​KUNCI MEMAHAMI SIFAT SHOLAT

July 23, 2017 at 2:06 pm | Posted in Tulisan Lainnya | Leave a comment

KUNCI MEMAHAMI SIFAT SHOLAT 
Al-‘Alamah Muhammad bin Shoolih al-utsaimin mengatakan dalam kitabnya “Asy-Syarh al-Mumti’ (3/291-292) :

“Yang lebih utama bagi penuntut ilmu adalah memiiki gambaran tentang gerakan-gerakan sholat secara sempurna, hinga jelas baginya yang mana rukun, yang mana wajib dan yang mana sunah…”.
Kemudian beliau menjelaskan bahwa rukun adalah apa yang ibadah tersusun darinya, dan tidak sah tanpanya, baik berupa ucapan maupun perbuatan. Ibadah tersebut tidak sah tanpa unsur-unsurnya pada semua kondisi. Kaitannya dengan sholat, contoh rukun adalah ruku’, jika seorang sengaja meninggalkan ruku’, maka batal sholatnya, sekalipun kemudian ia menyesal dan kembali lagi mengerjakan ruku’, maka tetap batal sholatnya. Adapun jika karena lupa, maka ada beberapa simulasi terkait apa yang harus dilakukan ketika ingat, kita ambil contoh ia lupa ruku’ pada rokaat kedua ketika sholat Isya :

1. Ia ingat di rakaat tersebut, misal pada saat sujud kedua. Maka ia harus kembali ruku’, lalu melanjutkan i’tidal, lalu turun sujud pertama, duduk diantara dua sujud dan seterusnya sampai selesai. Kemudian setelah selesai sholat, ia sujud sahwi setelah salam, bagi yang berpendapat jika ada penambahan maka sujud sahwinya setelah salam. 

2. Ia baru ingat setelah rokaat ketiga, maka rokaat keduanya dianggap tidak berlaku, dan ia anggap rokaat ketiganya sebagai rokaat kedua. Setelah selesai sholat, sujud sahwi setelah salam. 

3. Ia baru ingat setelah selesai sholat, dan jeda waktunya ingatnya setelah selesai sholat cuma sebentar misalnya 5-10 menit, maka dalam simulasi kita ini, ia berdiri tanpa takbirotul ihrom, lalu mengerjakan rokaat kedua, ketiga dan keempat, lalu salam dan sujud sahwi setelah salam. Adapun Hanabilah berpendapat ia cukup mengerjakan satu rokaat saja, lalu salam dan sujud sahwi. 

Namun jika rukun yang dilupakan tersebut adalah tasyahud akhir atau salam, maka ia cukup tasyahud akhir, lalu salam, lalu sujud sahwi. 

4. Ia Baru ingat dalam jangka waktu lama, maka dalam kondisi ini, sholatnya dianggap batal dan ia mengerjakan dari awal lagi. 
Adapun yang wajib, kaitannya dengan sholat, maka jika tinggalkan dengan sengaja batal sholatnya sebagaimana pembahasan rukun diatas, bedanya dengan rukun, ia dapat gugur ketika lupa, lalu terakhirnya ditutup dengan sujud sahwi. Misalnya seorang lupa tasyhud awal dan ingatnya setelah berdiri di rokaat ketiga, maka ia tetap lanjutkan rokaat ketiga dan seterusnya sampai selesai, -tidak kembali untuk tasyahud awal,- kemudian sujud sahwi sebelum salam, lalu ditutup dengan salam. 
Sedangkan amalan sunah, maka tidak mengapa jika ditinggalkan baik sengaja maupun tidak sengaja, karena sifatnya hanya pelengkap saja. Dan tidak perlu sujud sahwi. Namun sebagian Hanabilah mengatakan jika ia mau sujud sahwi hukumnya mubah,  yakni ketika ia sudah bertekad untuk mengerjakan sunah tersebut, tapi sewaktu pada tempatnya malah lupa. 
Adapun mana saja yang termasuk rukun, wajib dan sunah dalam sholat, maka silahkan dimurojaahi lagi buku fiqihnya.

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: