MAU PANEN DI SURGA?

December 24, 2016 at 6:25 am | Posted in Hadits | Leave a comment

MAU PANEN DI SURGA?

 

Kalau mau rajinlah mengunjungi saudara anda yang sedang menderita sakit. Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wa Salaam bersabda :

مَنْ عَادَ مَرِيضًا، لَمْ يَزَلْ فِي خُرْفَةِ الْجَنَّةِ حَتَّى يَرْجِعَ

“Barangsiapa yang mengunjungi orang yang sakit, maka dia senantiasa (seperti) orang yang panen di surga, sampai dia pulang” (HR. Muslim no. 2568).

Hadits ini sekalipun dalam bentuk umum, namun yang dimaksud adalah seorang Muslim, sebagaimana diriwayatkan Imam Muslim juga dalam Shahihnya juga dengan lafadz :

إِنَّ الْمُسْلِمَ إِذَا عَادَ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ لَمْ يَزَلْ فِي خُرْفَةِ الْجَنَّةِ حَتَّى يَرْجِعَ

“Sesungguhnya seorang Muslim jika mengunjungi saudaranya yang muslim, dia akan senantiasa (seperti) orang yang panen di surga, sampai dia pulang”.

Para ulama mengatakan bahwa yang dimaksud adalah dia akan panen pahala, sebagaimana seseorang yang masuk ke sebuah kebun dan buahnya sudah matang, lalu dia pun memanen buah tersebut. Ada juga sebagian ulama yang mengatakan seolah-olah dia senantiasa berada di jalan yang mengantarkannya kedalam surga.

 

Dhohirnya hadits ini memberikan pengertian kepada kita, bahwa semakin lama duduk menemani orang yang sakit, maka pahalanya akan semakin banyak, karena berarti dia memiliki waktu yang lama dalam memanen, sebagaimana lahiriah bunyi hadits diatas. Namun Al-‘Alamah Muhammad bin Sholih Al-Utsaimin memberikan catatan bahwa kita harus melihat situasi dan kondisi orang yang sakit. Kadang orang yang sakit sangat senang jika ia lama ditemani ketika mendapatkan kunjungan dari rekan-rekannya, maka dalam kondisi seperti ini sangat dianjurkan untuk lama menemaninya, sampai saudara kita yang sakit tersebut bosan. Namun tidak sedikit juga orang yang sakit tadi, merasa tidak nyaman jika terlalu lama ditemani, karena mungkin dia ada keperluan khusus dengan keluarganya atau alasan lainnya, maka dalam kondisi seperti ini, hendaknya jangan memperlama kunjungan dan segera pamit untuk pulang.

 

Ini adalah faedah yang sayang untuk dilewatkan dalam penjelasan Imam Ibnu terhadap kitab Riyadhus Sholihin karya Imam Nawawi.

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: