SEGALA PUJI HANYA BAGI ALLAH SEMATA

March 7, 2017 at 2:32 am | Posted in Tulisan Lainnya | Leave a comment

SEGALA PUJI BAGI ALLAH
Diantara hikmahnya Allah subhanahu wa ta’ala mengajarkan kepada para hamba-Nya agar senantiasa memuji-Nya adalah agar hamba tersebut dekat kepada Allah,  Rabbnya. 
Allah Subhanahu wa ta’ala tidak butuh pujian hamba-Nya, karena seandainya seluruh makhluk yang ada di muka bumi ini memuja dan memuji-Nya, tidak akan menambah kerajaan-Nya sedikitpun,  begitu juga sebaliknya, nas’alullaha salamatan wal ‘Afiyyah. 
Kebaikan pujian kepada-Nya itu semuanya akan berpulang kepada hamba-Nya. Coba perhatikan surat Al Fatihah, dimulai dari :

بسمِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَٰﻦِ ﺍﻟﺮَّﺣِﻴﻢ

ﺍﻟْﺤَﻤْﺪُ ﻟِﻠَّﻪِ ﺭَﺏِّ ﺍﻟْﻌَﺎﻟَﻤِﻴﻦَ

ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَٰﻦِ ﺍﻟﺮَّﺣِﻴﻢِ

ﻣَﺎﻟِﻚِ ﻳَﻮْﻡِ ﺍﻟﺪِّﻳﻦِ

kita perhatikan ayat-ayat diatas yang menjadi rutinitas bacaan kita, ia diawali dengan puja dan puji kepada Allah. Jika kita lihat dhomir (kata ganti) pada ayat-ayat diatas, semuanya kembali kepada dhomir ghoibah (kata ganti orang ketiga). Namun ketika beralih kepada ayat berikutnya :

اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ   

“Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.”
Dhomir (Kata ganti) diswitch / diganti menjadi bentuk dhomir mukhothobah (kata ganti orang kedua)  yang artinya bahwa ketika anda tulus ikhlas memuji Allah subhanahu wa ta’ala, maka Allah akan hadir mendekat kepada diri anda, sehingga ketika menyebut-Nya, seolah-olah Dia ada dihadapan kita. 
Artinya ayat ini jika direnungkan secara me dalam, maka buah dari puja puji yang hanya kita persembahkan kepada Allah adalah kembali kepada kita, yang membuat kita merasa dekat dengan Allah. Tentu ini membuktikan puji-pujian yang kita hadiratkan kepada Rabb pencipta kita, apakah pujian tersebut palsu yang lahir bukan dari ketulusan tapi hanya sekedar basa-basi? atau memang tulus ikhlas dari lubuk hati yang terdalam. 

Hanya kita dan Allah sajalah yang mengetahui apakah kita menjadi orang yang berhasil memuji-Nya dengan merasakan kedekatan-Nya di diri kita masing-masing atau malah sebaliknya. 
Semoga Allah memberikan hidayah dan taufiknya kepada kita semua agar kita menjadi hamba-hambaNya yang tulus ikhlas mencintai dan mengagungkannya. Amiin ya Robbal ‘alamiin
#credit_point_from_tafsir_ibnu_katsir

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: