LEMAHNYA SEMANGAT ILMIYAH

June 24, 2017 at 10:06 pm | Posted in Tulisan Lainnya | Leave a comment

LEMAHNYA SEMANGAT ILMIYAH 
Prof. DR. Ali Muhammad ash-Shalabi dalam bukunya tentang Daulah Utsmaniyyah, sounding kepada kita berdasarkan analisanya, sebab-sebab runtuhnya daulah atau kekhilafahan Utsmaniyyah. Beliau menampilkan 10 sebab yang melatarbelakangi keruntuhannya. Ada 2 sebab yang menarik perhatian saya terkait studi ilmiyah, yaitu pada sebab ke-enam dan ke-tujuh dari analisa beliau. 
Di point sebab keenam, beliau mengatakan bahwa runtuhnya khilafah Utsmaniyah adalah karena kelangkaan pemimpin Rabbani. Bagaimana bisa pemimpin Rabbani langka pada akhir-akhir daulah Utsmaniyyah?  Asy-Syaikh menampilkan 4 root causenya :

1. Para penuntut ilmu hanya fokus pada muktashor (ringkasan-ringkasan) karya tulis atau dalam istilah kita matan yang jamaknya mutun yang biasanya terdapat dalam beberapa cabang ilmu Islam.  Ternyata maksud baik sebagian ulama yang meringkas ilmu dalam bentuk matan disalahpahami oleh para penuntut ilmu dengan hanya berhenti dan fokus disitu, akibatnya semangat mereka melakukan penelitian ilmiah agar menghasilkan kesimpulan langsung dari Sumber primernya yaitu Al-qur’an dan as-sunnah terhenti. 

2. Syarah, ta’liq dan hasyiah yang dibuat kebanyakan kosong dari ilmu Al Qur’an dan Sunnah.  Bahkan banyak syarah yang dibuat “mbulet” dan “muter-muter” tidak karuan. 

3. Pemberian ijasah dan gelar secara obral, sehingga akhirnya menyibukkan kaum muslimin dari menuntut ilmu yang sewajarnya. 

4. Pewarisan posisi keilmuan, zaman itu seorang Syaikh pengajar jika wafat, maka akan digantikan anaknya atau kerabatnya yang sebetulnya mereka belum kompeten.  Posisi ilmiah dianggap sebagai barang warisan yang bisa diwariskan seperti benda-benda mati. 
Kemudian asy-syaikh menyebutkan sebab ketujuh, yaitu penolakan dibukanya pintu ijtihad. Pada akhir masa khilafah Utsmaniyah seruan untuk membuka pintu ijtihad dianggap hal tabu dan dosa besar, bahkan dianggap sebagai kekufuran. Kemudian asy-syaikh mengkritik keras fanatisme madzhab yang jamak terjadi pada detik-detik menjelang bubarnya khilafah Utsmaniyyah. 
saya tidak sanggup lagi menuliskan bagaimana akibat yang ditimbulkan dari fanatisme ini, sebagaimana yang digambarkan oleh Prof. Ali ash-Shalabi. Silakan baca sendiri bukunya. 

Wallahul Musta’aan.

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: