PENGOBATAN ALA NABI

January 1, 2017 at 1:08 am | Posted in fiqih | Leave a comment

PENGOBATAN ALA NABI

 

Perlu diketahui bahwa pengobatan yang dilakukan oleh Nabi Sholallahu ‘alaihi wa Salaam ada 3 macam :

  1. Hal tersebut sebagai mukjizat Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wa Salaam, oleh karena sifatnya sebagai mukjizat, maka hal tersebut adalah kekhususan dari Nabi Sholallahu ‘alaihi wa Salaam yang tidak disyariatkan bagi umatnya untuk mengikutinya. Misalnya kisah pada saat perang Khoibar, dimana Nabi Sholallahu ‘alaihi wa Salaam meludahi kedua mata Ali bin Abi Tholib Rodhiyallahu ‘anhu yang pada waktu itu menderita sakit mata, dan seketika itu juga langsung sembuh. Haditsnya diriwayatkan oleh imam Bukhori dan Muslim dalam kitab shahihnya.
  2. Pengobatan atau obat-obatan yang diberikan Nabi kepada orang yang sedang sakit, sebagai pengalaman Beliau sebagai seorang manusia. Ini pun termasuk kategori yang tidak disyariatkan bagi umatnya untuk mengikutinya. Prof. DR. Abdul Wahab Kholab dalam buku Ilmu Ushul Fiqih ketika berbicara tentang kehujjahan as-Sunah bagi umat Islam, dalam point nomor dua terkait perkataan dan perbuatan yang bersumber dari Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wa Salaam, beliau berkata :

وما صدر عنه بمقتضى الخبرة الإنسانية والحذق والتجارب في الشئون الدنيوية من اتِّجار، أو زراعة، أو تنظيم جيش، أو تدبير حربي، أو وصف دواء لمرض، أو أمثال هذا، فليس تشريعا أيضا لأنه ليس صادرا عن رسالته، وإنما هو صادر عن خبرته الدنيوية، وتقديره الشخصي

“apa yang bersumber dari Nabi Sholallahu ‘alaihi wa Salaam sekedar sebagai pengamatan kemanusian, kecakapan atau pengalamannya dalam perkara-perkara keduniaan, seperti masalah perdagangan, pertanian, pengaturan tentara, menyusun strategi perang, atau saran obat bagi orang yang sakit dan semisalnya, maka ini juga bukanlah pensyariatan kepada umatnya, karena tidak bersumber dari Risalah, namun itu semua bersumber dari pengamatannya terhadap masalah keduniaan dan takdirnya sebagai seorang manusia” –selesai-.

Jenis pengobatan yang kedua ini pun tidak menjadi syariat bagi umatnya, sebagaimana penjelasan Profesor diatas.

  1. Pengobatan yang datangnya dari Nash wahyu ilahiyyah, maka inilah yang disyariatkan kepada umatnya, seperti pengobatan dengan makan Habbatus Sauda, sebagaimana Nabi Sholallahu ‘alaihi wa Salaam bersabda :

إِنَّ هَذِهِ الحَبَّةَ السَّوْدَاءَ شِفَاءٌ مِنْ كُلِّ دَاءٍ، إِلَّا مِنَ السَّام

”Sesungguhnya pada habbatussauda’ terdapat obat untuk segala macam penyakit, kecuali kematian” (Muttafaqun ‘Alaihi).

Para ulama biasanya memberikan istilah untuk hal seperti ini dengan nama “Ath-Thibbu An-Nabawiy”.

 

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: