SUJUD SAHWI SEBELUM ATAU SETELAH SALAM

June 19, 2017 at 1:17 pm | Posted in Tulisan Lainnya | Leave a comment

SUJUD SAHWI SEBELUM ATAU SETELAH SALAM

 

Sujud sahwi adalah dua sujud yang dilakukan oleh orang yang sedang sholat karena ada suatu yang tidak sesuai dalam sholatnya, karena lupa. Sujud sahwi dikerjakan pada rokaat terakhir sholatnya pada saat tasyahud akhir. Hanya saja  para ulama berbeda pendapat didalam menentukan pelaksanaannya apakah sebelum salam atau sesudah salam. Berikut rincian yang saya dapati dalam kutub fiqih dari berbagai madzhab :

  1. Sujud Sahwi dipukul rata dilaksanakan sesudah salam, baik sebabnya karena adanya penambahan maupun pengurangan. Ini adalah pendapat resmi madzhab Hanafi. Imam al-Kasaaniy berkata :

وَأَمَّا بَيَانُ مَحَلِّ السُّجُودِ لِلسَّهْوِ فَمَحَلُّهُ الْمَسْنُونُ بَعْدَ السَّلَامِ عِنْدَنَا، سَوَاءٌ كَانَ السَّهْوُ بِإِدْخَالِ زِيَادَةٍ فِي الصَّلَاةِ أَوْ نُقْصَانٍ فِيهَا

“adapun penjelasan tempat sujud sahwi, maka disunahkan dilakukan setelah salam, menurut kami (Hanafiyyin), sama saja apakah kelupaan terjadi karena penambahan atau pengurangan dalam sholat” –selesai-.[1]

 

  1. Sujud sahwi dipukul rata dilaksanakan sebelum salam. Ini adalah pendapat resmi dalam madzhab Syafi’i. Imam Yahya bin Abil Khoir asy-Syafi’i berkata :

فذهب الشافعي في عامة كتبه إلى: (أن محلَّه قبل السلام) سواءٌ كان لزيادة، أو نقصان

“Imam asy-Syaafi’i berpendapat dibeberapa kitabnya bahwa tempat sujud sahwi adalah sebelum salam, sama saja apakah karena penambahan atau pengurangan” –selesai-.[2]

 

  1. Apabila sebabnya karena pengurangan, maka sujud sahwi dilaksanakan sebelum salam. Namun jika karena penambahan, maka dikerjakan setelah salam. Ini adalah pendapat resminya madzhab Maliki. Imam ibnu Abi Zaid al-Qoiruwaaniy al-Malikiy berkata :

وَكُلُّ سَهْوٍ فِي الصَّلَاةِ بِزِيَادَةٍ فَلْيَسْجُدْ لَهُ سَجْدَتَيْنِ بَعْدَ السَّلَامِ …. وَكُلُّ سَهْوٍ يُنْقِصُ فَلْيَسْجُدْ لَهُ قَبْلَ السَّلَامِ

“setiap sahwi dalam sholat karena penambahan, maka sujudlah dua kali sesudah salam… setiap sahwi karena pengurangan, maka sujudlah sebelum salam” –selesai-.[3]

 

  1. Hukum asalnya sujud sahwi dilaksanakan sebelum salam, kecuali di dua tempat, yang akan dijelaskan oleh Imam Ibnu Qudamah ketika menyebutkan pendapat resmi madzhab Hanbali, beliau berkata :

وَمَا عَدَا هَذَا مِنْ السَّهْوِ فَسُجُودُهُ قَبْلَ السَّلَامِ … إلَّا فِي الْمَوْضِعَيْنِ اللَّذَيْنِ وَرَدَ النَّصُّ بِسُجُودِهِمَا بَعْدَ السَّلَامِ، وَهُمَا إذَا سَلَّمَ مِنْ نَقْصٍ فِي صَلَاتِهِ، أَوْ تَحَرَّى الْإِمَامُ، فَبَنَى عَلَى غَالِبِ ظَنِّهِ، وَمَا عَدَاهُمَا يَسْجُدُ لَهُ قَبْلَ السَّلَامِ

“selain hal-hal berikut ketika lupa, maka sujudnya adalah sebelum salam… kecuali di dua tempat yang telah datang nash bahwa sujudnya adalah setelah salam, yaitu sudah salam namun jumlah rokaatnya masih kurang dan ketika Imam ragu-ragu (jumlah rokaatnya), lalu dia memilih persangkaan yang kuat (jumlah rokaat yang dikerjakannya). Adapun selain di dua tempat ini, maka sujud sahwinya sebelum salam” –selesai-.[4]

 

  1. Hukumnya asalnya sujud sahwi dilaksanakan sesudah salam, kecuali di dua tempat, yang dijelaskan oleh Imam ibnu Hazm sebagai perwakilan madzhab dhohiri, kata beliau :

وَسُجُودُ السَّهْوِ كُلُّهُ بَعْدَ السَّلَامِ إلَّا فِي مَوْضِعَيْنِ… مَنْ سَهَا فَقَامَ مِنْ رَكْعَتَيْنِ وَلَمْ يَجْلِسْ وَيَتَشَهَّدْ… وَالْمَوْضِعُ الثَّانِي: أَنْ لَا يَدْرِي فِي كُلِّ صَلَاةٍ تَكُونُ رَكْعَتَيْنِ أَصَلَّى رَكْعَةً أَوْ رَكْعَتَيْنِ؟ وَفِي كُلّ صَلَاةِ تَكُونُ ثَلَاثًا أَصَلَّى رَكْعَةً أَوْ رَكْعَتَيْنِ أَوْ ثَلَاثًا؟ وَفِي كُلِّ صَلَاةٍ تَكُونُ أَرْبَعًا أَصَلَّى أَرْبَعًا أَمْ أَقَلَّ؟ فَهَذَا يَبْنِي عَلَى الْأَقَلِّ

“Sujud sahwi seluruhnya setelah salam, kecual di dua tempat… (yang pertama) barangsiapa yang lupa duduk tasyahud setelah sholat dua rokaat, dia langsung berdiri… (yang kedua) dia ragu-ragu apakah sudah sholat satu rokaat atau dua rokaat pada sholat yang jumlahnya dua rokaat … (dan seterusnya), lalu dia menganggap bilangan sholat yang dikerjakannya adalah yang paling kecil..” –selesai-.[5]

Dalam kedua kondisi diatas, Imam ibnu Hazm berpendapat, silakan untuk memilih apakah sujud sahwinya sebelum salam atau sesudah salam.

 

  1. Orang yang lupa bebas memilih kapan sujud sahwinya, apakah sebelum salam atau sesudah salam. Ini adalah pendapat qodiim Imam asy-Syafi’i sebagaimana dijelaskan oleh Imam Yahya bin Abil Khoir dalam keterangannya diatas.[6]

 

  1. Ini yang akan kami bahas, yakni mengikuti hadits-hadits shahih yang datang terkait sabda dan perbuatan Nabi Sholallahu ‘alaihi wa Salaam dalam masalah sujud sahwi, jika Beliau sujudnya sebelum salam, maka kita katakan sujud sahwinya sebelum salam dan jika sujudnya setelah salam, maka kita tetapkan juga sujudnya setelah salam.

 

Kami akan menginventarisir hadits-hadits dalam bab ini menjadi dua bagian, yang pertama adalah yang menunjukkan bahwa sujud sahwi dikerjakan sebelum salam dan yang kedua dikerjakan setelah salam.

  1. Ahaadits yang menunjukkan sujud sahwi sebelum salam

A. Hadits Abdullah bin Buhainah Rodhiyallahu ‘anhu dalam Shahihain :

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى بِهِمُ الظَّهْرَ، فَقَامَ فِي الرَّكْعَتَيْنِ الأُولَيَيْنِ لَمْ يَجْلِسْ، فَقَامَ النَّاسُ مَعَهُ حَتَّى إِذَا قَضَى الصَّلاَةَ وَانْتَظَرَ النَّاسُ تَسْلِيمَهُ كَبَّرَ وَهُوَ جَالِسٌ، فَسَجَدَ سَجْدَتَيْنِ قَبْلَ أَنْ يُسَلِّمَ، ثُمَّ سَلَّمَ

“bahwa Nabi Sholallahu ‘alaihi wa Salaam mengimami sholat Dhuhur, setelah mengerjakan sholat dua rokaat, Beliau tidak duduk (tasyahud awal –pent.), namun langsung berdiri, maka para makmum pun ikut berdiri, pada saat rokaat yang terakhir, para makmum menunggu salamnya, namun ternyata Beliau bertakbir dalam kondisi duduk (tasyahud akhir –pent.), lalu sujud sebanyak dua kali sebelum salam, kemudian Beliau baru salam”.

B. Hadits Abu Sa’id al-Khudri dalam Shahih Muslim secara marfu’ :

إِذَا شَكَّ أَحَدُكُمْ فِي صَلَاتِهِ، فَلَمْ يَدْرِ كَمْ صَلَّى ثَلَاثًا أَمْ أَرْبَعًا، فَلْيَطْرَحِ الشَّكَّ وَلْيَبْنِ عَلَى مَا اسْتَيْقَنَ، ثُمَّ يَسْجُدُ سَجْدَتَيْنِ قَبْلَ أَنْ يُسَلِّمَ

“jika kalian ragu dalam sholatnya, ia tidak tahu berapa rokaat sholat yang sudah dikerjakannya apakah tiga atau empat rokaat, maka buanglah keraguannya dan jadikan jumlah acuan rokaatnya adalah apa yang ia yakini, kemudian ia sujud (sahwi) dua kali sujud, sebelum salam”.

C. Hadits Abdur Rokhman bin ‘Auf Rodhiyallahu ‘anhu dalam sunan Tirmidzi dan selainnya secara marfu’ :

إِذَا سَهَا أَحَدُكُمْ فِي صَلَاتِهِ فَلَمْ يَدْرِ وَاحِدَةً صَلَّى أَوْ ثِنْتَيْنِ فَلْيَبْنِ عَلَى وَاحِدَةٍ، فَإِنْ لَمْ يَدْرِ ثِنْتَيْنِ صَلَّى أَوْ ثَلَاثًا فَلْيَبْنِ عَلَى ثِنْتَيْنِ، فَإِنْ لَمْ يَدْرِ ثَلَاثًا صَلَّى أَوْ أَرْبَعًا فَلْيَبْنِ عَلَى ثَلَاثٍ، وَلْيَسْجُدْ سَجْدَتَيْنِ قَبْلَ أَنْ يُسَلِّمَ

“jika kalian lupa dalam sholatnya, berapa jumlah rokaat yang telah dikerjakan, apakah satu rokaat atau dua rokaat, maka asumsikan sholatnya satu rokaat, jika tidak tahu apakah dua rokaat atau tiga rokaat, maka asumsikan sholatnya dua rokaat, jika tidak tahu apakah tiga rokaat atau empat rokaat, maka asumsikan sholatnya tiga rokaat, maka sujudlah dua kali sebelum salam” (dishahihkan Imam Tirmidzi dan al-Albani).

 

  1. Ahaadits yang menunjukkan sujud sahwi setelah salam
  2. Hadits Dzul Yadain, diriwayatkan oleh Abu Huroiroh Rodhiyallahu ‘anhu dalam Shahihain bahwa Dzul Yadain pernah mengkoreksi sholat Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wa Salaam yang dikerjakan Cuma dua rokaat dari yang seharusnya empat rokaat, Dzul Yadain Rodhiyallahu ‘anhu berkata :

يَا رَسُولَ اللَّهِ أَقَصُرَتِ الصَّلَاةُ أَمْ نَسِيتَ، فَقَالَ: «لَمْ تَقْصُرْ وَلَمْ أَنْسَ» قَالَ: فَإِنَّمَا صَلَّيْتَ رَكْعَتَيْنِ، فَقَالَ: «أَكَمَا يَقُولُ ذُو الْيَدَيْنِ» قَالُوا: نَعَمْ، «فَقَامَ فَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ، ثُمَّ سَلَّمَ، ثُمَّ سَجَدَ سَجْدَتَيْنِ، ثُمَّ سَلَّمَ»

“wahai Rasulullah, apakah sholat diqoshor atau engkau lupa?, Beliau menjawab : “sholat tidak diqoshor dan aku tidak lupa”. Maka lanjutnya : “engkau berarti sholat dua rokaat”, maka Rasulullah berkata kepada yang lainnya : “benarkah apa yang dikatakan Dzul Yadain?”, para jamaah menjawab : “benar”, lalu Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wa Salaam pun berdiri melanjutkan sholat dua rokaat lagi, kemudian salam, kemudian sujud (sahwi) dua kali, lalu salam”.

  1. Hadits Abdullah bin Mas’ud Rodhiyallahu ‘anhu dalam Shahihain, namun ini adalah riwayat Muslim didalamnya :

فَإِنَّكَ قَدْ صَلَّيْتَ خَمْسًا، فَانْفَتَلَ، ثُمَّ سَجَدَ سَجْدَتَيْنِ، ثُمَّ سَلَّمَ

“sesungguhnya engkau (wahai Rasulullah) telah sholat sebanyak 5 rokaat. Lalu Beliau pun berpaling ke arah kiblat, lalu sujud (sahwi) dua kali, kemudian salam”.

  1. Hadits Abdullah bin Mas’ud juga dalam Shahihain dan lafadz ini ada di Shahih Bukhori, secara marfu’ :

وَإِذَا شَكَّ أَحَدُكُمْ فِي صَلاَتِهِ، فَلْيَتَحَرَّ الصَّوَابَ فَلْيُتِمَّ عَلَيْهِ، ثُمَّ لِيُسَلِّمْ، ثُمَّ يَسْجُدُ سَجْدَتَيْنِ»

“Jika kalian ragu dalam sholatnya, maka pilihlah yang benar (yang kalian yakini –pent.), kemudian ia salam, lalu sujud (sahwi) dua kali”.

 

Berdasarkan hadits-hadits diatas dapat kita tarik kesimpulan, kapan sujud sahwi dikerjakan sebelum atau sesudah salam.

 

Sujud sahwi dikerjakan sebelum salam jika kondisinya sebagai berikut :

  1. Jika ada kekurangan pada sholatnya, misalnya lupa tidak tasyahud awal.
  2. Jika ragu-ragu jumlah rokaatnya, kemudian ia mengambil option memilih yang paling kecil jumlahnya. Misal ia ragu-ragu apakah sudah sholat dua rokaat atau tiga rokaat, maka ia mengambil asumsi dua rokaat, karena yang ini sudah pasti benar.

 

Adapun sujud sahwi yang dikerjakan sesudah salam, maka untuk kondisi sebagai berikut :

  1. Jika ada penambahan dalam sholatnya, misalnya ia sholat Maghrib empat rokaat. Termasuk didalamnya jika ia sholat Dhuhur misalnya yang seharusnya jumlahnya empat rokaat, namun ia lupa baru dua rokaat sudah salam, maka berarti disini ia menambahi salam, karena setelah ia ingat atau diingatkan, ia harus melengkapi kekurangan dua rokaatnya lagi, kemudian ia salam, dan setelahnya sujud sahwi.
  2. Jika ia ragu-ragu jumlah rokaatnya, namun ia mengambil asumsinya yang ia yakini. Misal ia ragu-ragu apakah sudah sholat dua rokaat atau tiga rokaat, lalu ia mengambil asumsi yang ia yakini bahwa rokaatnya adalah tiga rokaat, maka sujud sahwinya setelah salam, berdasarkan hadits Ibnu Mas’ud Rodhiyallahu ‘anhu yang ada di Shahih Bukhori. Namun kita temukan juga dalam hadits Abu Sa’id Rodhiyallahu ‘anhu di Shahih Muslim, sujud sahwinya sebelum salam, maka mudah-mudahan dalam perkara ini ada pilihan, sujud sahwinya sebelum atau sesudah salam.

 

Jika dalam satu kali kesempatan sholat terjadi dua kali kelupaan (sahwu) dimana satu kelupaan adalah penyebab ia sujud sahwi sebelum salam dan satu kelupaan lagi adalah untuk sujud sahwi setelah salam, maka kata al-‘Alamah Ibnu Utsaimin, ambil saja sujud sahwi sebelum salam. Misalnya seorang sholat Dhuhur, pada rokaat yang kedua ia lupa tasyahud awal, dimana berarti ia harus sujud sahwi sebelum salam, kemudian pada rokaat ketiga ia duduk tasyahud, karena menyangka itu adalah rokaat yang kedua, lalu ia ingat atau diingatkan, dimana berarti ada penambahan dalam sholatnya, yang seharusnya jatah sujud sahwinya adalah setelah salam. Berdasarkan apa yang disampaikan oleh al-‘Alamah Ibnu Utsaimian dalam kasus diatas sujud sahwinya adalah sebelum salam. Wallahul A’lam.[7]

 

[1] Badaai’u ash-Shonaai’u (1/172, cet. DKI).

[2] Al-Bayaan fii Madzhab al-Imam asy-Syafi’i (2/346, cet. Daarul Minhaaj).

[3] Al-Fawaakih ad-Dawaaniy ‘alaa Risaalah ibnu Abi Zaid al-Qoiruwaaniy (1/216-217, cet. Daarul Fikr).

[4] Al-Mughni (2/17-18, cet. Maktabah al-Qoohiroh).

[5] Al-Muhalla bil Atsaar (3/84).

[6] Al-Bayaan (2/346).

[7] Lihat Risaalah fii Sujuud as-Sahwi, karya Ibnu Utsaimin.

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: