AS-SUNAH BAB 1 (BAG. 2)

April 10, 2017 at 12:57 am | Posted in Tulisan Lainnya | Leave a comment

By Neno Triyono

Bab 1 hadits no. 3 & 4

Imam ibnu Abi Ashim berkata :

٣- حَدَّثَنَا ابْنُ مُصَفَّى حَدَّثَنَا بَقِيَّةُ حَدَّثَنَا عِيسَى بْنُ إِبْرَاهِيمَ حَدَّثَنِي ابن دينار عن الخصيب عَنْ رَاشِدِ بْنِ سَعْدٍ عَنْ أَبِي أُمَامَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:

“مَا تَحْتَ ظِلِّ السَّمَاءِ إِلَهٌ يُعْبَدُ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَعْظَمُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ هَوًى مُتَّبَعٌ”.

“Tidak ada dibawah naungan langit tuhan yang disembah selain Allah yang sangat besar perkaranya disisi Allan daripada hawa nafsu yang diperturutkan” [*Palsu*].

*Catatan :* sekalipun hadits diatas dari sisi sanadnya palsu, namun maknanya didukung oleh Firman Allah subhanahu wa ta’ala :

اَفَرَءَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ اِلٰهَهٗ هَوٰٮهُ وَاَضَلَّهُ اللّٰهُ عَلٰى عِلْمٍ وَّخَتَمَ عَلٰى سَمْعِهٖ وَقَلْبِهٖ وَجَعَلَ عَلٰى بَصَرِهٖ غِشٰوَةً  ۗ  فَمَنْ يَّهْدِيْهِ مِنْۢ بَعْدِ اللّٰهِ   ۗ  اَفَلَا تَذَكَّرُوْنَ

“Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya dan Allah membiarkannya sesat dengan sepengetahuan-Nya, dan Allah telah mengunci pendengaran dan hatinya serta meletakkan tutup atas penglihatannya? Maka siapakah yang mampu memberinya petunjuk setelah Allah (membiarkannya sesat)? Mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?” (QS. Al-Jasiyah 45: Ayat 23).
Imam ibnu Abi Ashim berkata :

٤- حَدَّثَنَا ابْنُ مُصَفَّى ثنا بَقِيَّةُ ثنا شُعْبَةُ أَوْ غَيْرُهُ عَنْ مُجَالِدٍ عَنِ الشَّعْبِيِّ عَنْ شُرَيْحٍ عن عمر ابن الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِعَائِشَةَ: “يَا عَائِشَةُ إِنَّ الَّذِينَ فَارَقُوا دِينَهُمْ وَكَانُوا شِيَعًا إِنَّهُمْ أَصْحَابُ الْبِدْعَةِ وَالأَهْوَاءِ وَأَصْحَابُ الضَّلالَةِ مِنْ هَذِهِ الأُمَّةِ يَا عَائِشَةُ إِنَّ لِكُلِّ صَاحِبِ ذَنْبٍ تَوْبَةً غَيْرَ أَصْحَابِ الأَهْوَاءِ وَالْبِدَعِ لَيْسَ لَهُمْ تَوْبَةٌ أَنَا مِنْهُمْ بَرِيءٌ وَهُمْ مِنِّي بُرَآءُ”.

“Wahai Aisyah,  sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agama dan menjadi beberapa golongan, mereka itu adalah ahlul bid’ah dan ahlul ahwa, serta orang-orang yang sesat dari kalangan umatku. Wahai Aisyah, sesungguhnya setiap pelaku dosa memiliki taubat, kecuali ahlul ahwa dan ahlu bid’ah, mereka tidak memiliki taubat. Saya berlepas diri dari mereka dan mereka pun berlepas diri dariku” [*Dhoif*].

*Catatan :* sekalipun hadits diatas sanadnya dhoif, namun didukung oleh beberapa hadits yang nanti akan disampaikan oleh Imam Ibnu Abi Ashim. Dan pembahasannya ada disana. 
_catatan untuk pelajaran As-Sunnah li Imam Ibnu Abi ‘Ashim_

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: