HADITS SHAHIH HARUS HADITS AZIZ? 

April 3, 2017 at 4:15 am | Posted in Tulisan Lainnya | Leave a comment

HADITS AZIZ APAKAH MENJADI SYARAT SHAHIHNYA SUATU HADITS? 

¥¥¥¥¥

Diketik oleh Neno Triyono, pada hari Senin, 3 April 2017
Para ulama hadits muta’akhirin membagi hadits ditinjau dari jalan-jalannya sampai kepada kita menjadi hadits mutawatir dan hadits Ahad. Kemudian hadits Ahad dibagi lagi menjadi 3 yaitu : masyhur, aziz dan ghoriib. 
Pada pembahasan ini kita akan menyinggung suatu isu yang disounding oleh Al Hafidz Ibnu Hajar dalam kitab mustholahnya “Nukhbatul Fikr” yg disyarah juga oleh beliau sendiri dengan   judul “Nuzhatun Nadhor”. 
Hadits aziz adalah hadits yang jalan sanadnya minimal ada 2 perowi dalam tiap tingkatan sanadnya dan yang dijadikan referensi dalam melihat kuantitas perowi hadits adalah tingkatan yang perowinya paling sedikit. Misal di tingkatan sahabat ada 4 orang sahabat, lalu di tabi’in cuma ada 2 tabi’in, kemudian atba’ut Tabi’in ada 6…

Maka yg dijadikan patokan dalam menilai sanad hadits secara kuantitas adalah tingkatan tabi’in yang berjumlah paling sedikit yaitu 2 perowi dan hadits ini dihukumi sebagai hadits aziz. 
Kembali ke tema pembahasan, Al Hafidz ibnu hajar menyebutkan bahwa Ali Al-Juba’i, seorang gembong Mu’tazilah berpendapat bahwa minimal hadits dikatakan shahih adalah hadits yang dihukumi minimal sebagai hadits Aziz,  pun kata Al Hafidz madzhab ini diisyaratkan oleh Imam Al Hakim dari kalangan ulama hadits.  Imam Al Hakim berkata dalam kitabnya “Ma’rifatu Uluumil Hadits” :

الصَّحيحُ أنْ يَرْوِيَهُ الصحابيُّ الزائلُ عنهُ اسمُ الجَهالة؛ بأَنْ يكونَ لهُ راوِيانِ، ثمَّ يتداوَلَهُ أَهلُ الحَديثِ إِلى وَقْتِنِا، كالشَّهادَةِ عَلى الشَّهادَةِ.

“hadits Shahih adalah hadits yang diriwayatkan oleh sahabat yg kemajhulan telah hilang darinya, dan ia memiliki 2 perowi, kemudian terus berestafet dikalangan ahli hadits sampai kepada kita, seperti persaksian dalam hal bersaksi”.

Dalam kitabnya yang lain Imam Al Hakim menyebutkan bahwa hadits aziz adalah menjadi syarat dalam kitab shahihain, beliau berkata :

ﻻ ﻳﻜﻮﻥ ﺍﻟﺼﺤﻴﺢ ﺇﻻ ﻣﺎ ﺭﻭﺍﻩ ﺍﺛﻨﺎﻥ ﺃﻭ ﺃﻛﺜﺮ

“Hadits tidak dihukumi shahih kecuali jika diriwayatkan oleh 2 perowi atau lebih”.

Imam abu Bakar ibnul Arabi pun mengklaim bahwa hadits aziz menjadi pensyaratan Imam Bukhori dan Muslim. Sehingga berdasarkan pendapat imam Al Hakim hadits ghorib, yang jalan sanadnya cuma tunggal,  otomatis adalah hadits yang dhoif. 
Namun mayoritas ulama tidak setuju dengan pendapat diatas, yakni mereka mengemukakan hadits Innamal A’malu bin Niyaat, yang berstatus ghorib mulai dari Umar bin khattab radhiyallahu anhu sampai beberapa perowi dibawahnya hanya bersanad tunggal, namun para ulama hadits telah ijma menerima keshahihan hadits ini. Imam Tirmidzi juga banyak menshahihkan hadits ghorib, dimana beliau sering mengatakan setelah meriwayatkan hadits :

ﻫﺬﺍ ﺣﺪﻳﺚ ﺻﺤﻴﺢ ﻏﺮﻳﺐ

“Hadits ini Shahih ghoriib”.
Maka pendapat terpilih dikalangan mayoritas ulama adalah jika terbukti keshahihan hadits yakni diriwayatkan dengan sanad yang bersambung,  perowinya adil,  dhobith, tidak syadz dan tidak ada illat yang tersembunyi, dihukumi sebagai hadits shahih, sekalipun jalan periwayatannya hanya tunggal (ghariib). 
Imam Asy-Syafi’i punya pembahasan yang sangat Bagus dalam kitabnya “Ar-Risalah” terkait kenapa tidak diberlakukan syarat menerima kesaksian yaitu minimal 2 orang laki-laki yang adil dalam masalah menerima hadits. Silakan dirujuk kesana bagi yang berminat. 

Wallahul A’lam. 
Semoga Allah memberikan Rahmat yang luas kepada penulis, kedua orang tua penulis, guru-guru kami, ulama kita dan kaum muslimin seluruhnya.

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: