BELAJAR SIKAP PERTENGAHAN DARI ASY-SYAIKH MUQBIL BIN HADI

April 3, 2017 at 9:17 pm | Posted in Tulisan Lainnya | Leave a comment

BELAJAR DARI SIKAP PERTENGAHAN AL-‘ALAMAH MUQBIL BIN HADI -RAHIMAHULLAH-
Asy-Syaikh Muqbil bin Hadiy terkenal sebagai ulama yang bertangan dingin, Allah Subhanahu wa ta’ala bukakan melalui bimbingannya murid-murid beliau yang mampu membuat karya tulis ilmiah dalam rangka berkhidmat kepada kaum Muslimin. Lahirlah banyak karya tulis dalam berbagai bidang dari beliau sendiri dan juga murid-muridnya, kelihatannya beliau adalah orang yang bersemangat dalam menyebarkan ilmu dan juga menghasung para thulab untuk menuangkan fawaid ilmiyyah dalam secarik kertas, yang jika dikumpulkan menjadi sebuah karya tulis yang bermanfaat dunia dan akhirat. 
Sebagai seorang guru, tentu beliau banyak diminta oleh muridnya untuk memberikan sepatah dua patah kata sebagai mukadimah kitab yang ditulis muridnya. Diantara fawaid ilmu yang saya dapatkan dari taqdim beliau adalah arahan yang jelas dari beliau agar kita mengambil sikap pertengahan didalam bermuamalah atau mendalami suatu ilmu. 
Saya sebutkan dua contoh saja, yang pertama dalam taqdimnya terhadap kitab “Naashihatun lin Nisaa'”, karya anak beliau sendiri Ummu Abdillah. Disana beliau memaparkan bagaimana sikap manusia memperlakukan wanita dalam masalah pendidikannya, ada yang ekstrim membiarkan wanita bebas sebebasnya seperti kaum pria,  berkeliaran kemana-mana, bercampur baur dengan laki-laki asing. Di sisi ekstrim satunya lagi, terlalu mengekang wanita dan mengabaikan pendidikannya, sehingga para wanita yang menjadi tanggungangannya dibiarkan tanpa bimbingan ilmu dan nasehat agama. Maka beliau mengarahkan agar kaum muslimin memperhatikan pendidikan wanita, namun tetap dalam batasan koridor-koridor syar’iyyah. 
Kemudian dalam taqdimnya terhadap kitab Al-Hullal ta’liq ‘alaa Tuhfatus Saniyyah, beliau juga menyebutkan pihak yang berlebihan dalam mempelajari ilmu-ilmu bahasa arab sampai ‘ndaqiq’, sehingga melalaikan dari belajar yang lebih penting darinya dalam rangka membenarkan ibadahnya kepada Allah Azza wa Jalla. Kemudian di sisi yang lain, kata beliau ada pihak-pihak yang abai dan meremehkan kajian bahasa arab. Sehingga yang terbaik adalah bersikap proposional ketika belajar dan mengajar ilmu bahasa arab sebagai alat bantu memahami Al Qur’an dan hadits dengan pemahaman yang benar. 
Semoga Allah memberikan rahmat-Nya yang luas kepada Asy-Syaikh kita Muqbil bin Hadi dan kepada kita semuanya. Amiin

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: