ADAB SEORANG MUKMIN KEPADA ALLAH

March 14, 2017 at 5:48 am | Posted in Tulisan Lainnya | Leave a comment

SOPAN SANTUN KEPADA ALLAH

¥¥¥¥¥

Diketik oleh Neno Triyono, pada Selasa siang, 14 Maret 2017
Diantara adab yang harus diperhatikan oleh setiap mukmin adalah menyandarkan perkara-perkara yang baik kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Adapun untuk kejelekan, maka jangan secara langsung disandarkan kepada Allah subhanahu wa ta’ala, sekalipun wajib kita mengimani takdir yang baik maupun yang jelek, semuanya sudah ditetapkan oleh Rabbunaa Azza wa Jalla. 
Allah Subhanahu wa ta’ala yang mengajari kita langsung melalui Kalam-Nya dalam Kitab-Nya yang Mulia. Misalnya beberapa ayat berikut :

√ perkataan Nabi Ibrahim alaihis salaam :

الَّذِيْ خَلَقَنِيْ فَهُوَ يَهْدِيْنِ 

“(yaitu) yang telah menciptakan aku, maka Dia yang memberi petunjuk kepadaku,” (QS. Asy-Syu’ara’: Ayat 78)

وَ الَّذِيْ هُوَ يُطْعِمُنِيْ وَيَسْقِيْنِ 

“dan yang memberi makan dan minum kepadaku;” (QS. Asy-Syu’ara’: Ayat 79)

وَاِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِيْنِ ۖ     

“dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan aku,” (QS. Asy-Syu’ara’: Ayat 80)

nabi Ibrahim alaihis salaam menyandarkan penciptaan, pemberian petunjuk, memberi makan dan minum, dimana ini adalah perkara-perkara yang baik langsung kepada Allah, namun ketika perkara sakit, Beliau tidak menyadarkannya kepada Allah, krn sakit dianggap bukan perkara yang baik secara normal. 
√ Perkataan Jin mukmin :

وَّاَنَّا لَا نَدْرِيْۤ اَشَرٌّ اُرِيْدَ بِمَنْ فِى الْاَرْضِ اَمْ اَرَادَ بِهِمْ رَبُّهُمْ رَشَدًا  

“Dan sesungguhnya kami (jin) tidak mengetahui (adanya penjagaan itu) apakah keburukan yang dikehendaki orang yang di bumi ataukah Tuhan mereka menghendaki kebaikan baginya.” (QS. Al-Jinn: Ayat 10)

Disini Jin ketika mengatakan keburukan menggunakan kalimat pasif, yang menunjukkan pelakunya majhul, artinya tidak secara langsung menyebutkan subyeknya, yakni siapa yang menghendaki keburukan.  Namun ketika perkara kebaikan, maka Jin mengatakannya dalam kalimat aktif yakni Rabbunaa Azza wa Jalla selalu menghendaki kebaikan bagi kita semuanya. 
Dan banyak ayat-ayat yang semisal ini dalam Al Qur’an. Oleh karenanya, hendaknya kita beradab dengan adab ini, karena langsung diajarkan oleh Rabbunaa Azza wa Jalla.

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: