TAKHRIJ HADITS DOSA RIBA KECIL LEBIH BERAT DARI ZINA (Bagian ke-3)

December 8, 2016 at 3:35 pm | Posted in Hadits | Leave a comment

TAKHRIJ HADITS DOSA RIBA KECIL LEBIH BERAT DARI ZINA

(Bagian ke-3)

 

Pertama kita akan bicarakan hadits-hadits yang marfu’ kepada Nabi sholallahu ‘alaihi wa Salam terkait tema diatas. Ada beberapa jalur riwayat marfu’ dari beberapa sahabat Nabi sholallahu ‘alaihi wa Salam berdasarkan penelitian DR. Ali Ash-Shoyaah dalam kitab beliau yang berjudul “Ahaadits Ta’dhimu Ar-Ribaa ‘alaa Az-Zinaa” diterbitkan oleh Daar Ibnul Jauzi, KSA. Kitab tersebut akan saya gunakan sebagai referensi utama ditambah dengan melihat langsung kitab-kitab hadits yang memuat lafadz-lafadz hadits yang sedang kita bahas dengan pembahasan yang saya ringkas.

 

Pembahasan dilanjutkan dari jalur sahabat Abdullah bin Salaam radhiyallahu ‘anhu, berikut takhrijnya :

  1. Dari jalan ‘Athoo` Al-Khurosaaniy dari Abdullah bin Salam rodhiyallahu ‘anhu secara marfu’ bahwa Nabi sholallahu ‘alaihi wa salam bersabda :

الدِّرْهَمُ يُصِيبُهُ الرَّجُلُ مِنَ الرِّبَا أَعْظَمُ عِنْدَ اللهِ مِنْ ثَلَاثَةٍ وَثَلَاثِينَ زَنْيَةٍ يَزْنِيهَا فِي الْإِسْلَامِ

“satu dirham riba yang dilakukan seseorang, lebih besar disisi Allah daripada melakukan 33 kali zina, yang ia berzinanya dalam Islam”.

Takhrij Hadits :

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Thabrani dalam “Al-Mu’jam Al-Kabiir” (no. 411) dimana beliau berkata :

حَدَّثَنَا الْمِقْدَامُ بْنُ دَاوُدَ، قَالَ: حَدَّثَنَا أَبُو الْأَسْوَدِ النَّضْرُ بْنُ عَبْدِ الْجَبَّارِ، قَالَ: حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ، عَنْ أَبِي عِيسَى الْخُرَاسَانِيِّ سُلَيْمَانِ بْنِ كَيْسَانَ، عَنْ عَطَاءٍ الْخُرَاسَانِيِّ، عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ سَلَامٍ، عَنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ

“telah menceritakan kepada kami Al-Miqdaam bin Dawud ia berkata, telah menceritakan kepada kami Abul Aswad An-Nadhr bin Abdul Jabbaar ia berkata, telah menceritakan kepada kami Ibnu Luhaiah, dari Abu Isa Al-Khurosaaniy Sulaiman bin Kaisaan, dari ‘Athoo` Al-Khurosaaaniy, dari Abdullah bin Salaam, dari Rasulullah sholallahu ‘alahi wa salam, Beliau bersabda : “Al-Hadits”.

Penilaian Sanad Hadits :

  • Al-Miqdaam (w. 283 H) para ulama mendhoifkannya, seperti Imam Nasa’i yang mengatakannya, laisa bi tsiqoh, bahkan dalam tempat lain mengatakan bahwa ia adalah pendusta. Kemudian Imam Daruqutuhni juga mendhoifkannya. Ringkas kata Imam Al Albani mengatakan tentang perowi ini, dhoifun jiddan (sangat lemah) (lebih luas lihat kitab Irsyaadul Qoodhi).
  • An-Nadhr (w. 219 H), dinilai tsiqoh oleh Al-Hafidz dalam At-Taqriib.
  • Ibnu Luhaiah (w. 174 H), dia seorang yang mukhtalith (bercampur hapalannya karena terbakar kitabnya) hanya 3 perowi yang bernama Abdullah yang dianggap shahih riwayatnya dari beliau (lihat Tahdzibain).
  • Sulaiman Al-Khurosaaniy, Imam Ibnul Qothoon menilainya sebagai perowi majhul, namun Imam Ibnu Hibban mentsiqohkannya, dan telah ma’ruf penilaian tsiqoh Imam Ibnu Hibban kepada perowi majhul tidaklah dianggap (lihat Tahdzibain).
  • ‘Athoo` Al-Khurosaaniy (w. 135 H), dinilai shoduq, banyak melakukan kesalahan, memursalkan dan mudallis, sebagaimana dikatakan oleh Al-Hafidz Ibnu Hajar dalam At-Taqriib. Ditambah lagi ‘Athoo` tidak pernah mendengar langsung dari Abdullah bin Salaam rodhiyallahu ‘anhu, sehingga sanad hadits ini pun terputus.

Berdasarkan kondisi perowinya yang lemahnya berlapis-lapis, tidak berlebihan jika dinilai sanad hadits ini dengan dhoifun jiddan (sangat lemah).

Selain itu kelemahannya bertambah dengan apa yang datang dari riwayat Imam Ma’mar bin Roosyid (salah satu Aimah hadits) dalam Al-Jaami’ (no. 19706) dimana beliau menyelisihi Sulaimaan Al-Khurosaaniy yang meriwayatkan dari ‘Athoo` Al-Khurosaaaniy dari Abdullah bin Salaaam secara mauquf.

 

  1. Dari jalan ‘Athoo` bin Yasaar dari Abdullah bin Salaam secara mauquf, dimana beliau rodhiyallahu ‘anhu berkata :

الرِّبَا اثْنَانِ وَسَبْعُونَ حُوبًا، وَأَدْنَى فُجْرٍ مِثْلُ أَنْ يَقَعَ الرَّجُلُ عَلَى أُمِّهِ، أَوْ مِثْلُ أَنْ يَضْطَجِعَ الرَّجُلُ عَلَى أُمِّهِ، وَأَكْثَرُ مِنْ ذَلِكَ أَظُنُّ عِرْضُ الرَّجُلِ الْمُسْلِمِ بِغَيْرِ حَقٍّ

“Riba itu ada 72 dosa, yang paling rendah dosanya seperti seorang laki-laki yang bersetubuh dengan ibunya atau seperti seorang laki-laki yang meniduri ibunya. Dan yang paling besar dosanya adalah seperti seorang yang melecehkan kehormatan seorang Muslim, tanpa hak”.

Takhrij Hadits :

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Baihaqi  dalam “Syu’abul Iman” (no. 5127) beliau berkata :

وَأَخْبَرَنَا عَلِيُّ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ عَبْدِانَ، أنا أَحْمَدُ بْنُ عُبَيْدٍ الصَّفَّارُ، ثنا جَعْفَرُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ الْحَسَنِ الْفِرْيَابِيُّ، ثنا سُلَيْمَانُ، أَظُنُّهُ ابْنَ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، ثنا الْجَرَّاحُ بْنُ مَلِيحٍ، ثنا الزُّبَيْدِيُّ، عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ، عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ، عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ سَلَامٍ، أَنَّهُ قَالَ

“telah mengabarkan kepada kami Ali bin Ahmad bin ‘Abdaan, telah mengabarkan kepada kami Ahmad bin ‘Ubaid Ash-Shoffaar, telah menceritakan kepada kami Ja’far bin Muhammad bin Al-Hasan Al-Firyaabiy, telah menceritakan kepada kami Sulaiman –aku duga- Ibnu Abdir Rohman, telah menceritakan kepada kami Al-Jarrooh bin Maliih, telah menceritakan kepada kami Az-Zubaidiy, dari Zaid bin Aslam, dari ‘Athoo` bin Yasaar, dari Abdullah bin Salaam beliau berkata : “Al-Hadits”.

Penilaian Sanad Hadits :

  • Ali (w. 415 H) dinilai tsiqoh, sebagaimana tertera dalam Tariikh Baghdad.
  • Ahmad Ash-Shoffaar (352 H), seorang ulama hadits, sebagaimana disebutkan dalam Siyar A’laam An-Nubulaa`.
  • Ja’far Al-Firyaabiy (w. 301 H), seorang Imam, Al Hafidz dan Tsabat, sebagaimana disebutkan oleh Imam Adz-Dzahabi dalam As-Siyar.
  • Sulaiman (w. 233 H), dinilai Al-Hafidz oleh Imam Adz-Dzahabi dan beliau adalah perowi Bukhori.
  • Al-Jarooh, dinilai shoduq oleh Al-Hafidz Ibnu Hajar dalam At-Taqriib.
  • Az-Zubaidi adalah Muhammad bin Al-Waliid (w. 146/147/149 H), perowi tsiqoh tsabat, dipakai Bukhori-Muslim.
  • Zaid bin Aslam (w. 136 H), seorang Imam Hadits, dipakai Bukhori-Muslim.
  • Athoo` bin Yasaar (w. 94 H), Ulama Kibar Tabi’in, dipakai Bukhori-Muslim.

Berdasarkan hal ini sanad atsar mauquf ini sanadnya minimal Jayyid (hasan), dengan sebab Al-Jarooh yang statusnya dibawah tsiqoh.

Namun Imam Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman (4/393) meriwayatkan dari jalan lain dengan sanadnya sampai kepada Hisyaam bin Sa’ad dari Zaid bin Aslam lansung dari Abdullah bin Salaam secara mauquf. Disini terjadi pengguguran sanad antara Zaid bin Aslam dengan Abdullah bin Salaam, karena Zaid tidak pernah mendengar dari Abdullah bin Aslam.

Hisyaam bin Sa’ad (w. 160 H) sendiri, dinilai oleh Al-Hafidz dalam At-Taqriib sebagai perowi Shoduq lahu auham (memiliki kekeliruan) tertuduh sebagai syiah. Namun Imam Abu Dawud mengatakan bahwa Hisyaam adalah muridnya Zaid bin Aslam yang paling kokoh (lihat Tahdzibain).

Berdasarkan pemaparan sanad diatas, DR. Ali lebih mengambil jalan kompromi bahwa kedua riwayat diatas mungkin terjadi, yakni satu kali Zaid bin Aslam menyebutkan riwayat dari gurunya ‘Athoo` bin Yasaar dari Abdullah bin Salaam, dan dalam kesempatan lain Zaid bin Aslam langsung short cut meriwayatkan dari Abdullah bin Salaam. Kemudian DR. Ali menyampaikan alasan beliau menerima kompromi tersebut sebagai berikut –dengan ringkasan dari saya – :

  1. Zaid bin Aslam terkenal suka memursalkan hadits, sehingga kadang beliau short cut, kadang meriwayatkan secara utuh.
  2. Hisyaam bin Sa’ad muridnya Zaid yang paling kokoh, sehingga lebih nyaman mengkompromikan riwayatnya daripada menimpakan kesalahan padanya.
  3. Zubaidiy juga tsiqoh tsabat, sehingga dikompromikan jika memungkinkan.

Oleh karenanya DR. Ali menilai atsar mauquf dari Abdullah bin Salaam ini shahih. Saya juga menemukan penshahihan atsar ini dari Imam Al-Mundziri sebagaimana dinukil oleh Imam As-Sakhowi.

Nanti akan datang –insya Allah- bagaimana kita mendudukan riwayat mauquf Abdullah bin Salaam.

 

  1. Dari jalan Abu Salamah dari Abdullah bin Salam secara mauquf, dimana beliau rodhiyallahu ‘anhu berkata :

الرِّبا سَبعُونَ بَابًا، أَصغَرُها كالَّذِي يَنكِحُ أُمَّهُ

“Riba itu ada 70 pintu, yang paling ringan (dosanya) adalah seperti menzinahi Ibunya”.

 

Takhrij Hadits :

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Uqoiliy dalam “Adh-Dhu’afaa`” (2/258) via Ahaadits Ta’dhimur Riba, dimana Al Imam menulis sanadnya :

حَدَّثنَا محمدُ بنُ إسماعيل، قَالَ: حَدَّثنَا أحمد بن إسحاق الحضرميُّ عَنْ عكرمة بن عمار، عَنْ يحيى بن أبي كثير، عَنْ أبي سلمة، عَنْ عبد الله بن سَلاَم قَالَ

“telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ismail ia berkata, telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Ishaq Al-Hadhromiy, dari ‘Ikrimah bin ‘Ammaar, dari Yahya bin Abi Katsiir, dari Abi Salamah, dari Abdullah bin Salaam, beliau berkata : “Al-Hadits”.

Penilaian Sanad Hadits :

  • Muhammad bin Ismail (w. 276 H), dinilai shoduq oleh Al Hafidz dalam At-Taqriib.
  • Ahmad Al-Hadromiy (w. 211 H), dinilai tsiqoh kaana yahfadzu (hafidz) dalam At-Taqriib, disamping itu Imam Muslim memakainya.
  • Ikrimah (w. Sebelum 159 H), dinilai tsiqoh, namun Imam Adz-Dzahabi memberikan catatan bahwa riwayatnya dari Yahya bin Abi Katsir itu idhthirob (goncang). Dan dalam hadits ini beliau meriwayatkan dari Yahya bin Abi Katsiir.
  • Yahya bin Abi Katsir, telah lewat biografinya sebelumnya.
  • Abu Salamah (w. 94/104 H) salah satu Aimah Tabi’in, dipakai hujjah oleh Bukhori-Muslim dan pernah berguru kepada Abdullah bin Salaam rodhiyallahu ‘anhu.

 

Atsar mauquf ini menurut DR. Ali memiliki cacat dengan kegoncangan pada diri Ikrimah yang kadang meriwayatkan dari Yahya bin Abi Katsir dari Abu Salamah dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu secara marfu –akan datang takhrijnya insya Allah- dan terkadang dari Yahya bin Abi Katsir dari Abdullah bin Abbas secara mauquf –akan datang juga Insya Allah-. Maka terbukti terjadi kelemahan dalam sanad ini.

 

Kesimpulannya :  yang shahih hadits ini mauquf kepada Abdullah bin Salaam melalui jalan ‘Athoo` bin Yasaar, dan Insya Allah akan datang penjelasannya dalam mendudukan riwayat mauquf ini. Wallahul A’lam.

 

Bersambung….Insya Allah.

 

 

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: