TAKHRIJ HADITS DOSA RIBA KECIL LEBIH BERAT DARI ZINA (Bagian ke-1)

December 4, 2016 at 2:59 am | Posted in Hadits | Leave a comment

TAKHRIJ HADITS DOSA RIBA KECIL LEBIH BERAT DARI ZINA

(Bagian ke-1)

 

Pertama kita akan bicarakan hadits-hadits yang marfu’ kepada Nabi sholallahu ‘alaihi wa Salam terkait tema diatas. Ada beberapa jalur riwayat marfu’ dari beberapa sahabat Nabi sholallahu ‘alaihi wa Salam berdasarkan penelitian DR. Ali Ash-Shoyaah dalam kitab beliau yang berjudul “Ahaadits Ta’dhimu Ar-Ribaa ‘alaa Az-Zinaa” diterbitkan oleh Daar Ibnul Jauzi, KSA. Kitab tersebut akan saya gunakan sebagai referensi utama ditambah dengan melihat langsung kitab-kitab hadits yang memuat lafadz-lafadz hadits yang sedang kita bahas dengan pembahasan yang saya ringkas.

Pembahasan dimulai dari jalur sahabat Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, berikut takhrijnya :

  1. Dari jalan Tsaabit Al-Bunaaniy dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu beliau berkata :

خَطَبَنَا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرَ الرِّبَا وَعَظَّمَ شَأْنَهُ فَقَالَ: ” إِنَّ الرَّجُلَ يُصِيبُ مِنَ الرِّبَا أَعْظَمَ عِنْدَ اللهِ فِي الْخَطِيئَةِ مِنْ سِتٍّ وَثَلَاثِينَ زَنْيَةً يَزْنِيهَا الرَّجُلُ، وَإِنَّ أَرْبَى الرِّبَا عِرْضُ الرَّجُلِ الْمُسْلِمِ

“Rasulullah pernah berkhutbah kepada kami, kemudian Beliau menyebutkan riba dan sangat besar perhatiannya, Beliau bersabda : “sesungguhnya seseorang yang melakukan riba, dosanya lebih besar disisi Allah dari kesalahan seseorang yang berzina sebanyak 36 kali, dan seberat-beratnya dosa riba adalah mencela kehormatan seorang muslim”

Takhrij Hadits :

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Baihaqi dalam “Syu’abul Iman” (no. 5135), Imam Ibnu Abid Dunya dalam “Ash-Shumtu” (no. 175) dengan lafadz diawalnya (1 dirham riba), dan lain-lain. Semuanya meriwayatkan dari jalan Abu Mujaahid dari Tsaabit dari Anas radhiyallahu ‘anhu.

Penilaian Sanad Hadits :

Imam Baihaqi setelah meriwayatkan hadits ini berkata :

تَفَرَّدَ بِهِ أَبُو مُجَاهِدٍ عَبْدُ اللهِ بْنُ كَيْسَانَ الْمَرْوَزِيُّ “، عَنْ ثَابِتٍ وَهُوَ مُنْكَرُ الْحَدِيثِ

“Abu Mujaahid Abdullah bin Kaisaan al-Marwaziy menyendiri dalam meriwayatkan dari Tsaabit, dan beliau adalah seorang yang mungkarul hadits”.

Abu Mujaahid Abdullah bin Kaisaan, dinilai Imam Bukhori mungkarul hadits juga. Imam Ibnu Adiy mengatakan, dia memiliki hadits-hadits dari Ikrimah yang tidak mahfuudz (terjaga) begitu juga dari Tsaabit (sumber At-Tahdzibain).

Al Haidz Al-‘Iroqiy dalam Takhrijul Ihyaa mendhoifkannya. Dan DR. Ali penulis kitab yang telah disinggung sebelumnya, mantap mendhoifkannya.

 

  1. Dari jalan Yahya bin Abi Katsiir dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa Salam bersabda :

قَالَ رَسُول الله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” الرِّبَا سَبْعُونَ بَابًا أَهْوَنُ بَابٍ مِنْهُ الَّذِي يَأْتِي أُمَّهُ فِي الإِسْلامِ وَهُوَ يعرفهَا، وَإِن من أربا الرِّبَا خَرْقُ الْمَرْءِ عِرْضُ أَخِيهِ، وَخَرْقُ عَرْضِ أَخِيهِ أَنْ يَقُولَ فِيهِ مَا يَكْرَهُ مِنْ مَسَاوِيهِ، وَالْبُهْتَان أَنْ يَقُولَ فِيهِ مَا لَيْسَ فِيهِ “

“Riba itu adalah 70 pintu, pintu yang paling ringan adalah seseorang mendatangi (bersetubuh) dengan Ibunya (setelah masuk) Islam sedangkan dia sadar melakukannya, dan riba yang paling parah adalah mencela kehormatan saudaranya, mencela kehormatan saudaranya adalah dengan mengatakan sesuatu kejelakan yang dibencinya, sedangkan tuduhan dusta adalah dia mengatakan apa yang tidak ada padanya”.

Takhrij Hadits :

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ibnul Jauzi dalam “Al-Maudhuu’aat” (2/246) dan direpro juga oleh Imam Suyuthi dalam “Al-Laaliy Al-Mashnuu’ah” (2/127) melalui jalan Imam Daruquthni beliau berkata, telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Muhammad bin Ibrohim Ash-Shilhiy, telah menceritakan kepada kami Abu Farwah Yaziid bin Muhammad, telah menceritakan kepada kami bapakku, telah menceritakan kepada kami Tholhah bin Zaid, dari Al-Auzaa’iy, dari Yahya bin Abi Katsiir dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu dst.

Penilaian Sanad Hadits :

Didalam sanad ini adalah nama Tholhah bin Zaid, kata Al Hafidz Ibnu Hajar, dia matrukul hadits, Imam Ahmad, Ali dan Abu Dawud mengatakan, dia memalsukan hadits. Sehingga pantas saja Imam Ibnul Jauzi memasukkannya kedalam kitabnya Al-Maudhuu’aat, yang berisi hadits-hadits palsu. Ditambah lagi ketadlisan Yahya bin Abi Katsir, sebagaimana dijelaskan oleh DR. Ali.

 

Kesimpulannya :  sanad hadits Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu semuanya sangat lemah, dan tentu saja tidak bisa ditolong oleh riwayat lain apalagi dijadikan hujjah. Wallahul A’lam.

 

Bersambung….Insya Allah.

 

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: