KEPENTINGAN ULAMA TAFSIR TERHADAP RAGAM QIROAH AL QUR’AN 

June 9, 2017 at 9:35 pm | Posted in Tulisan Lainnya | Leave a comment

KEPENTINGAN ULAMA TAFSIR TERHADAP RAGAM QIRO’AH AL-QUR’AN
Sebagai seorang yang akan menyingkap makna-makna yang terkandung didalam Kalam Ilahi, maka ulama tafsir tentu tidak melewatkan berbagai macam variasi qiroah yang beredar dikalangan para ulama uluumul qur’an. Tapi kepentingan mereka bukan sekedar hanya ingin menunjukkan bahwa dalam kata tertentu pada ayat tertentu ada beberapa macam cara membacanya, mereka lebih menitikberatkan bagaimana makna yang terkandung dalam ragam bacaan tersebut. Artinya ketika dibaca misalnya dengan qiroah standar ‘Aashim, maknanya seperti ini, namun ketika ada qiroah lain yang membacanya dengan sedikit berbeda, ternyata mengandung makna yang lain juga. 
Ada sebuah karya tulis yang cukup menarik untuk dikaji yang ditulis oleh asy-syaikh Muhammad bin Umar bin Salim Bazmuul, yang asalnya adalah disertasi doktoral beliau di universitas ummul quraa’,  Mekkah, KSA. Judul disertasinya adalah “ﺍﻟﻘﺮﺍﺀﺍﺕ ﻭﺃﺛﺮﻫﺎ ﻓﻲ ﺍﻟﺘﻔﺴﻴﺮ ﻭﺍﻷﺣﻜﺎﻡ’. Bagi yang ingin memiliki buku ini bisa diunduh pada link berikut : http://www.kulalsalafiyeen.com/vb/showthread.php?t=9350
Diantara hal yang beliau temukan terkait tema ini adalah ragam qiroah tersebut secara garis besar menurut beliau ada 3 hal dalam pengaruhnya terhadap penafsiran :

1. Al-Qiroah menjelaskan makna ayat

2. Al-Qiroah memperluas makna ayat

3. Al-Qiroah menghilangkan keraguan terhadap makna ayat. 

Tentunya bagi yang ingin contoh terkait penjelasan diatas dapat merujuknya langsung di buku beliau tersebut. Insyaallah kapan-kapan kita jadikan satu dua contoh sebagai studi kasus terhadap tema pengaruh qiroah terhadap penafsiran. 
Kemudian kalau kita amati metode ulama dalam memberlakukan ragam qiroah tersebut ketika menafsirkan al-qur’an, maka ada beberapa sikap sebagian ulama tafsir. Misalnya Imam Thabari dalam sebagian pembahasan ragam qiroah tersebut beliau terkadang menempuh jalan tarjih. Yakni beliau akan unggulkan satu bacaan saja, yang menurut beliau maknanya lebih sesuai. Adapun ulama tafsir lainnya, semisal Imam ibnu Katsir terkadang beliau menempuh metode jamak atau mengakomodir semua ragam qiroah tersebut, bahkan tidak segan-segan beliau mengkritik Imam Thabari yang hanya mengunggulkan satu macam bacaan saja. 
Kemudian ternyata kita dapati sebagian ulama tafsir tidak hanya berhujjah dengan qiroah yang mutawatir saja, tapi mereka memperluas cakupannya juga kepada qiroah yang masyhur bahkan yang syadz sekalipun. Hal ini sebagai sebuah wacana untuk mendapatkan makna yang dikehendaki dari kalam Ilahi. 
Tentunya kita ucapkan Jazakumullah khoir kepada para ulama yang telah berkhidmat untuk menghadirkan kepada kita karya-karya ilmiah untuk membantu memahami Kalamullah. 
Pada kesempatan lain, kita akan mencoba melihat pandangan orientalis terhadap ragam qiroah. Tentunya mayoritas orientalis tujuan kajiannya adalah untuk menghantam islam, sehingga isu ragam qiroah ini, mereka anggap sebagai celah didalam memunculkan keragu-raguan kepada kaum muslimin terhadap kitab sucinya. 
Semoga kita semua diberikan keberkahan ilmu yang bermanfaat dan amal sholih. Aamiin.

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: