MENGAMBIL PENDAPAT YANG LEBIH BERHATI-HATI

June 18, 2017 at 12:53 am | Posted in Tulisan Lainnya | Leave a comment

MENGAMBIL PENDAPAT YANG LEBIH BERHATI-HATI
Bagi yang mempejari ilmu fiqih, tentu sudah terbiasa dengan terjadinya perbedaan pendapat dikalangan ulama dalam suatu pembahasan. Kemudian banyak para ulama memberikan konsep didalam menyikapi atau beramal ketika menghadapinya. Salah seorang guru kami menginformasikan bahwa gurunya juga sudah mengembangkan konsep dengan apa yang disebut sebagai fiqih ikhtiyaath. Yaitu mengambil pendapat yang lebih berhati-hati. 
Saya lupa untuk menanyakan di kitab mana sang guru sudah membahas konsep ini secara detail, namun memang kenyataannya ada beberapa ulama kontemporer yang sudah meng-eksplore konsep ini dan menyusunnya secara sistematis agar menjadi bahan kajian bagi pecinta ilmu fiqih. Salah satu yang bisa dijadikan referensi adalah kitab yang berjudul “al-‘Amalu bil Ikhtiyaath fii al-Fiqhi al-Islamiy” karya Muniib bin Mahmuud Syaakir. Kitabnya dapat didownload di link berikut : http://waqfeya.com/book.php?bid=9478
Sedikit gambaran tentang konsep fiqih ikhtiyaath ini, misalnya ketika terjadi perselisihan pendapat apakah sebuah amalan itu wajib atau sunnah, maka dikerjakan saja amalan tersebut, karena tentunya dia sudah aman posisinya, seandainya ternyata yang benar memang diwajibkan, daripada dia berasumsi sunnah dalam artian tidak dikerjakan tidak masalah, namun ternyata itu diwajibkan, sehingga dia berdosa karena meninggalkannya. Adapun jika ternyata hanya sekedar sunah, tentu dia tidak rugi, karena berbuat amal ketaatan Allah tidak akan menyia-nyiakannya. 
Pun sama ketika ada perselisihan pendapat apakah hukumnya haram atau makruh, maka cari amannya dia tinggalkan saja amalan tersebut dengan asumsi kurang lebih sama dengan point diatas. 
Para ulama sebelumnya ada yang menggunaka istilah “khuruj minal khilaf” (keluar dari perselisihan) dan istilah-istilah lainnya yang pointnya hampir semakna dengan yang dibahas disini. Tentunya disana ada beberapa penjelasan yang perlu dirinci, sebagai klarifikasi apakah dalam semua permasalahan yang debatable, konsep ini harus diterapkan atau ada batasan dan aturannya. Penjelasan yang komprehensif bisa langsung dirujuk kepada kutub ulama yang fokus membahas tentang konsepsi fiqih ikhtiyaath,  dan ini bukanlah pembahasan yang baru dalam kutub ushul fiqih ulama sebelumnya, hanya saja ulama kontemporer menyajikan dengan lebih sistematis dan lebih luas, menginventarisir qoul ulama seputar masalah ini. 
Bagi tholabul ilmu fiqih, akan terbiasa ketika mendengarkan kajian fiqih, dimana gurunya menawarkan solusi fiqih ikhtiyaath untuk mengatasi polemik yang terjadi diseputaran masalah fiqhiyyah.

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: