PELETAK DASAR ILMU NAHWU

May 8, 2017 at 11:27 pm | Posted in Tulisan Lainnya | Leave a comment

PELETAK DASAR ILMU NAHWU
Telah masyhur disebutkan oleh para ulama bahwa orang yang pertamakali meletakkan dasar-dasar ilmu nahwu adalah Imam Abul Aswad Dhoolim bin ‘Amr ad-Dualiy. Beliau dilahirkan 16 tahun sebelum hijrah Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Beliau masuk islam pada masa Nabi, diperkirakan setelah fathul makkah ketika islam mulai tersebar di kabilahnya, namun beliau tidak sempat berjumpa Nabi shallallaahu alaihi wa sallam, karena beliau baru pindah ke Madinah setelah Rasulullah wafat. Para ulama hadits menyebut orang seperti beliau dengan al-Mukhodrom, yakni masa jahiliyyah menjumpai islam, kemudian masuk islam, namun tidak pernah bertemu Nabi. Jadi beliau bukan sahabat tapi digolongkan sebagai tabi’in. 
Beliau menjadi orang kepercayaan amirul mukminin Ali bin Abi thalib radhiyallahu anhu, yang lalu atas perintahnya, Abul Aswad diminta menyusun kaedah-kaedah ilmu nahwu. Diceritakan bahwa yang menginspirasi beliau untuk menyusun ilmu nahwu ketika dia mendapati anaknya salah dalam berucap dengan bahasa arab, pada suatu hari anaknya berkata : “ماَ أَجْمَلُ السماء” anaknya membaca dengan “ajmalu”, padahal si anak ingin mengungkapkannya dengan kalimat ta’jub. Maka kemudian bapaknya, imam abul aswad menegur anaknya, wahai anakku  engkau sedang tidak bertanya (kalau dibaca dhommah, artinya pertanyaan -pent.), tapi bacalah dengan fathah (ajmala).
Imam abul aswad wafat pada tahun 69 H di kota Bashroh dalam usia 85 tahun. Semoga Allah memberikan Rahmat dan ampunannya yang luas kepada beliau dan kita semua. Aamiin. 
Asy-Syaikh Muhammad ash-Shoghiir dalam bukunya “al-Hullal” ketika memberikan catatan kaki terhadap pernyataan asy-Syaikh Muhyidiin abdul hamid -penulis kitab Tuhfatus Tsaniyyah-,  bahwa yang pertama kali meletakkan kaedah ilmu nahwu adalah Abul Aswad ad-Dualiy atas perintah amirul mukminin Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu, Muhammad ash-Shaghiir mengatakan bahwa secara riwayat penisbatannya kepada Abul Aswad semuanya tidak ada yang shahih. Bahkan juga ada versi lain mengatakan bahwa yang meletakkannya sendiri adalah Imam Ali bin Abi thalib radhiyallahu anhu, sekalipun sama juga sanadnya tidak shahih, kemudian versi lain lagi, abul aswad diperintahkan oleh amirul mukminin Umar bin khothob radhiyallahu anhu, dan versi lainnya lagi atas inisiasi dari Ziyaad bin Abihi, namun sama kedua riwayat dengan sanad yang tidak shahih. Wallahul a’lam.
_catatan untuk pelajaran nahwu_

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: