ASAL KATA LAFDHUL JALALAH

January 28, 2017 at 2:32 am | Posted in Aqidah | Leave a comment

ASAL KATA LAFDHUL JALALAH

 

Para ulama ketika menafsirkan perkataan “اللَّهُ” (Allah) menurut tinjauan bahasa, yakni dari apakah dia isim Jaamid atau isim musytaq?. Isim jamid adalah isim yang tidak terbentuk dari kata lain, sedangan isim mustaq adalah isim yang terbentuk dari kata lain. Sebagian ulama mengatakan bahwa Allah adalah isim Jaamid, Imam Ibnu Katsir menukil dari Imam Qurthubi, daftar nama-nama ulama yang berpendapat bahwa lafadz Allah adalah isim Jamid, yaitu Imam Syafi’i, Al-Khothobiy, Imamul Haromain, Al-Ghozali, dan selainnya. Imam Ibnu Katsir juga menyebutkan bahwa Fakhruddin Ar-Razi termasuk ulama yang berpendapat seperti itu.

Sedangkan sebagian ulama berpendapat bahwa lafadz Allah adalah mustaq. Al-‘alamah Abdur Rokhman bin Hasan dalam kitabnya “Fathhul Majid” menukil perajihan Syaikhul Islam Ibnul Qoyyim Al-Jauziyyah bahwa Allah adalah isim Musytaq, beliau berkata :

قال ابن القيم والصحيح أنه مشتق وأن أصله الإله كما هو قول سيبويه وجمهور أصحابه إلا من شذ

“Ibnul Qoyyim berkata, pendapat yang benar bahwa lafadz Allah adalah isim musytaq, asalnya dari kata al-Ilaah, sebagaimana ini dikatakan oleh Imam Sibawaih dan mayoritas pengikut beliau, kecuali pendapat aneh dari (sebagian) murid beliau”.

Al-‘Alamah Abdur Rokhman bin Hasan juga menukil pendapat Imam Ath-Thabari yang berkata :

يقول الطبري: الله أصله الإله، وذكر ما ذكرناه قبل ذلك، قال: وهو الذي يألهه كل شيء، أي: يعبده كل شيء

“Allah adalah asalnya dari kata Al-Ilaah, -dan kami telah menyebutkannya sebelumnya-, karena Dia Allah adalah Dzat yang segala sesuatu ya`lahu kepadanya, yakni segala sesuatu beribadah kepadanya”.

 

Dan Ilaah maknanya adalah ma`luh, yakni sesuatu yang diibadahi, sebagaimana perkataan Al-‘Alamah Muhammad bin Shoolih Al-Utsaimin dalam kitabnya “Syarah Aqidah Washitiyyah” :

المألوه، أي: المعبود محبة وتعظيماً وهو مشتق على القول الراجح لقوله تعالى: {وَهُوَ اللَّهُ فِي السَّمَاوَاتِ وَفِي الْأَرْضِ يَعْلَمُ سِرَّكُمْ وَجَهْرَكُمْ} [الأنعام: 3]، فإن {فِي السَّمَاوَاتِ} متعلق بلفظ الجلالة، يعني: وهو المألوه في السموات وفي الأرض.

“Al-Ma`luh adalah yang diibadahi dengan penuh kecintaan dan pengagungan. Dia adalah isim musytaq menurut pendapat yang rajih, berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’alaa : {Dan Dialah Allah (yang disembah), baik di langit maupun di bumi; Dia mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu lahirkan dan mengetahui (pula) apa yang kamu usahakan } (QS. Al An’aam : 3), karena Firman-Nya : {di langit} dikaitkan dengan lafdhul jalallah, yakni Dia-lah yang diibadahi di langit dan di bumi”.

 

Demikianlah pendapat ulama terkait Lafadzh Allah ditinjau dari apakah Dia isim jaamid atau isim musytaq, dan kami ringkaskan pendapat yang dirajihkan bahwa Isim Allah adalah musytaq, sekalipun masing-masing ulama telah mengajukan argumentasinya masing-masing, namun satu hal yang pasti, kita semua mengatakan apa yang diajarkan oleh Nabi kita Muhammad Sholallahu ‘alaihi wa Salaam :

ذَاقَ طَعْمَ الْإِيمَانِ مَنْ رَضِيَ بِاللهِ رَبًّا، وَبِالْإِسْلَامِ دِينًا، وَبِمُحَمَّدٍ رَسُولًا

“akan merasakan lezatnya Iman, orang-orang yang ridho Allah sebagai tuhannya, Islam sebagai agamanya dan Muhammad Sholallahu ‘alaihi wa Salaam sebagai Rasulnya” (HR. Muslim).

 

 

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: