SALAH BUKA PUASA

June 2, 2017 at 12:45 am | Posted in Tulisan Lainnya | Leave a comment

SALAH BUKA PUASA
Imam Bukhori dalam kitab shahihnya di kitab ash-Shoum menampilkan satu bab tentang orang yang berbuka puasa yang dia kira Matahari sudah terbenam karena gelap tertutup mendung, namun setelah selesai berbuka ternyata matahari muncul kembali yang berarti waktu terbenam belum tiba.
Imam Bukhori meriwayatkan dengan sanadnya sampai kepada Imam Hisyam bin Urwah dari Fathimah dari Asmaa’ binti Abi Bakar radhiyallahu anhumaa, beliau berkata :

 ﺃَﻓْﻄَﺮْﻧَﺎ ﻋَﻠَﻰ ﻋَﻬْﺪِ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲِّ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻳَﻮْﻡَ ﻏَﻴْﻢٍ ﺛُﻢَّ ﻃَﻠَﻌَﺖْ ﺍﻟﺸَّﻤْﺲُ

“kami pernah berbuka pada masa Nabi shalallahu alaihi wa sallam masih hidup, pada waktu mendung, kemudian ternyata Matahari muncul kembali”.
Kalau zaman sekarang, potensi terjadinya case semacam ini adalah sang muadzin beradzan dengan melihat jam yang dianggap sudah masuk waktu maghrib, kemudian orang-orang pun berbuka ketika mendengar suara adzan tersebut, namun ternyata jam tersebut error, misalnya kecepetan sampai seperempat jam.
Maka dalam case semacam ini bagaimana hukumnya? Apakah orang yang salah buka dalam case kita ini, wajib mengqodho atau tidak?
Imam Bukhori membawakan dua fatwa dari Imam Hisyaam yang seolah-olah bertentangan :

1. Ditanyakan kepada Imam Hisyaam, apakah mereka diperintahkan mengqodho?, beliau menjawab :

ﻻ ﺑُﺪَّ ﻣِﻦْ ﻗَﻀَﺎﺀٍ

“harus mengqodho”

2. Dari jalur lain yang disambungkan sanadnya oleh Imam Abdu bin Humaid bahwa Imam Ma’mar bin Rosyid pernah berkata bahwa dia mendengar Hisyaam berkata :

ﻻ ﺃَﺩْﺭِﻱ ﺃَﻗَﻀَﻮْﺍ ﺃَﻡْ ﻻ ؟

“aku tidak tahu apakah mereka mengqodho atau tidak”.
Namun dalam kitab shahihnya, imam bukhori tidak memberikan keputusan apakah orang yang salah buka dalam case ini wajib mengqodho atau tidak. Adapun para ulama dalam menyikapi case ini terkait wajib tidaknya qodho maka :

A. Mayoritas ulama mewajibkan orang tersebut mengqodho, karena pada hakikatnya waktu berbuka belum tiba alias masih siang, sekalipun orang tersebut tidak berdosa karena salah dugaan, yang dia sangka sudah tiba waktu berbuka.

B. Sebagian ulama seperti Imam Ishaq bin Rohawaih, Imam Ahmad dalam salah satu riwayatnya, Imam al-Muzaniy, Ibnu Khuzaimah, dirajihkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dan ibnu Utsaimin, bahwa orang tersebut tidak wajib qodho. Salah satu alasannya, seandainya qodho adalah wajib tentu Nabi akan menerangkannya dan kenyataannya tidak ada satupun riwayat yang menunjukkan keputusan Nabi akan hal ini, maka hal ini mengisyaratkan bahwa qodho bagi mereka tidak wajib.

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: