PERLUKAH DICUCI BINATANG BURUAN YANG DITANGKAP ANJING PEMBURI? 

March 12, 2017 at 7:16 am | Posted in Tulisan Lainnya | Leave a comment

APAKAH BINATANG BURUANNYA PERLU DICUCI SETELAH DITANGKAP ANJING PEMBURU? 

¥¥¥¥¥

Diketik oleh Neno Triyono, Ahad siang 12 Maret 2017
Melanjutkan pembahasan terkait fiqih berburu dengan Anjing pemburu. Sekarang akan kita sampaikan apakah perlu daging buruannya dicuci 7 kali dengan air dan 1 kali dengan tanah.  Berikut perinciannya :

1. Masalah ini dibangun diatas pendapat yang merajihkan bahwa air liur Anjing adalah najis dan wajib dicuci 7 kali, atau yang dikenal dengan istilah najis mugholadhoh. 

2. Masalah ini juga dibangun atas pendapat bahwa hal ini berlaku juga untuk semua jenis Anjing, baik anjing pemburu, anjing penjaga ternak, penjaga tanaman, dan sebagai piaraan. 

3. Tentu besar kemungkinan bahwa air liur anjing menetes ke binatang buruan, karena kita ketahui Anjing selalu menjulurkan lidahnya. 

Kemudian jika binatang buruan kena tetesan air liur Anjing, maka bagaimana hukumnya :

A.  Wajib dicuci 7 kali dan 1 kali dengan tanah, sebagaimana ketika anjing menjilati bejana. Ini adalah pendapat resmi madzhab Syafi’i, Hanabilah dan Hanafiyyah. 

B. Tidak wajib dicuci karena diberikan keringanan padanya, ini adalah satu pendapat dalam madzhab Syafi’i dan Hanabilah. Dan ini yang dirajihkan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dan Al-‘Alamah ibnu Utsaimin. Alasan mereka :

√ Dhohirnya Firman Allah :

“Mereka bertanya kepadamu (Muhammad), Apakah yang dihalalkan bagi mereka? Katakanlah, Yang dihalalkan bagimu (adalah makanan) yang baik-baik dan (buruan yang ditangkap) oleh binatang pemburu yang telah kamu latih untuk berburu, yang kamu latih menurut apa yang telah diajarkan Allah kepadamu. Maka, makanlah apa yang ditangkapnya untukmu, dan sebutlah nama Allah (waktu melepasnya)(QS. Al-Ma’idah: Ayat 4)

Disini tidak ada perintah Allah untuk mencuci binatang buruan. 

√ Hadits-hadits yang datang dari rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berkenaan dengan ini juga tidak ada yang menyebutkan perintah mencuci. Kemudian hadits perintah mencuci air liur anjing datang dengan kalimat “jika Anjing menjilati” berbeda dengan fakta pada saat berburu Anjing hanya menggigitnya, tidak menjilatinya. 

√ Para sahabat tidak dinukil bahwa mereka pernah mencuci binatang buruan menggunakan Anjing dengan 7 kali cucian. 

√ masalah berburu dengan Anjing terlatih pada asalnya adalah keringanan dari syariat untuk kita semua, sehingga jika masih ada beban untuk mencuci binatang buruan 7 kali, tentu ini menghilangkan pesan keringanan yang telah diberikan syariat sebelumnya. 

4. Jika Anjing pemburu kemudian menjilati bejana atau semisalnya, maka tetap berlaku perlakuan najis mugholadhoh padanya, karena pengecualian hanya diberikan pada binatang buruannya saja. 

Wallahul A’lam. 
Referensi utama :

https://islamqa.info/ar/197103

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: