TAFSIR ALIF LAM MIM

March 28, 2017 at 4:23 pm | Posted in Tulisan Lainnya | Leave a comment

TAFSIR HURUF MUQOTHO’AH

¥¥¥¥¥¥¥

Diketik oleh Neno Triyono, pada Selasa Malam, 28 Maret 2017
Huruf Muqotho’ah adalah huruf-huruf hijaiyyah yang terdapat pada beberapa surat Al Qur’an, seperti الم pada awal surat Al Baqoroh, Ali Imron dan surat lainnya, kemudian طه Dan lain-lain. 
Para ulama tafsir berbeda pendapat dalam menafsirkan huruf muqotho’ah.  Imam ibnu Katsir dalam tafsirnya membaginya dalam 2 pendapat, sebagian ulama berpendapat tidak menafsirkannya, namun diserahkan kepada Allah terkait maksudnya, sedangkan sebagian lainnya menafsirkan huruf muqotho’ah. 
Kemudian pihak Yang menafsirkan berbeda pendapat juga dalam menafsirkannya, Ada Yang mengatakan itu adalah nama Surat, pendapat lain mengatakan itu adalah pembuka Surat Dan yang lain lagi menafsirkan bahwa itu adalah nama dari Nama-Nama Allah atau selain dari itu. 
Sementara itu Al-‘Alamah Muhammad bin Sholih Al Utsaimin merincinya menjadi 4 pendapat terkait penafsiran huruf muqotho’ah :

1. Mereka menafsirkannya sebagaimana pendapat kedua yang dinukil oleh Imam ibnu Katsir. 

2. Itu adalah huruf hijaiyyah yang tidak memiliki makna secara mutlak. 

3. Ia memiliki makna, tapi maknanya diserahkan kepada Allah. 

4. Tawaquf, apakah dia memiliki makna atau tidak memiliki makna, wallahul A’lam. 
Kemudian Asy-Syaikh ibnu Utsaimin merajihkan pendapat kedua, bahwa huruf muqothoah tersebut tidak memiliki makna secara mutlak, alasannya orang Arab tidak pernah mengenal huruf-huruf dengan susunan tersebut memiliki makna, ini sebagaimana seorang mengatakan alif, ba, ta, tsa dan seterusnya. 
Namun Asy-Syaikh mengatakan bahwa adanya huruf muqotho’ah yang Allah jadikan di awal beberapa surat ini memiliki hikmah, dan beliau merajihkan hikmahnya adalah untuk menyindir orang Arab yang mereka tidak mampu membuat satu surat saja semisal Al Qur’an, padahal Al Qur’an ini berisi bahasa arab yang tidak keluar dari huruf-huruf hijaiyyah yang biasa mereka gunakan, dengan kata lain Al Qur’an menjadi mukjizat sepanjang zaman. 
Sementara itu Asy-Syaikh Abdur Rokhman As-Sa’di dalam kitab tafsirnya memilih pendapat untuk menyerahkannya kepada Allah saja, begitu juga Asy-Syaikh Nawawi Al-Bantani, ulama nusantara yang memiliki reputasi internasional, beliau berkata dalam kitab tafsirnya “Maroohi Labiid” :

وهي سر القرآن فنحن نؤمن بظاهرها ونفوّض العلم فيها إلى الله تعالى

“Itu adalah rahasia Al Qur’an, kami beriman dengan dhohirnya, namun kami menyerahkan ilmu (penafsirannya) kepada Allah subhanahu wa ta’ala. 
Na’am, tidak hadits yang marfu’ dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam yang bisa dijadikan sandaran dalam menafsirkan huruf muqotho’ah tersebut. Asy-Syaikh as-Sa’diy dalam tafsirnya berkata :

ﻭﺃﻣﺎ ﺍﻟﺤﺮﻭﻑ ﺍﻟﻤﻘﻄﻌﺔ ﻓﻲ ﺃﻭﺍﺋﻞ ﺍﻟﺴﻮﺭ، ﻓﺎﻷﺳﻠﻢ ﻓﻴﻬﺎ، ﺍﻟﺴﻜﻮﺕ ﻋﻦ ﺍﻟﺘﻌﺮﺽ ﻟﻤﻌﻨﺎﻫﺎ ‏[ ﻣﻦ ﻏﻴﺮ ﻣﺴﺘﻨﺪ ﺷﺮﻋﻲ ‏] ، ﻣﻊ ﺍﻟﺠﺰﻡ ﺑﺄﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻟﻢ ﻳﻨﺰﻟﻬﺎ ﻋﺒﺜﺎ ﺑﻞ ﻟﺤﻜﻤﺔ ﻻ ﻧﻌﻠﻤﻬﺎ .

Adapun huruf-huruf yang terputus diawal beberapa surat, maka yang lebih selamat padanya adalah diam dari menafsirkan maknanya tanpa landasan syar’i, bersama keyakinan bahwa Allah Subhanaahu wa Ta’aalaa tidak menurunkannya secara sia-sia, namun untuk suatu hikmah yang kami tidak mengetahuinya.
Referensi :

-Tafsir Ibnu Katsir

– Tafsir Al Fatihah dan Al Baqoroh ibnu Utsaimin

– Marooh Al-Labiid

– Taisir Kariimi Ar-Rahman

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: