FIQIH RINGKAS ANJING PEMBURU

March 11, 2017 at 3:17 pm | Posted in Tulisan Lainnya | Leave a comment

FIQIH RINGKAS ANJING PEMBURU

¥¥¥¥¥

Diketik Neno Triyono,  Pada hari Sabtu malam 11 Maret 2017
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berkata kepada Adiy bin Hatim radhiyallahu :

ﺇِﺫَﺍ ﺃَﺭْﺳَﻠْﺖَ ﻛَﻠْﺒَﻚَ ﻓَﺎﺫْﻛُﺮْ ﺍﺳْﻢَ ﺍﻟﻠَّﻪِ، ﻓَﺈِﻥْ ﺃَﻣْﺴَﻚَ ﻋَﻠَﻴْﻚَ ﻓَﺄَﺩْﺭَﻛْﺘَﻪُ ﺣَﻴَّﺎً ﻓَﺎﺫْﺑَﺤْﻪُ، ﻭَﺇِﻥْ ﺃَﺩْﺭَﻛْﺘَﻪُ ﻗَﺪْ ﻗَﺘَﻞَ ﻭَﻟَﻢْ ﻳَﺄْﻛُﻞْ ﻣِﻨْﻪُ ﻓَﻜُﻠْﻪُ، ﻭَﺇِﻥْ ﻭَﺟَﺪْﺕَ ﻣَﻊَ ﻛَﻠْﺒِﻚَ ﻭَﺇِﻥْ ﻭَﺟَﺪْﺕَ ﻣَﻊَ ﻛَﻠْﺒِﻚَ ﻛَﻠْﺒﺎً ﻏَﻴْﺮَﻩُ ﻭَﻗَﺪْ ﻗَﺘَﻞَ ﻓَﻼ ﺗَﺄْﻛُﻞْ؛ ﻓَﺈِﻧَّﻚَ ﻻ ﺗَﺪْﺭِﻱ ﺃَﻳُّﻬُﻤَﺎ ﻗَﺘَﻠَﻪ 

“Jika engkau melepas Anjingmu (untuk berburu -pent.) maka sebutlah nama Allah,  bila Anjingmu menangkap binatang buruan untukmu dan masih dalam kondisi hidup, maka sembelihlah. Namun bila kondisinya sudah mati dan Anjingmu memangsanya bukan untuk dirinya (namum memang ia berburu untuk tuannya -pent.), maka makanlah. Kemudian jika engkau dapati ada Anjing lain yang bersamanya dan binatang buruan tersebut terbunuh,  maka jangan dimakan, karena engkau tidak tahu siapa sebenarnya Anjing yang membunuhnya…(Muttafaqun ‘Alaih) 
*FAWAID :*

1. Anjing Pemburu adalah Anjing yang dilatih untuk berburu. Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:

“Mereka bertanya kepadamu (Muhammad), Apakah yang dihalalkan bagi mereka? Katakanlah, Yang dihalalkan bagimu (adalah makanan) yang baik-baik dan (buruan yang ditangkap) oleh binatang pemburu yang telah kamu latih untuk berburu, yang kamu latih menurut apa yang telah diajarkan Allah kepadamu. Maka, makanlah apa yang ditangkapnya untukmu, dan sebutlah nama Allah (waktu melepasnya). Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah sangat cepat perhitungan-Nya.” (QS. Al-Ma’idah: Ayat 4).

2. Disyariatkan membaca Basmallah ketika melepas Anjing pemburu untuk menangkap sasaran buruannya. 

3. Binatang buruan yang berhasil ditangkap Anjing pemburu ada 2 kondisi : yang pertama masih sempat hidup,  maka disembelih sesuai dengan aturan syariat, baru kemudian dikonsumsi. Yang kedua sudah mati,  maka jika memang Anjing kita mempersembahkan buruan tersebut untuk kita,  halal untuk dikonsumsi. 

4. Jika ternyata ada Anjing lain yang ikut memburu buruan target kita, maka  jika yang mengeksekusi murni dari Anjing kita yang terlatih, maka hukumnya seperti point no. 3, jika yang eksekusi Anjing lain jelas tidak boleh, dan jika ragu-ragu, maka Rasulullah melarang kita memakannya. 
Adapun permasalahan apakah buruan tersebut harus dicuci 7 kali karena najisnya air liur Anjing sebagaimana telah ditetapkan syariat atau tidak perlu dicuci 7 kali? 

Kemudian bagaimana aturan berburu menggunakan senjata seperti :tombak,  panah, senapan dan semisalnya. 

Insya Allah pada kesempatan lain biidznillah. 
Referensi :

http://www.alukah.net/sharia/0/36704/

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: