KAUM MUNAFIKIN INDONESIA

May 7, 2017 at 11:38 pm | Posted in Tulisan Lainnya | Leave a comment

KAUM MUNAFIKIN INDONESIA
Imam ibnu Jarir menjelaskan apa bentuk kerusakan yang diperbuat oleh munafikin di muka bumi ini :

فَأَهْلُ النِّفَاقِ مُفْسِدُونَ فِي الْأَرْضِ بِمَعْصِيَتِهِمْ فِيهَا رَبَّهُمْ، وَرُكُوبِهِمْ فِيهَا مَا نَهَاهُمْ عَنْ رُكُوبِهِ، وَتَضْيِيعِهِمْ فَرَائِضَهُ، وَشَكِّهِمْ فِي دِينِهِ الَّذِي لَا يُقْبَلُ مِنْ أَحَدٍ عَمَلٌ إِلَّا بِالتَّصْدِيقِ بِهِ وَالْإِيقَانِ بِحَقِيقَتِهِ، وَكَذِبِهِمُ الْمُؤْمِنِينَ بِدَعْوَاهُمْ غَيْرَ مَا هُمْ عَلَيْهِ مُقِيمُونَ مِنَ الشَّكِّ وَالرَّيْبِ، وَمُظَاهَرَتُهُمْ أَهْلَ التَّكْذِيبِ بِاللَّهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ عَلَى أَوْلِيَاءِ اللَّهِ، إِذَا وَجَدُوا إِلَى ذَلِكَ سَبِيلًا. فَذَلِكَ إِفْسَادُ الْمُنَافِقِينَ فِي الْأَرْضِ، وَهُمْ يَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ بِفِعْلِهِمْ ذَلِكَ مُصْلِحُونَ فِيهَا

“orang munafik adalah mereka yang melakukan kerusakan di muka bumi karena perbuatan maksiat mereka terhadap Tuhannya dan pelanggaran-pelanggaran yang mereka kerjakan terhadap hal-hal yang dilarang oleh Tuhan. Mereka pun menyia-nyiakan hal-hal yang difardukan-Nya, mereka ragu terhadap agama Allah yang tidak mau menerima amal seorang pun kecuali dengan beriman kepadanya dan meyakini hakikatnya. Selain itu mereka berdusta terhadap kaum mukmin melalui pengakuan mereka yang me-yatakan bahwa dirinya beriman, padahal di dalam batin mereka dipenuhi oleh keraguan dan kebimbangan. Mereka juga membantu orang-orang yang mendustakan Allah, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan kekasih-kekasih-Nya bila mereka menemukan jalan ke arah itu. Yang demikian itulah kerusakan yang dilakukan oleh orang-orang munafik di muka bumi, dan mereka menduga bahwa perbuatan mereka itu dinamakan perbaikan di muka bumi. 
Dari penjelasan Imam ath-Tahbari dalam tafsirnya diatas (1/289), kita mengetahui modus operandi orang-orang munafik dalam membuat kerusakan di muka bumi :

1. Mereka menjalankan hal-hal yang dilarang oleh syariat. 

2. Mereka meremehkan beban kewajiban yang dipikulkan oleh syariat. 

3. Ragu-ragu terhadap agama Allah, suka mengkritisi agama islam. 

4. Berdusta dihadapan kaum mukminin dengan menampakkan keislamannya, padahal dirinya dalam keraguan dan kebimbangan kepada agama Islam. 

5. Mereka sering membantu orang-orang kafir menghantam kaum mukminin, ketika ada kesempatan disana. 
Imam ibnu katsir menyetujui keterangan Imam ath-thabari terkait penjelasannya tentang kerusakan apa saja yang diperbuat oleh munafikin di muka bumi ini. Kemudian khusus point masalah bantuan munafikin kepada kafirin untuk menghantam mukminin, imam ibnu katsir memperkuatnya dengan Firman Allah :

وَالَّذِيْنَ  كَفَرُوْا بَعْضُهُمْ اَوْلِيَآءُ بَعْضٍ ۗ  اِلَّا تَفْعَلُوْهُ تَكُنْ فِتْنَةٌ فِى الْاَرْضِ  وَفَسَادٌ كَبِيْرٌ 

“Dan orang-orang yang kafir, sebagian mereka melindungi sebagian yang lain. Jika kamu tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah (saling melindungi), niscaya akan terjadi kekacauan di Bumi dan kerusakan yang besar.”

(QS. Al-Anfal 8: Ayat 73)
Kemudian Imam ibnu katsir menyinggung juga bahwa diantara bentuk pengelabuan orang-orang munafik adalah mereka tidak konsisten dalam membela kafirin, seandainya mereka konsisten, tentu kejelakannya lebih ringan, kata beliau :

 وَلَوْ أَنَّهُ اسْتَمَرَّ عَلَى حَالَتِهِ الْأُولَى لَكَانَ شَرُّهُ أَخَفَّ

“Seandainya mereka terus menerus dalam kondisi pertama (yakni loyalitasnya kepada kafirin), niscaya kejelakannya lebih ringan”.
Imam ibnu katsir seolah-olah ingin mengatakan bahwa orang-orang munafik terkadang membela kafirin jika ada kesempatan emas disana, namn ketika arah anginnya berubah mereka kembali tampil dengan identitas keislamannya. 
Kemudian Imam ibnu katsir menjelaskan maksud dari Firman Allah :

“Dan bila dikatakan kepada mereka, “Janganlah kalian membuat kerusakan di muka bumi:” Mereka menjawab, “Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan.” Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan tetapi mereka tidak menyadarinya” (QS. Al Baqoroh ayat 11-12).
Orang-orang munafik tampil menyatakan dirinya sebagai juru tengah perdamaian antara kaum mukminin dan kaum kufar, namun Allah menegaskan bahwa apa yang mereka anggap sebagai perbaikan yang mereka lakukan dengan caranya sendiri, itu adalah kerusakan yang karena kebodohan mereka, mereka tidak merasakan hal itu sebagai kerusakan. 
Sehingga ketika kita amati sifat-sifat kerusakan yang dijelaskan oleh para pakar tafsir Al Qur’an, lalu kita bandingkan dengan kondisi sebagian orang yang beratribut islam di tanah air, yang getol dalam membela kepentingan kufaar, niscaya sifat-sifat ini ada pada mereka jelas dan gamblang. 
Kalau tidak karena kehati-hatian tentu kita sebut nama personilnya satu per satu. Wallahul musta’aan. 
Referensi : lihat tafsir ibnu katsir ayat 11 & 12
_catatan untuk pelajaran tafsir ibnu katsir_

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: