STATUS KESUCIAN AIR MANI

December 12, 2016 at 3:32 am | Posted in fiqih | Leave a comment

STATUS KESUCIAN AIR MANI

 

Asy-Syaikh Sayyid Sabiq penulis kitab “Fiqhus Sunah” dan Asy-Syaikh Abu Maalik Kamal dalam penulis kitab “Shahih Fiqhus Sunah” sama-sama kompak bahwa terjadi perselisihan pendapat dikalangan ulama kita terkait kesucian Mani, ada sebagian yang mengatakan najis dan sebagian lainnya mengatakan suci.

 

Imam Al-Kasaaniy (w. 587 H), salah satu Aimah dalam mazhab Hanafi mempunyai kitab Fiqih yang sangat lengkap dan tebal yang berisi penjelasan pendapat-pendapat Fiqih dalam mazhab Hanafiy, disertai dalil-dalilnya dari Kitab, Sunnah, perkataan sahabat dan ulamanya kaum muslimin. Kitab beliau berjudul “Badaa`i’u Ash-Shonaa`i’u”, yang menarik kitab ini juga disertai fiqih perbandingan dengan mazhab lainnya, dan yang saya amati sebagai pembandingnya adalah fiqihnya Imam Asy-Syafi’i.

Dalam kitab beliau diatas (juz. 1 hal. 361-363, cet. DKI) beliau menyampaikan pandangan mazhab Hanafi bahwa Mani dihukumi sebagai najis. Kemudian beliau menyebutkan sebagai pembanding pendapat Imam Asy-Syafi’i yang mengatakan bahwa mani adalah suci. Kata beliau dalilnya Imam Syafi’i yakni :

  1. Hadits Aisyah Rodhiyallahu ‘anhu dimana beliau berkata :

كُنْتُ أَفْرُكُ الْمَنِيَّ مِنْ ثَوْبِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، ثُمَّ يَذْهَبُ، فَيُصَلِّي فِيهِ

“aku pernah mengerik mani yang menempel di baju Nabi Sholallahu ‘alaihi wa Salaam, kemudian Beliau pergi dan sholat mengenakan pakaian tersebut” (HR. Ahmad, Syafi’i, dan selainnya, dishahihkan oleh Syu’aib Arnauth).

Istidlalnya, kalau mani itu najis, tentu tidak sah sholat menggunakan pakaian tersebut, dan harus mengulanginya, sedangkan dalam hal ini, kita tidak mendengar bahwa Nabi Sholallahu ‘alaihi wa Salaam mengulangi sholatnya karena menggunakan pakaian tersebut.

  1. Perkataan Ibnu Abbas Rodhiyallahu ‘anhu :

سُئِلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الْمَنِيِّ يُصِيبُ الثَّوْبَ، قَالَ: “إنَّمَا هُوَ بِمَنْزِلَةِ الْمُخَاطِ أَوْ الْبُزَاقِ”، وَقَالَ: “إنَّمَا يَكْفِيك أَنْ تَمْسَحَهُ بِخِرْقَةٍ أَوْ بِإِذْخِرَةٍ

“Nabi Sholallahu ‘alaihi wa Salaam pernah ditanya tentang mani yang menempel di baju?, Beliau menjawab : “mani itu seperti posisi ingus dan dahak, cukup bagi engkau untuk mengoreknya atau mengusapnya dengan dikerik atau dengan batang rumput”.

Para ulama berselisih pendapat tentang status ke-marfu’-annya dan ke-mauquf-annya. Adapun riwayat yang marfu diatas diriwayatkan oleh Imam Daruquthni dan Imam Thabrani serta selainnya, dan dirajihkan kemarfu’annya oleh Imam Ibnul Jauzi sebagaimana yang dinukil oleh Imam Az-Zailaiy (762 H) dalam kitabnya “Nasbur Ar-Roayah”. Sedangkan riwayat yang mauquf diriwayatkan oleh Imam Syafi’i dalam “Al-Umm”, Imam Baihaqi dan selainnya, kemudian ini dirajihkan oleh Imam Baihaqi sebagai hadits mauquf.

 

Adapun Imam Al-Kasaaniy beliau menyodorkan 2 buah hadits untuk membela mazhabnya yang mengatakan najisnya mani. Berikut 2 buah haditsnya :

  1. Dari ‘Ammaar bin Yaasir Rodhiyallahu ‘anhu beliau sedang mencuci baju karena terkena dahaknya, lalu Nabi Sholallahu ‘alaihi wa Salaam melewati beliau dan berkata kepadanya :

«يَا عَمَّارُ مَا تَصْنَعُ؟» , قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ بِأَبِي وَأُمِّي , أَغْسِلُ ثَوْبِي مِنْ نُخَامَةٍ أَصَابَتْهُ , فَقَالَ: ” يَا عَمَّارُ إِنَّمَا يُغْسَلُ الثَّوْبُ مِنْ خَمْسٍ: مِنَ الْغَائِطِ وَالْبَوْلِ وَالْقَيْءِ وَالدَّمِ وَالْمَنِيِّ , يَا عَمَّارُ , مَا نُخَامَتُكَ وَدُمُوعُ عَيْنَيْكَ وَالْمَاءُ الَّذِي فِي رَكْوَتِكَ إِلَّا سَوَاءٌ “

“wahai ‘Ammaar apa yang engkau sedang kerjakan?”, aku menjawab, Wahai Rasulullah demi bapakku dan ibuku, aku sedang mencuci baju yang terkena dahakku. Maka Nabi Sholallahu ‘alaihi wa Salaam berkata : “wahai ‘Ammaar baju itu hanyalah dicuci karena 5 pekara yaitu : karena terkena tahi, air kencing, muntahan, darah dan Mani. Wahai ‘Ammaar apa yang berupa dahakmu, air matamu dan air ludahmu itu semuanya sama (status kesuciannya-pent.)”.

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Daruquthni dan selainnya, namun Imam Daruquthni memberikan komentar penilaian :

لَمْ يَرْوِهِ غَيْرُ ثَابِتِ بْنِ حَمَّادٍ وَهُوَ ضَعِيفٌ جِدًّا , وَإِبْرَاهِيمُ , وَثَابِتٌ ضَعِيفَانِ

“tidak ada yang meriwayatkan hadits ini selain Tsaabit bin Hammaad dan ia perowi yang sangat dhoif, serta Ibrahim dan Tsaabit keduanya adalah perowi dhoif”.

  1. Dari Aisyah Rodhiyallahu ‘anha bahwa Nabi Sholallahu ‘alaihi wa Salaam pernah berkata kepada beliau :

إِنْ كَانَ رَطْبًا فَاغْسِلِيهِ، وَإِنْ كَانَ يَابِسَةً فَافْرُكِيهِ

“jika bajunya basah, maka cucilah dan jika bajunya kering aku mengeriknya”.

Namun hadits marfu’ ini dinilai oleh Imam Az-Zailai, sebagai hadis ghoriib (aneh) dan yang shahih hadits diatas adalah mauquf sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Daruquthni, Imam Baihaqi dan selainnya bahwa Aisyah Rodhiyallahu ‘anha berkata :

كُنْتُ أَفْرُكُ الْمَنِيَّ مِنْ ثَوْبِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا كَانَ يَابِسًا وَأَغْسِلُهُ إِذَا كَانَ رَطْبًا

“aku mengerik mani dari baju Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wa Salaam jika bajunya kering dan aku mencucinya jika bajunya basah”.

Hadits ini dishahihkan oleh Imam Ibnu Khuzaimah dan Imam Al Albani.

 

Dua masyaikh kontemporer sebagaimana yang saya sebutkan diawal pembahasan yakni Sayyid Sabiq dan Abu Malik Kamal, keduanya sama-sama kompak merajihkan bahwa mani itu suci.

Tapi tentunya sangat dianjurkan untuk mencuci bekasnya jika kelihatan sebagaimana kita mencuci baju karena terkena dahak. Imam Ibnu Hibban dalam kitab sunannya berkata :

فَهَكَذَا نَقُولُ وَنَخْتَارُ: إِنَّ الرَّطْبَ مِنْهُ يُغْسَلُ لِطِيبِ النَّفْسِ، لَا أَنَّهُ نَجِسٌ، وَإِنَّ الْيَابِسَ مِنْهُ يُكْتَفَى مِنْهُ بِالْفَرْكِ اتِّبَاعًا لِلسُّنَّةِ

“demikian inilah pendapat yang kami pilih, yakni jika bajunya basah, maka dicuci untuk kebersihan, bukan karena itu najis, dan jika kering bekasnya maka cukup dikerik dalam rangka mengikuti sunnah” –selesai-.

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: