertisements

TIDAK BOLEH MENJAMAK SHOLAT

December 26, 2016 at 4:32 am | Posted in Tulisan Lainnya | Leave a comment

TIDAK BOLEH MENJAMAK SHOLAT

 

“dalam madzhab kami tidak boleh menjamak 2 sholat fardhu pada salah satu waktunya, kecuali di Arafah dan Muzdalifah. Sholat Dhuhur dijamak dengan Ashar pada waktu Dhuhur di Arafah dan Sholat Maghrib dijamak dengan Isya pada waktu Isya di Muzdalifah,- (dalilnya) para perowi yang menceritakan manasik haji Nabi Sholallahu ‘alaihi wa Salaam sepakat meriwayatkan bahwa Nabi Sholallahu ‘alaihi wa Salaam menjamak sholat tersebut diatas -. Dan tidak boleh juga menjamak sholat karena adanya uzur safar (perjalanan ke luar kota) maupun karena turunnya hujan”.

 

(Quote imam Al-Kasaaniy dalam Badai’u Ash-Shonaai’u, juz. 1 hal. 580, cet. DKI)

WAKTU MUHMAL

December 26, 2016 at 3:58 am | Posted in fiqih | Leave a comment
WAKTU MUHMAL
 
Dalam mazhab hanafiy ada istilah terkait dengan waktu sholat yang disebut dengan waktu muhmal secara leterlueck artinya adalah waktu yang diabaikan untuk mengerjakan sholat, atau bahasa gampangnya adalah waktu jeda antara dua sholat. Menurut mereka waktu muhmal tersebut adalah antara waktu sholat Subuh dengan sholat dhuhur, yakni karena akhir waktu Subuh adalah setelah terbit matahari dan awal waktu Dhuhur adalah setelah matahari tergelincir dari zawwalnya. Waktu muhmal ini sepakat para ulama dalam menetapkannya. Adapun waktu muhmal lainnya yakni waktu antara Dhuhur dan Ashar, karena menurut Hanafiyyah akhir waktu dhuhur adalah pada saat panjangan bayangan benda sama dengan panjang bendanya, sedangkan awal waktu Ashar –disisi mereka- yaitu ketika panjangan bayangan benda 2 kali dari panjang bendanya, sehingga terjadi jeda antara waktu panjang bayangan 1 kali bendanya sampai panjang bayangan benda 2 kali panjang bendanya, ini yang dimaksud dengan waktu muhmal kedua bagi mereka.
 
Dan Imam Al-Kasaaniy juga membagi info kepada kita bahwa dalam madzhab Syafi’i akhir waktu Isya adalah sampai sepertiga malam dalam kondisi normal dan sampai tengah malam dalam kondisi safar, sedangkan hanafiyyah menetapkan waktu sholat Isya sampai terbit fajar shidiq alias sampai tiba awal waktu sholat Subuh. Berdasarkan hal ini Syafi’iyyah memiliki waktu muhmal antara akhir Isya sampai dengan awal waktu Subuh.
 
(Badai’u Ash-Shonaai’u juz. 1 hal. 561 & 570, cet. DKI)

BAGAIMANA CARA MENJAWAB SALAM ORANG KAFIR

December 26, 2016 at 3:04 am | Posted in fiqih | Leave a comment

BAGAIMANA CARA MENJAWAB SALAM ORANG KAFIR

 

Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qodir Jawas dalam bukunya yang berjudul Syarah Aqidah Ahlus Sunnah wal Jamaah, beliau menurunkan satu pasal pembahasan tentang Al-Wala’ wal Bara’ kemudian pada point 11 dari hak-hak Al Baro’ (hal. 509, cet. Pustaka Imam Asy-Syafi’i) beliau menyampaikan bahwa “tidak memulai mengucapkan salam kepada orang-orang Yahudi dan Nasrani”.

 

Namun, apabila orang kafir memulai mengucapkan salam kepada kaum Muslimin, maka jawablah dengan ucapan : “Wa ‘alaikum”. Dalilnya hadits Muslim (no. 2163 (7) dari sahabat Anas Rodhiyallahu ‘anhu beliau berkata :

أَنَّ أَصْحَابَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالُوا لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنَّ أَهْلَ الْكِتَابِ يُسَلِّمُونَ عَلَيْنَا فَكَيْفَ نَرُدُّ عَلَيْهِمْ؟ قَالَ: «قُولُوا وَعَلَيْكُمْ»

“bahwa para sahabat Nabi Sholallahu ‘alaihi wa Salaam mereka bertanya kepada Nabi Sholallahu ‘alaihi wa Salaam : “sesungguhnya ahli kitab, mereka mengucapkan salam kepada kami, bagaimana kami menjawab salam mereka?”, Nabi Sholallahu ‘alaihi wa Salaam menjawab : “ucapkanlah “wa ‘alaikum””.

Continue Reading BAGAIMANA CARA MENJAWAB SALAM ORANG KAFIR…

INTROPEKSI DIRI

December 25, 2016 at 6:52 am | Posted in Hadits | Leave a comment

INTROPEKSI DIRI

 

Diriwayatkan bahwa Nabi sholallahu alaihi wa salam bersabda :

الكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ وَعَمِلَ لِمَا بَعْدَ المَوْتِ، وَالعَاجِزُ مَنْ أَتْبَعَ نَفْسَهُ هَوَاهَا وَتَمَنَّى عَلَى اللَّهِ

“orang yang cerdas adalah orang yang bisa mengendalikan dirinya (lalu mengkoreksi dirinya-pent) dan beramal (untuk bekal) setelah kematian, sedangkan orang yang kurang (kecerdasannya) adalah orang yang mengikuti hawa nafsunya dan berangan-angan kepada Allah”.

Hadits diatas ditulis oleh Imam Tirmidzi, Imam Ibnu Majah, Imam Ahmad dan selainnya, semuanya melalui jalan Abu Bakar bin bin Abi Maryam dan Dhomroh bin Habiib dari Syaddaad bin ‘Aus rodhiyallahu ‘anhu, secara marfu. Imam Al Hakim menilai shahih hadits ini, sedangkan Imam Tirmidzi menghasankannya. Namun penilaian ini dibantah oleh Imam Adz-Dzahabi yang mengatakan bahwa Abu Bakar bin Abi Maryam perowi yang waahin (sangat lemah), kemudian ulama muta’akhirin seperti Al Hafidz Ibnu Hajar mendhoifkannya, begitu juga ulama kontemporer seperti Imam Al Albani dan Asy-Syaikh Syu’aib Arnauth pun melemahkan hadits ini.

Continue Reading INTROPEKSI DIRI…

MAU PANEN DI SURGA?

December 24, 2016 at 6:25 am | Posted in Hadits | Leave a comment

MAU PANEN DI SURGA?

 

Kalau mau rajinlah mengunjungi saudara anda yang sedang menderita sakit. Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wa Salaam bersabda :

مَنْ عَادَ مَرِيضًا، لَمْ يَزَلْ فِي خُرْفَةِ الْجَنَّةِ حَتَّى يَرْجِعَ

“Barangsiapa yang mengunjungi orang yang sakit, maka dia senantiasa (seperti) orang yang panen di surga, sampai dia pulang” (HR. Muslim no. 2568).

Hadits ini sekalipun dalam bentuk umum, namun yang dimaksud adalah seorang Muslim, sebagaimana diriwayatkan Imam Muslim juga dalam Shahihnya juga dengan lafadz :

إِنَّ الْمُسْلِمَ إِذَا عَادَ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ لَمْ يَزَلْ فِي خُرْفَةِ الْجَنَّةِ حَتَّى يَرْجِعَ

“Sesungguhnya seorang Muslim jika mengunjungi saudaranya yang muslim, dia akan senantiasa (seperti) orang yang panen di surga, sampai dia pulang”.

Continue Reading MAU PANEN DI SURGA?…

ADU DOMBA DARI SETAN

December 21, 2016 at 2:47 pm | Posted in Nasehat | Leave a comment

ADU DOMBA DARI SETAN

 

Jabir bin Abdullah radhiyallahu ‘anhu pernah berkata, bahwa Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa Salam bersabda :

إِنَّ الشَّيْطَانَ قَدْ أَيِسَ أَنْ يَعْبُدَهُ الْمُصَلُّونَ فِي جَزِيرَةِ الْعَرَبِ، وَلَكِنْ فِي التَّحْرِيشِ بَيْنَهُمْ

“Sesungguhnya setan telah berputus asa (mengajak) orang-orang yang sholat di jazirah Arab untuk menyembahnya, namun setan terus (melakukan provokasi) untuk mengadu domba diantara kalian”.

Hadits diatas diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam “Shahihnya” (no. 2812), Imam Tirmidzi dalam “Sunannya” (no. 1937), dan selainnya.

 

Syarah Hadits :


Continue Reading ADU DOMBA DARI SETAN…

MADZHAB FIQIH AHLI HADITS

December 21, 2016 at 1:37 pm | Posted in fiqih | Leave a comment

MADZHAB FIQIH AHLI HADITS

 

Metode fiqih yang banyak saya pelajari dari sebagian guru-guru kami selama ini adalah bukan metode fiqih madzhabi, saya pernah menanyakan metode apa yang kita pelajari ini, maka dijawab oleh salah seorang guru kami, bahwa metode yang digunakan adalah madzhab ahli hadits. Maka untuk mendeskripsikan bagaimana bentuk dari madzhab ahli hadits ini, saya akan menulis artikel sederhana ini dari sisi pandang diri saya sendiri yang tentunya masih terbatas referensinya.

 

Ingatan saya langsung menuju kepada kitab-kitab karya Imam Al Albani, seperti sifat sholat Nabi, Ahkamul Janaiz dan selainnya, dan kebetulan kedua kitab tersebut adalah yang diajarkan oleh sebagian guru kami, kemudian juga kitab yang memang disusun secara ringkas tidak banyak pembahasan yang rumit dan detail, seperti kitab Al-Wajiiz, karya Asy-Syaikh Abdul Adzhim bin Badawi, ini pun umum diajarkan di pengajian-pengajian yang ada, begitu juga kitab Fiqhus Sunah karya Asy-Syaikh Sayyid Sabiq, yang kami dengarkan di pelajaran Fiqih oleh sebagian guru kami lainnya. Ketiga kitab inilah yang akan saya jadikan referensi didalam mendeskripsikan madzhab ahli hadits diatas.

Continue Reading MADZHAB FIQIH AHLI HADITS…

KAJIAN HADITS DI GRUP WA

December 21, 2016 at 4:56 am | Posted in Tulisan Lainnya | Leave a comment

Bismillah,

bagi kaum muslimin yang membaca blog kami, yang mau ikut kajian hadis di grup wa bisa mendaftarkan di nomor berikut :
085741086387

format kajian dalam bentuk audio dan bisa langsung tanya jawab di grup tersebut.

semoga bermanfaat.

akhukum fillah,
Abu Said Neno Triyono

TIPS MEMPELAJARI FIQIH HANBALI

December 18, 2016 at 5:57 am | Posted in fiqih | Leave a comment

TIPS MEMPELAJARI FIQIH HANBALI

 

Ada beberapa metode dari para ulama Hanbali tentang tahapan didalam mempelajari fiqih Hanbali, yaitu sebagai berikut :

  1. Tahapan pertama adalah dengan mempelajari 6 kitab berikut :
  2. Akhshor Al-Mukhtaroot, karya Ibnu Balbaan
  3. ‘Umdat Ath-Thoolib, karya Al-Buhuutiy
  4. Daliil Ath-Thoolib, karya Muro’iy Al-Karomiy
  5. Kaafii Al-Mubtadiy, karya Ibnu Balbaan
  6. Zaad Al-Mustaqni’, karya Al-Hijaawiy
  7. Ar-Roudh Al-Murobi’ Syarah Zaad Al-Mustaqni’, karya Al-Buhuutiy

Continue Reading TIPS MEMPELAJARI FIQIH HANBALI…

Next Page »

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: