ADU DOMBA DARI SETAN

December 21, 2016 at 2:47 pm | Posted in Nasehat | Leave a comment

ADU DOMBA DARI SETAN

 

Jabir bin Abdullah radhiyallahu ‘anhu pernah berkata, bahwa Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa Salam bersabda :

إِنَّ الشَّيْطَانَ قَدْ أَيِسَ أَنْ يَعْبُدَهُ الْمُصَلُّونَ فِي جَزِيرَةِ الْعَرَبِ، وَلَكِنْ فِي التَّحْرِيشِ بَيْنَهُمْ

“Sesungguhnya setan telah berputus asa (mengajak) orang-orang yang sholat di jazirah Arab untuk menyembahnya, namun setan terus (melakukan provokasi) untuk mengadu domba diantara kalian”.

Hadits diatas diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam “Shahihnya” (no. 2812), Imam Tirmidzi dalam “Sunannya” (no. 1937), dan selainnya.

 

Syarah Hadits :


Kata Imam Nawawi dalam “Syarah Shahih Muslim” hadits ini menunjukkan atas mukjizat Nabi sholallahu ‘alaihi wa Salam. Mukjizat yang dimaksud oleh beliau adalah informasi yang akan datang yang menunjukkan bahwa kaum mukminin tidak akan kembali ke zaman jahiliyyah dengan menyembah setan atau berhala. Bisa juga yang dimaksud adalah bahwa orang-orang yang mengerjakan sholat tidak mungkin menggabungkan antara sholat dan menyembah berhala. Ini adalah penjelasan Al-‘Alamah Al-Munawiy dalam kitabnya “Faidhul Qodiir”.

 

Para ulama mengartikan bahwa yang dimaksud dengan “Al-Musholliin” adalah kaum Mukminin, karena sholat adalah amalan ibadah yang paling mulia setelah tauhid, dan sifat ini adalah salah satu sample dari sifat-sifat seorang mukmin lainnya. Kemudian kalimat “di jazirah arab” dalam hadits diatas, menurut kami bukan pembatasan untuk kaum Mukminin yang ada di jazirah arab saja, karena dalam riwayat-riwayat lainnya seperti dalam lafadz Sunan Tirmidzi, Musnad Imam Ahmad, Syarhus Sunan Al-Baghowi, Musnad Abu Ya’laa dan selainnya, tidak ada tambahan lafadz “fii Jazirah Arab” (di Jazirah Arab), sehingga umum mencakup kaum mukminin dimanapun mereka tinggal.

 

Kemudian Imam Nawawi juga menjelaskan yang dimaksud dengan “At-Tahriisy” dalam hadits diatas, yakni setan berusaha menaburkan benih-benih perselisihan, pertengkaran, perpecahan, peperangan, dan permusuhan serta semisalnya diantara kaum mukminin. Jadi setelah setan tidak mampu berbuat banyak untuk menjadikan kaum mukminin murtad kembali ke agama jahiliyyah nenek moyangnya dulu, yaitu kepercayaan terhadap berhala-berhala, maka setan mengupayakan agar ahli tauhid tidak bersatu padu, sehingga kekuatan mereka bertambah kuat untuk melawan setan dan bala tentaranya. Allah Ta’aalaa berfirman :

وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَا تَنَازَعُوا فَتَفْشَلُوا وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ وَاصْبِرُوا إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

“Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar” (QS. Al Anfaal : 46).

Jika ada yang bertanya, “apa rahasianya setan berusaha kuat memecah belah alias mengadu domba sesama ahli tauhid”, ibarat ahli strategi jika plan A tidak berhasil, maka dijalankanlah plan B dan inilah rahasianya, sebagimana diberitahukan oleh Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa Salam kepada kita melalui sabdanya :

تُفْتَحُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ فِي كُلِّ اثْنَيْنِ وَخَمِيسٍ – قَالَ مَعْمَرٌ: وَقَالَ غَيْرُ سُهَيْلٍ – وَتُعْرَضُ الْأَعْمَالُ فِي كُلِّ اثْنَيْنِ وَخَمِيسٍ، فَيَغْفِرُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ لِكُلِّ عَبْدٍ لَا يُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا، إِلَّا الْمُتَشَاحِنَيْنِ، يَقُولُ اللهُ لِلْمَلَائِكَةِ: ذَرُوهُمَا حَتَّى يَصْطَلِحَا

“Dibuka pintu surga pada setiap hari Senin dan Kamis –Ma’mar berkata, selain Suhail meriwayatkan – dan dilaporkan amalan-amalan pada setiap hari Senin dan Kamis, lalu Allah Azza wa Jalla mengampuni setiap hambanya yang tidak menyekutukannya dengan sesuatu apapun, kecuali dua orang (ahli tauhid) yang saling bermusuhan. Allah berfirman kepada Malaikatnya : “tinggalkanlah keduanya (untuk diampuni) sampai keduanya berdamai”.

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan dishahihkan sanadnya oleh Asy-Syaikh Syu’aib Arnauth, hadits yang semakna juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam “Shahihnya”.

 

Oleh karenanya, marilah kita berusaha untuk tidak memusuhi kaum Muslimin yang ahli tauhid (tanpa alasan yang dapat dipertanggung jawabkan dihadapan Allah Ta’aalaa), agar ampunan yang seharusnya kita dapatkan tidak ditahan atau ditunda. Amiin ya Robbal ‘Alamiin.

 

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: