MENJADIKAN KUTUB TAFSIR SEBAGAI REFERENSI QIROAH

June 16, 2017 at 9:18 pm | Posted in Tulisan Lainnya | Leave a comment

MENJADIKAN KUTUB TAFSIR SEBAGAI REFERENSI RAGAM QIROAH
asy-syaikh Ali Muhammad adh-Dhibaa’ (w. 1380 H), salah satu ulama pakar tajwid dan qiroah dari Mesir, pernah ditanya terkait judul tulisan :

ﻫﻞ ﻛﻞ ﻣﺎ ﻳﻨﺴﺐ ﻟﻠﻘﺮﺍﺀ ﺍﻟﺴﺒﻌﺔ ﺃﻭ ﺍﻟﻌﺸﺮﺓ ﻓﻰ ﻛﺘﺐ ﺍﻟﺘﻔﺴﻴﺮ ﻭﺍﻟﻨﺤﻮ ﻭﺍﻟﻠﻐﺔ ﻣﺘﻮﺍﺗﺮ؟

SOAL : Apakah setiap yang disandarkan kepada Imam Qiroah tujuh atau sepuluh dalam kitab-kitab tafsir,  Nahwu dan Bahasa itu semuanya mutawatir? 

Beliau -rahimahullah- menjawab :

ﻟﻴﺲ ﻛﻞ ﻣﺎ ﻳﺮﺍﻩ ﺍﻟﻘﺎﺭﺉ ﻓﻰ ﻛﺘﺐ ﺍﻟﺘﻔﺴﻴﺮ ﺃﻭ ﺍﻟﻠﻐﺔ ﺃﻭ ﺍﻟﻨﺤﻮ ﻣﻦ ﻗﺮﺍﺀﺍﺕ ﻣﻨﺴﻮﺑﺔ ﺇﻟﻰ ﻭﺍﺣﺪ ﻣﻦ ﻫﺆﻻﺀ ﺍﻟﻘﺮﺍﺀ ﺍﻟﺴﺒﻌﻪ ﺃﻭ ﺍﻟﻌﺸﺮﺓ ﻣﺘﻮﺍﺗﺮﺍ ﺇﻻ ﺇﺫﺍ ﻛﺎﻥ ﻣﺬﻛﻮﺭﺍ ﻓﻰ ﻛﺘﺎﺏ ﺍﻟﻨﺸﺮ ﺃﻭ ﺍﻟﺸﺎﻃﺒﻴﺔ ﺃﻭ ﺍﻟﺪﺭﺓ ﻓﻘﻂ ، ﻭﻣﺎ ﻋﺪﺍ ﺫﻟﻚ ﻓﻠﻴﺲ ﺑﻤﺘﻮﺍﺗﺮ ﻭﻻ ﻳﻘﺎﻝ ﻟﻪ ﻗﺮﺍﺀﺓ ﺳﺒﻌﻴﺔ ﺃﻭ ﻋﺸﺮﻳﺔ ﻻﻧﻘﻄﺎﻉ ﺳﻨﺪﻫﺎ ﻋﻨﻬﻢ

“Tidak semua yang dilihat oleh pembaca dalam kitab-kitab tafsir, atau bahasa, atau Nahwu,  berupa qiroah yang disandarkan kepada salah satu dari Imam qiroah yang tujuh atah sepuluh itu semuanya mutawatir, kecuali jika disebutkan didalam kitab an-Nasyr (thoriq Thoyyibah -pent.) atau (thoriq) Syatibiyyah atau (thoriq) ad-Durroh. Apa yang disebutkan selain di kitab tersebut, maka tidaklah mutawatir, tidak bisa dikatakan qiroah sab’ah atau ‘Asyarah, karena keterputusan sanadnya kepada mereka”.

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: