HADITS-HADITS TENTANG KEUTAMAAN AL QUR’AN

January 8, 2017 at 3:29 am | Posted in AL QUR'AN | Leave a comment

HADITS-HADITS TENTANG KEUTAMAAN AL QUR’AN

 

Imam Suyuthi (w. 911 H) dalam kitabnya Tadribur Rowiy, yakni sebuah tulisan dalam bidang ilmu mustholah hadits, menulis suatu pembahasan yang sangat bagus ketika men-syarah pasal terkait hadits palsu. Beliau menurunkan pembahasan tentang hadits-hadits keutamaan surat-surat dalam Al Qur’an.

 

Pada awal pembahasan beliau menceritakan pengalaman salah seorang ulama hadits yang bernama Al-Muammil bin Ismail yang mengadakan perjalanan untuk memverifikasi hadits-hadits tentang keutamaan surat-surat dalam Al Qur’an yang dinisbatkan kepada Ubay bin Ka’ab Rodhiyallahu ‘anhu. Beliau bertemu para perowi yang meriwayatkan hadits tersebut, kemudian bertanya kepada perowi tersebut siapa yang meriwayatkan kepadanya hadits tersebut, lalu dijawab dan ditunjukkan seorang syaikh di kota Madain, kemudian beliau temui, lalu ditanya dengan pertanyaan serupa, dijawab lagi dari seorang syaikh di wasith, begitu seterusnya sampai beliau ditunjukkan kepada seorang syaikh di kota Baghdad, beliau kemudian segera menemuinya dan masuk kedalam majelisnya yang diadakan di rumahnya, disana sedang bermajelis beberapa orang sufi, kemudian Al-Muammil pun bertanya kepada Syaikh tersebut :

يَا شَيْخُ مَنْ حَدَّثَكَ؟ فَقَالَ لَمْ يُحَدِّثْنِي أَحَدٌ، وَلَكِنَّا رَأَيْنَا النَّاسَ قَدْ رَغِبُوا، عَنِ الْقُرْآنِ، فَوَضَعْنَا لَهُمْ هَذَا الْحَدِيثَ ; لِيَصْرِفُوا قُلُوبَهُمْ إِلَى الْقُرْآنِ.

“wahai Syaikh siapakah yang menceritakan hadits tersebut kepadamu?, beliau menjawab, “tidak ada seorang pun yang menceritakannya kepadaku, namun aku melihat orang-orang berpaling dari Al Qur’an, maka aku membuat hadits-hadits (tentang keutamaan tersebut), agar mereka mau kembali mempelajari Al Qur’an”.

Kemudian Imam Suyuthi berusaha menemukan siapa nama syaikh yang “ngawur” tersebut, beliau mendapatkan informasi dari Imam Ibnul Jauzi dalam kitabnya “Al-Maudhuu’aat” bahwa ada 2 jalan dari 2 orang perowi yang berbeda yang meriwayatkan hadits-hadits palsu tentang keutamaan surat per surat dalam Al Qur’an, yakni Baziigh bin Hassaan dan Makhlad bin Abdul Wahid, namun Imam Suyuthi belum bisa memastikan apakah salah satu nama tersebut adalah syaikh yang dimaksud, sehingga satu perowi lagi sebagai pencuri haditsnya, atau kedua-duanya mencuri dari Syaikh yang majhul diatas.

 

Imam Suyuthi mengingatkan kepada kita bahwa riwayat palsu diatas telah disebutkan dalam kitab tafsir berikut : Tafsir Ats-Tsa’labiy, Al-Wahidiy, Az-Zamakhsyari, dan Al-Baidhowiy. Sehingga tentunya perlu berhati-hati ketika menukil keutamaan surat per surat didalam Al Qur’an dari kitab-kitab tafsir diatas.

 

Tapi tentu berlebihan juga, jika memastikan bahwa tidak banyak riwayat-riwayat yang shahihah tentang keutamaan surat-surat tertentu didalam Al Qur’an. Imam Suyuthi memberikan warning agar kita tidak salah memahami ucapan Imam Daruquthni yang berkata :

أَصَحُّ مَا وَرَدَ فِي فَضَائِلِ الْقُرْآنِ: فَضْلُ قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ

“(Riwayat) yang paling shahih terkait keutamaan Al Qur’an adalah (riwayat tentang) keutamaan surat Al Ikhlas”.

Karena kata Imam Suyuthi bahwa bagi seseorang yang mentelaah kutub sunan dan Zawaid, maka dia akan mendapatkan banyak sekali hadits-hadits yang berbicara tentang keutamaan surat-surat tertentu didalam Al Qur’an.

 

Lalu Imam Suyuthi memberikan komentar terhadap tafsir Ibnu katsir tentang penyebutan dari beliau terkait riwayat keutamaan surat-surat, kata beliau :

وَتَفْسِيرُ الْحَافِظِ عِمَادِ الدِّينِ ابْنِ كَثِيرٍ أَجَلُّ مَا يُعْتَمَدُ عَلَيْهِ فِي ذَلِكَ فَإِنَّهُ أَوْرَدَ غَالِبَ مَا جَاءَ فِي ذَلِكَ، مِمَّا لَيْسَ بِمَوْضُوعٍ، وَإِنْ فَاتَهُ أَشْيَاءُ.

“Tafsir Imam Ibnu Katsir sangat jelas sekali menunjukkan bukti bahwa secara umum beliau mendatangkan riwayat-riwayat (yang shahihah), tidak ada padanya riwayat-riwayat yang palsu, sekalipun ada beberapa riwayat yang terluput (baca tidak shahih, tentang keutamaan surat-surat)”.

 

Dan yang menakjubkan dari diri Imam Suyuthi, beliau langsung turun tangan menulis sebuah kitab yang khusus membahas tentang keutamaan surat-surat tertentu didalam Al Qur’an berdasarkan riwayat-riwayat yang shahihah, kitabnya berjudul خَمَائِلَ الزَّهَرِ فِي فَضَائِلِ السُّوَرِ”. Kemudian beliau memberikan bocoranya kepada kita daftar surat-surat yang memiliki keutamaan berdasarkan hadits-hadits yang shahihah, selain surat-surat tersebut, jika ada riwayat yang menyebutkan keutamaannya, maka itu berdasarkan riwayat yang tidak shahih alias lemah. Berikut daftar surat-suratnya : Al Fatihah, Al Baqoroh, Ali Imron, Al An’aam, 7 surat yang penjang secara umum, Al Kahfi, Yasin, Ad Dukhoon, Al Mulk, Al Zalzalah, An Nashr, Al Kaafirun, Al Ikhlash, Al Falaq, dan An Naas.

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: