FIQIH RINGKAS HUKUM MENGUSAP KAOS KAKI

February 25, 2017 at 5:06 am | Posted in Tulisan Lainnya | Leave a comment

FIQIH RINGKAS HUKUM MENGUSAP KAOS KAKI
1. Mayoritas ulama membolehkan mengusap kaos kaki sebagaimana diperbolehkannya mengusap khuf. Terjadi perbedaan pendapat ulama tentang keshahihan hadits bahwa Rasulullah mengusap kaos kaki, namun telah tsabit dari para sahabat bahwa sebagian mereka ada yang mengusap kaos kaki. 

2. Syarat agar diperbolehkan untuk mengusap kaos kaki katika berwudhu adalah sebelum dia memakai kaos kaki, ia berwudhu dengan sempurna sebagaimana wudhu untuk sholat. Artinya ia memakai kaos kaki ketika dalam kondisi suci punya wudhu. 

3. Setelah dia memakai kaos kaki dalam kondisi suci, jika ditengah waktu wudhunya batal, lalu ia hendak memperbaharui wudhu atau hendak melaksanakan sholat, maka ia berwudhu seperti biasa dan ketika tiba giliran membasuh kedua kakinya, ia boleh untuk mengusap kaos kakinya saja. 

4. Cara mengusap kaos kakinya bisa dilihat pada tautan video yang kami bagikan. 

5. Waktu diperbolehkan untuk mengusap kaos kaki adalah 1 hari 1 malam bagi orang yang mukim dan 3 hari 3 malam bagi musafir. 

6. Tidak dipersyaratkan adanya masyaqoh / kesulitan untuk diperbolehkannya mengusap kaos kaki, artinya dalam kondisi normal diperbolehkan mengusap kaos kaki sebagaimana batas waktu pada point no. 5.

7. Kapan mulai dihitungnya awal waktu diperbohkannya mengusap. Ada 3 pendapat ulama :

A.  Awal hitungannya pada saat ia mulai memakai kaos kaki. Misal ia berwudhu untuk sholat subuh, kemudian dalam kondisi masih punya wudhu, ia memakai kaos kaki pada jam 6 pagi untuk berangkat kerja, maka masa kadaluarsa bolehnya mengusap kaos kaki adalah jam 6 pagi keesokan harinya bagi orang yang mukim. 

B. Awal dihitungnya pada saat dia batal wudhu setelah memakai kaos kaki, misal dia memakainya jam 6 pagi, tapi wudhunya baru batal pada jam 8 pagi, maka kadaluarsanya adalah pada jam 8 pagi keesokan harinya bagi si mukim. 

C. Awal dihitungnya saat dia mulai mengusap kaos kaki, misal dia memakai kaos kaki jam 6 pagi, batal wudhunya jam 8 pagi, tapi dia baru berwudhu dan mengusap kaos kakinya pada jam 12 siang karena hendak sholat dhuhur, maka kadaluarsanya adalah jam 12 siang keesokan harinya bagi si mukim. 

8. Apabila setelah dia mengusap kaos kaki, kemudian melepas kaos kakinya sebelum habis masa kadaluarsanya, apakah wudhunya menjadi batal?  Dalam hal ini para ulama berbeda pendapat sebagai berikut :

A.  Ia harus mencuci kakinya, sekalipun tidak langsung pada saat itu juga (artinya boleh ada jeda antara melepas kaos kaki dengan membasuh kakinya). Ini madzhab hanafi dan syafi’i qoul jadiid. 

B.  Ia harus langsung mencuci kakinya, klo ada jeda yg dianggap tidak muwalah (berturutan dalam wudhu), maka wudhunya dianggap batal, harus mengulang kembali. Ini madzhab malikiyyah. 

C.  Otomatis batal wudhunya ketika melepas kaos kaki. Ini madzhab hambali dan syafi’i qoul qodim. 

D.  Tidak batal wudhu dan tidak ada masalah ketika melepaskan kaos kakinya. Ini pilihan ibnu hazm dan ibnu taimiyyah. 

 

Semoga bermanfaat wallahu a’lam. 
Referensi : 

http://fatwa.islamweb.net/fatwa/index.php?page=showfatwa&Option=FatwaId&Id=70326

http://fatwa.islamweb.net/fatwa/index.php?page=showfatwa&Option=FatwaId&Id=

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: