MENQODHO SHOLAT SUNNAH

May 6, 2017 at 4:08 pm | Posted in Tulisan Lainnya | Leave a comment

MENGQODHO SHOLAT SUNNAH
By. Neno Triyono
Imam Tirmidzi dalam sunannya (no. 422) meriwayatkan dengan sanadnya sampai kepada Qois Rodhiyallahu ‘anhu, beliau berkata :

خَرَجَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَأُقِيمَتِ الصَّلَاةُ، فَصَلَّيْتُ مَعَهُ الصُّبْحَ، ثُمَّ انْصَرَفَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَوَجَدَنِي أُصَلِّي، فَقَالَ: «مَهْلًا يَا قَيْسُ، أَصَلَاتَانِ مَعًا»، قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، إِنِّي لَمْ أَكُنْ رَكَعْتُ رَكْعَتَيِ الفَجْرِ، قَالَ: «فَلَا إِذَنْ»،

“Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wa Salaam keluar, lalu sholat (Subuh) sudah diiqomati. Lalu aku pun sholat Subuh bersama Beliau. Setelah Nabi Sholallahu ‘alaihi wa Salaam selesai sholat, Beliau mendapatiku sedang mengerjakan sholat. (setelah selesai sholat) Nabi Sholallahu ‘alaihi wa Salaam bertanya kepadaku : “pelan-pelan saja, wahai Qois, bukankah engkau mengerjakan sholat Subuh tadi bersamaku”. Lalu aku pun menjawab : “Wahai Rasulullah, tadi aku belum sempat menunaikan sholat qobiyah Subuh, (sekarang aku akan menqodhonya –pent.)”, maka Rasulullah mengomentarinya : “kalau begitu tidak mengapa”. (Hadits diatas dishahihkan oleh Imam Al Albani).
Imam Syaukani dalam Nailul Author (3/33) mengatakan :

وَفِي الْحَدِيثِ مَشْرُوعِيَّةُ قَضَاءِ النَّوَافِلِ الرَّاتِبَةِ

 “dalam hadits ini terdapat dali disyariatkan untuk mengqodho sholat-sholat sunah rowatib”.

Kemudian Imam Syaukani membuka pembahasan apakah qodho tersebut disebabkan udzur karena terluput dalam mengerjakannya atau tidak. Kata beliau para ulama berbeda pendapat tentangnya :

1. Qodho ini mutlak, baik ia tidak sempat mengerjakan pada waktunya, – misalnya sholat qobliyah subuh, ia tidak sempat mengerjakannya sudah keburu sholat Subuh diiqomati di masjid -, alasannya tidak sempatnya karena udzur atau tidak ada udzur, maka bisa diqodho setelah sholat Fardhu. Alasannya karena taqrir Nabi Sholallahu ‘alaihi wa Salaam diatas secara mutlak. Ini adalah pendapatnya Imam Syafi’i yang jadid dan Imam Ahmad.

2. Tidak boleh mengqodho sholat sunnah, ini adalah pendapatnya Imam Abu Hanifah, Imam Syafi’i dalam qoul qodiimnya, satu riwayat dari Imam Malik, dan satu riwayat dari Imam Ahmad.

3. Dilihat apakah sholat sunah tersebut merupakan sholat sunah yang berdiri sendiri, seperti sholat Ied, Dhuha dan semisalnya, maka boleh diqodho. Adapun sholat sunah rowatib, maka tidak boleh diqodho. Ini adalah salah satu pendapat dalam madzhab Syafi’i.

4. Silakan pilih, mau qodho terserah, tidak mengqodho juga silakan. Ini adalah pendapatnya ahlu ra’yu dan salah satu riwayat dari Imam Malik.

5. Jika ada udzur, seperti ketiduran atau lupa, maka boleh mengqodho, sedangkan jika tidak ada udzur tidak boleh mengqodho. Ini adalah pendapatnya Imam Ibnu Hazm.
Pendapat yang rajih, wallahul a’lam adalah pendapat yang terakhir yaitu qodho ini dikaitkan dengan udzur. Karena esensi dari qodho adalah memberikan kesempatan menunaikan amalan-amalan yang tidak sempat dikerjakan pada waktunya. Dan qodho ini dibangun berdasarkan dalil tersendiri, yang singkat kata itu dinamakan dengan udzur syar’i yang menyebabkan tidak bisa mengerjakan sholat pada waktunya. Hal ini berdasarkan hadits :

مَنْ نَسِيَ صَلَاةً، أَوْ نَامَ عَنْهَا، فَكَفَّارَتُهَا أَنْ يُصَلِّيَهَا إِذَا ذَكَرَهَا

“Barangsiapa yang terlupa atau tertidur dari sholatnya, maka kafarah (tebusannya) adalah dia mengerjakan sholatnya ketika ingat” (Muttafaqun alaih, dan ini lafadz Muslim).
Berdasarkan hadits diatas, Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wa Salaam membangun hukum menqodho sholat karena adanya udzur. Diantara yang memperkuat bahwa qodho sholat sunah dikaitkan dengan udzur adalah sebuah riwayat dari Ummu Salamah Rodhiyallahu ‘anha :

نَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْعَصْرِ فَسَأَلَتْهُ عَنْهُمَا فَقَالَ : (إِنَّهُ أَتَانِي نَاسٌ مِنْ عَبْدِ الْقَيْسِ فَشَغَلُونِي عَنْ الرَّكْعَتَيْنِ اللَّتَيْنِ بَعْدَ الظُّهْرِ فَهُمَا هَاتَانِ

“Sesungguhnya Nabi Sholallahu ‘alaihi wa Salaam sholat 2 rakaat setelah Ashar, lalu Ummu Salamah pun bertanya kepada Beliau, maka dijawab oleh Beliau : “tadi (setelah Dhuhur) aku dikunjungi oleh utusan dari Abdul Qois, sehingga aku pun sibuk dan tidak sempat melaksanakan sholat 2 rokaat ba’diyah Dhuhur, maka sholat 2 rokaat ba’da Ashar tadi (adalah sebagai penggantinya)” (Muttafaqun ‘alaih).
Maka dalam hal ini Nabi Sholallahu ‘alaihi wa Salaam mengkaitkan qodho yang beliau lakukan adalah karena udzur yang menghalangi Beliau menunaikan sholat sunah Rowatib tepat pada waktunya. 
Pendapat yang mempersyaratkan adanya udzur untuk memperbolehkan mengqodho sholat dirajihkan juga oleh al-‘Alamah Muhammad bin Sholih al-Utsaimin, sebagaimana dinukil dalam fatwa beliau berikut ini :

ذا أخر إنسان السنة القبلية إلى بعد الصلاة ، فإن كان لعذر فلا حرج عليه أن يقضيها بعدها وتجزئه ، وإذا كان لغير عذر فإنها لا تجزئه ، وما ذكرت السائلة من أن الوقت لا يتسع إلا للوضوء ولصلاة الفرض فإنه عذر ، وعلى هذا فيجوز قضاء الرواتب القبلية بعد الصلاة ، ولكنه في هذه الحال يبدأ أولاً بالسنة البعدية ثم يقضي السنن القبلية” انتهى .

“jika seseorang mengakhirkan sunah qobliyah setelah sholat wajib, jika ia memiliki udzur, maka tidak masalah untuk menqodhonya setelah sholat, namun jika tanpa udzur maka tidak boleh. Apa yang disebutkan oleh si penanya bahwa waktunya (untuk mengerjakan qobliyah) tidak cukup, kecuali sekedar berwudhu dan sholat fardhu, maka ini termasuk udzur. Maka berdasarkan hal ini boleh untuk menqodho sholat sunah rowatib qobliyah setelah Sholat wajib. Namun dalam kondisi ini ia mulai dulu dengan sholat ba’diyah (jika ada-pent.) baru mengqodho sunah qobliyyah (yang terluput darinya)”. (https://islamqa.info/ar/146713).
Wallahu Ta’aalaa A’lam bish Showaab.

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: