Dimana Mendapatkan Buku-Buku Fiqih Madzhab Ahli Hadits?

January 11, 2017 at 3:24 am | Posted in fiqih | Leave a comment

Dimana Mendapatkan Buku-Buku Fiqih Madzhab Ahli Hadits?

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata :

أما البخاري ، وأبو داود ، فإمامان في الفقه من أهل الاجتهاد .
وأما مسلم ؛ والترمذي ؛ والنسائي ؛ وابن ماجه ؛ وابن خزيمة ؛ وأبو يعلى ؛ والبزار ؛ ونحوهم ؛ فهم على مذهب أهل الحديث ، ليسوا مقلدين لواحد بعينه من العلماء ، ولا هم من الأئمة المجتهدين على الإطلاق ، بل هم يميلون إلى قول أئمة الحديث كالشافعي ؛ وأحمد ؛ وإسحاق ، وأبي عبيد ؛ وأمثالهم ” انتهى من ” مجموع الفتاوى ” (20/40) .

“adapun imam Bukhori dan Imam Abu Dawud adalah 2 Imam yang dalam masalah fiqih sebagai seorang mujtahid. sedangkan Imam Muslim, Tirmidzi, Nasa’i, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Abu Ya’laa, Al Bazaar dan semisalnya, mereka semuanya diatas madzhab ahli hadits, mereka bukan orang yang taklid terhadap madzhab tertentu, namun mereka juga bukan ulama mujtahid secara mutlak. namun mereka mengambil kepada pendapat salah satu Aimah hadits, seperti Imam Syafi’i, Ahmad bin Hanbal, Ishaq, Abu Ubaid dan semisalnya”.

dari perkataan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah diatas, dapat digunakan untuk menjawab pertanyaan pada judul artikel, yakni jika ingin mendapatkan pengetahuan tentang fiqih madzhab Ahli hadits maka dapat merujuk kepada kutub hadits. bahkan jika ingin mendapatkan info langsung dari mujtahidnya ahli hadits, selain Aimah arbaah yang sudah dikenal dapat merujuk kepada kitabnya Imam Bukhori atau Imam Abu Dawud. Fiqih Imam Bukhori terletak pada judul bab-babnya dalam Shahih Bukhori. misalnya dalam Kitabul Wudhu beliau memberikan judul untuk bab 38 “بَابُ مَسْحِ الرَّأْسِ كُلِّهِ” (Bab mengusap kepala seluruhnya) kemudian beliau membawakan hadits Abdullah bin Zaid rodhiyallahu anhu yang menunjukkan bahwa Nabi sholallahu alaihi wa salam mengusap kepalanya dari depan sampai belakang kemudian balik lagi ke depan.

adapun Imam Tirmidzi dalam kitab Sunannya untuk kasus yang sama, beliau memberikan judul bab “بَابُ مَا جَاءَ فِي مَسْحِ الرَّأْسِ أَنَّهُ يَبْدَأُ بِمُقَدَّمِ الرَّأْسِ إِلَى مُؤَخَّرِهِ” (Bab terkait mengusap kepala bahwa Nabi memulainya dari depan kepala sampai ke belakangnya). Imam Tirmidzi membawakan hadits Abdullah bin Zaid yang sama, kemudian di akhir hadits Imam Tirmidzi berkata :

حَدِيثُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ زَيْدٍ أَصَحُّ شَيْءٍ فِي هَذَا الْبَابِ وَأَحْسَنُ، وَبِهِ يَقُولُ الشَّافِعِيُّ، وَأَحْمَدُ، وَإِسْحَاقُ

“Hadits Abdullah bin Zaid adalah yang paling shahih dalam bab ini dan yang paling bagus, dengannya Imam Syafi’i, Ahmad dan Ishaq berpendapat”.

so Imam Bukhori langsung mengambil kesimpulan hukum dari hadits tersebut, sedangkan Imam Tirmidzi menyandarkan pendapatnya kepada Aimah hadits lainnya. dan satu contoh diatas adalah sample saja, yang mana bagi yang berminat bisa memperbanyak nukilan-nukilan terkait hal ini. Wallahul A’lam.

 

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: