UMROH LEBIH DARI SATU KALI

February 28, 2017 at 6:25 am | Posted in Tulisan Lainnya | Leave a comment

HUKUM UMROH LEBIH DARI SATU KALI DALAM SATU KALI BERPEGIAN KE MEKKAH
Kita yang tinggal di tanah Air untuk melakukan perjalanan umroh ke Mekkah, tentu membutuhkan tenaga, waktu dan biaya yang tidak sedikit. Sehingga bagi orang yang dikaruniai Rizki oleh Allah untuk bisa hadir di tanah suci, tentu merupakan kesempatan emas untuk beribadah sebanyak-banyaknya disana. Salah satu ibadah utama yang banyak dijadikan tujuan utama berkunjung ke Mekkah adalah umroh. 

Mengingat umroh dapat dilaksanakan kurang dari satu hari, dan biasanya jamaah umroh berada di Mekkah lebih dari dua hari, maka bagaimana hukumnya mengulangi umroh lagi pada keesokan harinya, dan seterusnya sesuai kadar kemampuannya. Dalam hal ini para ulama berbeda pendapat :

1. Tidak membolehkan mengulangi umrohnya. Ini pendapatnya Imam Thawus, ibnu taimiyyah dan dibahas oleh syaikh abdul azhim baidhowi dalam Al Wajiiz. 

2. Hal tersebut diperbolehkan dan ini madzhabnya mayoritas ulama. Namun mereka berbeda pendapat dimana startnya lagi bagi orang yang ingin mengulangi umrohnya, ada yang mengatakan ia harus start dari miqot awalnya, ada yang mengatakan ia cukup keluar dari tanah halal di Tan’im misalnya dan ia mulai umrohnya untuk kedua, ketiga dan seterusnya dari sana. 
Alaa kulli hal, pendapat yang kedua bagi jamaah umroh tanah air lebih menyenangkan dan meringankan krn setiap orang tidak mudah melakukan perjalanan kesana mengingat faktor-faktor yang telah disebutkan.  Dan dengan mengambil pendapat yang kedua seseorang bisa melakukan badal umroh kepada orang-orang yang dicintainya. 

Wallahu a’lam.

WASPADA FITNAH DUNIA

February 28, 2017 at 1:18 am | Posted in Tulisan Lainnya | Leave a comment

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda :

ﺇﻥَّ ﻣﻤّﺎ ﺃَﺧَﺎﻑُ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﻣِﻦْ ﺑَﻌْﺪِﻱ ﻣَﺎ ﻳُﻔْﺘَﺢُ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﻣِﻦْ ﺯَﻫْﺮَﺓِ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﻭَﺯِﻳﻨَﺘِﻬَﺎ

“Sesungguhnya diantara yang aku takutkan menimpa kalian sepeninggalku nanti adalah dibukakan pintu bunga-bunga dan keindahan dunia kepada kalian” (Muttafaqun alaih). 
*FAWAID :*

1. Kasih sayang Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam kepada umatnya yang tidak ingin melihatnya terjatuh didalam kegelapan dan kesesatan. Banyak sekali hadits-hadits yang menunjukkan beberapa hal yang Beliau khawatirkan, diantaranya syirik asghar, fitnah Dajjal dll. 

2. Rasulullah menggambarkan dunia dengan hal-hal yang Indah, seperti Taman bunga, pepohonan yang hijau royo-royo, rasa yang manis dan yang semisalnya, sehingga membuat yang melihatnya terkesima dan terjerembab memperturutkan hawa nafsunya demi kepuasan dunia yang hendak diraihnya. 

3. Jadikanlah dunia sebagai ladang akhirat, engkau akan selamat di dunia dan akhirat. 

4. Warning Rasulullah hendaknya menjadi sikap mental seseorang didalam menghadapi dunia.

HUKUM SHOLAT JUM’AT DIATAS KAPAL

February 27, 2017 at 7:17 am | Posted in Tulisan Lainnya | Leave a comment

HUKUM SHOLAT JUM’AT DIATAS KAPAL
saya rangkumkan dari penjelasan MUI pada fatwanya yang bertanggal 10 Februari 1976:

1. Madzhab Hambali mewajibkan orang yang berubah menjadi tinggal di kapal (misal Perwira dan ABK kapal)  untuk tetap sholat jum’at dikiaskan kepada orang Badui yang nomaden yang tdk gugur kewajiban jum’at padanya, sekalipun ia bersafar krn pindah-pindah tempat. 

2. Imam Ibnu hazm dan yang sependapat dengannya tetap mewajibkan dan menganggap sah jum’at bagi musafir. 
Berdasarkan hal ini, maka :

A.  Bagi kaum muslimin laki-laki yang kebetulan sedang safar diatas kapal (biasanya kapal besar/kapal fery) boleh memilih pendapat untuk mengikuti sholat jum’at, krn ketika ada khilaf dikalangan ulama bisa memilih alternatif pendapat yang dianggapnya nyaman dipandangnya. 

B.  Bagi ABK kapal, maka sangat dianjurkan mengadakan jum’atan sebagai pelepas rindu sholat jum’at dan pendidikan islam dengan adanya khutbah serta memupuk persaudaraan. 
Wallahul A’lam. 
Referensi :

– http://mui.or.id/wp-content/uploads/2014/07/01.-Sholat-Jumat-Bagi-Musafir-Di-Kapal.pdf

HUKUM JANIN YANG GUGUR DIATAS USIA 4 BULAN

February 27, 2017 at 6:06 am | Posted in Tulisan Lainnya | Leave a comment

FIQIH RINGKAS PENANGANAN JANIN YANG GUGUR DIATAS USIA 4 BULAN DALAM KANDUNGAN IBUNYA 
1. setelah janin dikeluarkan masih sempat ada tanda-tanda hidup, seperti menangis dan semisalnya. Maka dalam hal ini janin yang gugur tersebut diperlakukan seperti anak kecil yang meninggal dunia,  yakni :

A.  Dimandikan

B.  Dikafani

C.  Disholati

D.  Dikuburkan di pekuburan kaum muslimin

E.  Diberi nama

F.  Diaqiqahi

Imam ibnul mundzir menukil ijma ulama bahwa janin yang gugur yang sempat istihal (ada tanda-tanda hidup)  disyariatkan untuk disholati. 

2. Janin sudah wafat di perut ibunya,  terhadap hal ini sebagian ulama tidak mensyariatkan sholat jenazah untuknya, cukup dibungkus dan dikuburkan di tanah. Ini pendapatnya Imam Malik, Imam sufyan Ats-Tsauri dan Imam malik.

Adapun Imam Ahmad mengatakan adanya pensyariatan sholat jenazah untuknya. 

Wallahul A’lam. 
Referensi :

https://www.tunisia-sat.com/forums/threads/2009723/

http://www.alifta.net/fatawa/fatawaDetails.aspx?View=Page&PageID=2318&PageNo=1&BookID=4&languagename=

MALAIKAT AMAT CINTA KEPADA PARA PENUNTUT ILMU

February 27, 2017 at 1:28 am | Posted in Tulisan Lainnya | Leave a comment

MALAIKAT AMAT CINTA KEPADA PENUNTUT ILMU
Shofwan bin ‘Asaal radhiyallahu anhu berkata kepada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam :

ﻗﺎﻝ : ﻗﻠﺖ ﻳﺎ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺟﺌﺖ ﺃﻃﻠﺐ ﺍﻟﻌﻠﻢ . ﻗﺎﻝ : ﻣﺮﺣﺒﺎ ﺑﻄﺎﻟﺐ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﺇﻥ ﻃﺎﻟﺐ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﻟﺘﺤﻒ ﺑﻪ ﺍﻟﻤﻼﺋﻜﺔ ﻭﺗﻈﻠﻪ ﺑﺄﺟﻨﺤﺘﻬﺎ ، ﻓﻴﺮﻛﺐ ﺑﻌﻀﻬﺎ ﻋﻠﻰ ﺑﻌﺾ ﺣﺘﻰ ﺗﺒﻠﻎ ﺍﻟﺴﻤﺎﺀ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ ﻣﻦ ﺣﺒﻬﻢ ﻟﻤﺎ ﻳﻄﻠﺐ

“Wahai Rasulullah aku datang hendak menuntut ilmu. Rasulullah pun langsung merespon : “selamat datang para penuntut ilmu, sesungguhnya para penuntut ilmu akan dikelilingi oleh para malaikat dan akan dinaungi dengan sayapnya, malaikat saling bertumpuk-tumpuk hingga memenuhi langit dunia. Itu semua dilakukan karena mereka sangat Cinta dengan apa yang sedang dipelajari oleh (fulan tersebut)”.

(HR. Ahmad dan Thabrani, dishahihkan oleh Imam Al-Hakim). 
*FAWAID :*

1. keutamaan sahabat yang bersemangat menuntut ilmu. 

2. Hendaknya para pengajar merespon dengan baik orang-orang yang mau menimba ilmu dengannya. 

3. Malaikat sangat senang dengan para penuntut ilmu. 

4. Diantara bentuk kecintaan malaikat adalah melindungi para penuntut ilmu dan menaungi mereka dengan sejuk. 

5. Saking cintanya malaikat dengan penuntut ilmu, mereka juga senantiasa memohonkan ampunan bagi para guru dan penuntut ilmu, sebagaimana tertera dalam hadits-hadits yang shahih.

TIDUR SAUDARANYA KEMATIAN

February 26, 2017 at 5:13 pm | Posted in Tulisan Lainnya | Leave a comment

TIDUR SAUDARANYA KEMATIAN
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda :

ﺍﻟﻨَّﻮْﻡُ ﺃَﺧُﻮ ﺍﻟْﻤَﻮْﺕِ ، ﻭَﻻ ﻳَﻨَﺎﻡُ ﺃَﻫْﻞُ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔ

“Tidur adalah saudaranya kematian, dan penduduk surga tidaklah tidur”.

(HR. Thabrani, bazzar dan selainnya, dishahihkan Imam Al Albani) 
*FAWAID :*

1. makna hadits diatas bahwa tidur adalah saudaranya kematian dikuatkan oleh Firman Allah Subhanahu wa ta’ala :

اَللّٰهُ يَتَوَفَّى الْاَنْفُسَ حِيْنَ مَوْتِهَا وَالَّتِيْ لَمْ تَمُتْ فِيْ مَنَامِهَا   ۚ  فَيُمْسِكُ الَّتِيْ قَضٰى عَلَيْهَا الْمَوْتَ وَ يُرْسِلُ الْاُخْرٰٓى اِلٰٓى اَجَلٍ مُّسَمًّى    ؕ  اِنَّ فِيْ ذٰ لِكَ لَاٰیٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ

“Allah memegang nyawa (seseorang) pada saat kematiannya dan nyawa (seseorang) yang belum mati ketika dia tidur; maka Dia tahan nyawa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia lepaskan nyawa yang lain sampai waktu yang ditentukan. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran) Allah bagi kaum yang berpikir.”

(QS. Az-Zumar: Ayat 42)

2. Hendaknya berdoa sebelum tidur dengan doa-doa yang shahih dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam memohon kebaikan kepada Allah, seandainya keesokan paginya tidak bisa bangun lagi, semoga ia diwafatkan diatas islam dan kebaikan. Krn amat dekatnya tidur dengan kematian, sebagaimana hubungan dekat diantara sesama saudara kandung. 

3. Hendaknya berdoa juga ketika bangun tidur dengan doa yang shahih dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam, sebagai rasa syukur masih diberikan kesempatan bertaubat dari dosa-dosa dan menambah amal sholih serta kenikmatan-kenikmatan dari Allah Subhanahu wa ta’ala. 

4. Penduduk surga tidak tidur sehingga full kehidupannya berada diatas kenikmatan -semoga kita semua dimasukkan kedalam Jannahnya, Amiin. 

5. Allah jadikan tidur kita sebagai karunia agar kita beristirahat dengan tenah. Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:

وَّجَعَلْنَا نَوْمَكُمْ سُبَاتًا  

“dan Kami menjadikan tidurmu untuk istirahat,”

(QS. An-Naba’: Ayat 9)

INGIN PUNYA ANAK DI SURGA

February 25, 2017 at 3:04 pm | Posted in Tulisan Lainnya | Leave a comment

Ingin Punya Anak di Surga
Para ulama berbeda pendapat apakah di surga -semoga kita semuanya termasuk yang Allah jadikan sebagai penghuninya,  Amiin- ketika seorang ingin punya anak, apakah itu bisa terjadi? 

Sebagian ulama mengatakan bisa saja terjadi, berdasarkan sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam :

ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻦُ ﺇِﺫَﺍ ﺍﺷْﺘَﻬَﻰ ﺍﻟْﻮَﻟَﺪَ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ ﻛَﺎﻥَ ﺣَﻤْﻠُﻪُ ﻭَﻭَﺿْﻌُﻪُ ﻭَﺳِﻨُّﻪُ ﻓِﻲ ﺳَﺎﻋَﺔٍ ، ﻛَﻤَﺎ ﻳَﺸْﺘَﻬِﻲ

“Jika seorang Mukmin ingin punya anak di surga, maka terjadilah kehamilan lalu melahirkan anak tersebut, dan anak itu menjadi besar dalam sesaat, seperti yang diinginkan” (HR.  Tirmidzi, dihasankan oleh beliau dan dishahihkan oleh Imam Al Albani). 
Sebagian lagi kata Imam Tirmidzi, berpendapat bahwa di surga memang terjadi hubungan suami istri, tapi tidak melahirkan anak. Dalilnya adalah hadits :

ﺍﻟﺼَّﺎﻟِﺤَﺎﺕُ ﻟِﻠﺼَّﺎﻟِﺤَﻴْﻦِ ﺗَﻠَﺬُّﻭﻧَﻬُﻦَّ ﻣِﺜْﻞَ ﻟَﺬَّﺍﺗِﻜُﻢْ ﻓِﻲ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ، ﻭَﻳَﻠْﺬَﺫْﻥَ ﺑِﻜُﻢْ ، ﻏَﻴْﺮَ ﺃَﻥْ ﻟَﺎ ﺗَﻮَﺍﻟُﺪ

“Wanita-wanita yang sholihah buat laki-laki yang sholih, mereka bernikmat-nikmat dengan (istri di surga), sebagaimana ketika didunia, mereka juga bersenang-senang bersama kalian, namun tidak sampai melahirkan” (HR.  Ahmad,  didhoifkan Al Albani dan Syu’aib Arnauth). 
Adapun hadits yang digunakan oleh pendapat pertama, maka ada sebagian ulama yang mendhoifkannya dan sebagian lagi mentakwilnya sebagaimana yang dilakukan oleh Imam Ishaq bin Rohawaih,  bahwa konteks hadits diatas adalah perumpaan dari Nabi, dan kenyataannya nanti para penghuni surga tidak ingin punya anak, jadi maksudnya kalo mereka mau punya anak bisa saja punya anak dan langsung menjadi dewasa, namun Allah jadikan mereka tidak kepingin. 
Alaa kulli hal, yang terpenting bagi kita adalah mendapatkan keridhoan dari Allah dengan dimasukkan kedalam Jannah-Nya, dan kita akan mendapatkan apa yang dijanjikan oleh Rabb kita. Amiin ya Robbal ‘alamiin. 
Referensi :

– At Tadzkiroh, Imam Qurthubi

– https://islamqa.info/ar/111777

FIQIH RINGKAS HUKUM MENGUSAP KAOS KAKI

February 25, 2017 at 5:06 am | Posted in Tulisan Lainnya | Leave a comment

FIQIH RINGKAS HUKUM MENGUSAP KAOS KAKI
1. Mayoritas ulama membolehkan mengusap kaos kaki sebagaimana diperbolehkannya mengusap khuf. Terjadi perbedaan pendapat ulama tentang keshahihan hadits bahwa Rasulullah mengusap kaos kaki, namun telah tsabit dari para sahabat bahwa sebagian mereka ada yang mengusap kaos kaki. 

2. Syarat agar diperbolehkan untuk mengusap kaos kaki katika berwudhu adalah sebelum dia memakai kaos kaki, ia berwudhu dengan sempurna sebagaimana wudhu untuk sholat. Artinya ia memakai kaos kaki ketika dalam kondisi suci punya wudhu. 

3. Setelah dia memakai kaos kaki dalam kondisi suci, jika ditengah waktu wudhunya batal, lalu ia hendak memperbaharui wudhu atau hendak melaksanakan sholat, maka ia berwudhu seperti biasa dan ketika tiba giliran membasuh kedua kakinya, ia boleh untuk mengusap kaos kakinya saja. 

4. Cara mengusap kaos kakinya bisa dilihat pada tautan video yang kami bagikan. 

5. Waktu diperbolehkan untuk mengusap kaos kaki adalah 1 hari 1 malam bagi orang yang mukim dan 3 hari 3 malam bagi musafir. 

6. Tidak dipersyaratkan adanya masyaqoh / kesulitan untuk diperbolehkannya mengusap kaos kaki, artinya dalam kondisi normal diperbolehkan mengusap kaos kaki sebagaimana batas waktu pada point no. 5.

7. Kapan mulai dihitungnya awal waktu diperbohkannya mengusap. Ada 3 pendapat ulama :

A.  Awal hitungannya pada saat ia mulai memakai kaos kaki. Misal ia berwudhu untuk sholat subuh, kemudian dalam kondisi masih punya wudhu, ia memakai kaos kaki pada jam 6 pagi untuk berangkat kerja, maka masa kadaluarsa bolehnya mengusap kaos kaki adalah jam 6 pagi keesokan harinya bagi orang yang mukim. 

B. Awal dihitungnya pada saat dia batal wudhu setelah memakai kaos kaki, misal dia memakainya jam 6 pagi, tapi wudhunya baru batal pada jam 8 pagi, maka kadaluarsanya adalah pada jam 8 pagi keesokan harinya bagi si mukim. 

C. Awal dihitungnya saat dia mulai mengusap kaos kaki, misal dia memakai kaos kaki jam 6 pagi, batal wudhunya jam 8 pagi, tapi dia baru berwudhu dan mengusap kaos kakinya pada jam 12 siang karena hendak sholat dhuhur, maka kadaluarsanya adalah jam 12 siang keesokan harinya bagi si mukim. 

8. Apabila setelah dia mengusap kaos kaki, kemudian melepas kaos kakinya sebelum habis masa kadaluarsanya, apakah wudhunya menjadi batal?  Dalam hal ini para ulama berbeda pendapat sebagai berikut :

A.  Ia harus mencuci kakinya, sekalipun tidak langsung pada saat itu juga (artinya boleh ada jeda antara melepas kaos kaki dengan membasuh kakinya). Ini madzhab hanafi dan syafi’i qoul jadiid. 

B.  Ia harus langsung mencuci kakinya, klo ada jeda yg dianggap tidak muwalah (berturutan dalam wudhu), maka wudhunya dianggap batal, harus mengulang kembali. Ini madzhab malikiyyah. 

C.  Otomatis batal wudhunya ketika melepas kaos kaki. Ini madzhab hambali dan syafi’i qoul qodim. 

D.  Tidak batal wudhu dan tidak ada masalah ketika melepaskan kaos kakinya. Ini pilihan ibnu hazm dan ibnu taimiyyah. 

 

Semoga bermanfaat wallahu a’lam. 
Referensi : 

http://fatwa.islamweb.net/fatwa/index.php?page=showfatwa&Option=FatwaId&Id=70326

http://fatwa.islamweb.net/fatwa/index.php?page=showfatwa&Option=FatwaId&Id=

Sedikit Tapi Konsisten dan Kontinu

February 25, 2017 at 1:21 am | Posted in Tulisan Lainnya | Leave a comment

Sedikit Tapi Konsisten
Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

ﺃَﺣَﺐُّ ﺍﻷَﻋْﻤَﺎﻝِ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ ﺃَﺩْﻭَﻣُﻬَﺎ ﻭَﺇِﻥْ ﻗَﻞَّ

“Amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala adalah amalan yang berkelanjutan walaupun itu sedikit” (HR. Muslim) 
*FAWAID :*

1. Paling dicintai yakni paling banyak pahalanya. 

2. Banyak melakukan amalan namun tidak berkesinambungan, kurang disukai Allah dibandingkan amalan yang sedikit namun secara konsisten merutinkannya. 

3. Luasnya Karunia Allah kepada hamba-nya dengan memberikan pahala yang besar terhadap usaha amalan hamba yang cuma sedikit. 

4. Rahasianya Allah menyukai amalan yang berkesinambungan,  sekalipun sedikit dibandingkan amalan yg tidak berkesinambungan, sekalipun itu banyak adalah  orang yang konsisten beramal tersebut senantiasa berkhidmat dengan ketaatan kepada Allah setiap waktu secara rutin. 

5. Kasih sayang Rasulullah shallallahu alaihi wasallam kepada umatnya dengan memberikan tips dan bimbingan kepada mereka terkait metode-metode dalam beribadah kepada Allah berupa amalan-amalan yang berkualitas disisi Allah subhanahu wata’ala.

Merutinkan Amalan Sholih

February 24, 2017 at 12:57 am | Posted in Tulisan Lainnya | Leave a comment

Merutinkan Amalan Sholih
ﺇﺫﺍ ﻣﺮﺽ ﺍﻟﻌﺒﺪ ﺃﻭ ﺳﺎﻓﺮ ﻛﺘﺐ ﻟﻪ ﻣﺜﻞ ﻣﺎ ﻛﺎﻥ ﻳﻌﻤﻞ ﻣﻘﻴﻤًﺎ ﺻﺤﻴﺤًﺎ 

“Jika seorang sakit atau safar, (tetap) ditulis pahalanya seperti ketika dia melakukan amalan sholih (kebiasaannya)  pada waktu dia dalam kondisi mukim dan sehat” (HR.  Bukhori). 
*FAWAID :*

1. Keutamaan amalan sholih Yang rutin dikerjakan, sehingga dalam kondisi kita punya udzur, entah karena sakit atau sedang bepergian, sehingga rutinitas amalan sholih taxi terhalang, pahala kita tetap mengalir. 

2. Ini motivasi kepada kita semua agar memanfaatkan waktu luang dan sehat, melakukan amalan sholih sebaik mungkin, sebagai bekal ketika sakit atau sibuk dengan sesuatu yg menjadi udzur syar’i. 

3. Amat luasnya Rahmat dan karunia Allah subhanahu wata’ala yg memberikan ganjaran kepada hambanya dalam kondisi punya udzur.

Next Page »

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: