BERBAKTI KEPADA ORANG TUA YANG SUDAH WAFAT

April 24, 2017 at 4:53 pm | Posted in Tulisan Lainnya | Leave a comment

CARA BERBUAT BAIK KEPADA ORANG TUA SETELAH MEREKA WAFAT
By Neno Triyono,  Senin Malam, 24 April 2017
Berbuat baik kepada kedua orang tua pada saat mereka hidup adalah perkara yang sudah maklum dan lumrah diketahui yakni seluruh perbuatan baik yang bisa secara langsung atau tidak langsung diberikan kepada kedua orang tua pada saat mereka hidup. 
Pembahasan kali ini adalah cara untuk tetap berbuat baik kepada orang tua, setelah mereka wafat. Diriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam pernah memberikan tuntunan dalam masalah ini. Seorang dari Bani Salamah pernah bertanya kepada Beliau :

 ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ , ﻫَﻞْ ﺑَﻘِﻲَ ﻣِﻦْ ﺑِﺮِّ ﺃَﺑَﻮَﻱَّ ﺷَﻲْﺀٌ ﺃَﺑَﺮُّﻫُﻤَﺎ ﺑِﻪِ ﺑَﻌْﺪَ ﻣَﻮْﺗِﻬِﻤَﺎ؟ ﻓﻘَﺎﻝَ : ﻧَﻌَﻢْ، ﺍﻟﺼَّﻠَﺎﺓُ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻤَﺎ، ﻭَﺍﻟِﺎﺳْﺘِﻐْﻔَﺎﺭُ ﻟَﻬُﻤَﺎ ﻭﺇﻧﻔﺎﺫ ﻋﻬﺪﻫﻤﺎ ﻣﻦ ﺑﻌﺪﻫﻤﺎ , ﻭَﺻِﻠَﺔُ ﺍﻟﺮَّﺣِﻢِ ﺍﻟَّﺘِﻲ ﻟَﺎ ﺗُﻮﺻَﻞُ ﺇِﻟَّﺎ ﺑِﻬِﻤَﺎ، ﻭَﺇِﻛْﺮَﺍﻡُ ﺻَﺪِﻳﻘِﻬِﻤَﺎ

“Wahai Rasulullah, apakah aku masih bisa tetap berbuat baik kepada kedua orang tuaku setelah mereka wafat?”.

Nabi menjawab   : “ya bisa, doakanlah mereka berdua, mintakan ampun untuknya, tunaikan janji yang pernah dibuatnya, setelah wafatnya mereka, menyambung tali silaturahmi yang dulu biasa mereka sambung, dan muliakanlah teman akrab kedua orang tuamu”.

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dalam Sunannya, namun sanadnya didhoifkan oleh Imam Al Albani. 
Namun sekalipun dhoif, makna hadits diatas dapat diterima, karena didukung oleh nash-nash lain yang shahihah. Berdasarkan ini, maka ada beberapa tips yang dikatakan diberikan oleh Nabi dalam rangka berbuat baik kepada orang tua setelah mereka wafat. 

1. Mendoakan kedua orang tua. Banyak sekali nash-nash yang berisi perintah bagi seorang anak untuk mendoakan kedua orang tuanya. Misalnya Firman Allah subhanahu wa ta’ala :

وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيٰنِيْ صَغِيْرًا  

“Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, Wahai Tuhanku! Sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil.” (QS. Al-Isra’ 17: Ayat 24)

2. Memohonkan ampunan untuk keduanya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ﺇِﻥَّ ﺍﻟﺮَّﺟُﻞَ ﻟَﺘُﺮْﻓَﻊُ ﺩَﺭَﺟَﺘُﻪُ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ ﻓَﻴَﻘُﻮﻝُ ﺃَﻧَّﻰ ﻟِﻲْ ﻫَﺬَﺍ ﻓَﻴُﻘَﺎﻝُ ﺑِﺎﺳْﺘِﻐْﻔَﺎﺭِ ﻭَﻟَﺪِﻙَ ﻟَﻚَ

Ada seorang lelaki yang kedudukannya terangkat di syurga kelak.” Ia pun bertanya,”Bagaimana ini?” Maka dijawab: “Lantaran istighfar anakmu. (HR. Ibnu Majah, dishahihkan Al Albani). 

3. Menunaikan janji orang tua, misalnya bapak/ibu kita berjanji memberikan sesuatu kepada orang lain, namun mereka belum sempat merealisasikannya sudah keburu meninggal dunia. Maka sebagai seorang anak, sekalipun Harta orang tua kita sudah menjadi haknya ahli waris, si anak sangat mulia jika mau merealisasikan janji orang tuanya tersebut. 

4. Menjalin silaturahmi yang dulu disambung oleh mereka berdua. Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam pernah bersabda :

ﺇِﻥَّ ﺃَﺑَﺮَّ ﺍﻟْﺒِﺮِّ ﺻِﻠَﺔُ ﺍﻟْﻮَﻟَﺪِ ﺃَﻫْﻞَ ﻭُﺩِّ ﺃَﺑِﻴﻪِ

“Sesungguhnya berbakti kepada kedua orang tua yang paling tinggi adalah seorang anak menyambung tali silaturahmi kerabat bapaknya yang paling dicintainya” (HR. Muslim). 

5. Memuliakan kawan dekat orang tua kita. Dikisahkan dalam shahih Muslim, ibnu Umar radhiyallahu anhuma pernah memperlakukan seorang badui dengan baik, maka ketika ditanya alasannya, beliau menjawab bahwa orang badui tadi dulu adalah kawan akrab bapaknya Umar bin Khothob radhiyallahu anhu pada saat masih hidup. 
Demikian diantara bentuk-bentuk berbakti kepada orang tua setelah mereka wafat. Dan pahala besar menanti para anak yang bisa merealisasikan hal tersebut, karena Allah sebutkan perintah berbakti ini, setelah perintah untuk mentauhidkan-Nya. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

وَقَضٰى رَبُّكَ اَ لَّا تَعْبُدُوْۤا اِلَّاۤ اِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا  ۗ  اِمَّا يَـبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ اَحَدُهُمَاۤ اَوْ كِلٰهُمَا فَلَا تَقُلْ لَّهُمَاۤ اُفٍّ وَّلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيْمًا

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan ah dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik.” (QS. Al-Isra’ 17: Ayat 23).
*So, idealnya para pengusung bendera tauhid adalah mereka anak-anak yang senantiasa berbakti kepada orang tuanya*.

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: