MADZHAB FIQIH IMAM AL AUZA’I

July 23, 2017 at 2:07 pm | Posted in Tulisan Lainnya | Leave a comment

MADZHAB FIQIH IMAM AL AUZA’I
Imam Abdur Rahman bin ”Amr al-Auzaa’iy (88 – 157 H)  adalah syaikhul Islam pada zamannya. Beliau adalah seorang mujathid mutlak yang memiliki pendapat-pendapat fiqih, yang sempat menjadi anutan sebagian kaum muslimin pada waktu itu. 
Madzhab beliau sempat terdeksi di daerah Syam dan sekitarnya pada sekitar tahun 120-an hijrah. Bahkan madzhab beliau adalah madzhab pertama kali yang dikenal oleh masyarakat Andalusia, yang waktu itu dibawa oleh muridnya yang bernama Sho’sho’ah bin Salaam (w. 192 H). Imam adz-dzahabi bahkan punya informasi lebih rinci lagi, bahwa madzhab Auzaa’iy sempat eksis di bumi Andalusia sampai tahun 220-an Hijriyyah, sebelum akhirnya digantikan oleh madzhab Maliki. Begitu juga di Damaskus sempat eksis lebih lama lagi yaitu sampai sekitar tahun 340-an Hijriyyah. Syaikhul Islam ibnu Taimiyyah juga mengatakan bahwa madzhab Auzaa’i masih sempat dipakai sampai abad 4 hijriyyah, bahkan madzhab ini menjadi pilihan penduduk Maghrib (sekitar Afrika Utara), sebelum akhirnya digantikan oleh madzhab Maliki. 
Imam al-Auzaa’iy terkenal sebagai alumni madrasah hadits, karena pada zaman itu madrasah fiqih terbagi menjadi dua, madrasah ra’yu dengan tokohnya Imam Abu Hanifah dan madrasah Hadits dengan pembesarnya Imam Malik bin Anas. Awalnya beliau sangat keras menentang pendapatnya ahlu ra’yu, sampai kemudian beliau melakukan muthola’ah terhadap fiqihnya Imam Abu Hanifah, dan kemudian beliau pun menerima good points dari madzhab Imam Abu Hanifah. Oleh karenanya, fiqih beliau merupakan gabungan antara ahli hadits dengan ahli ra’yu, sekalipun kecondongan beliau lebih besar untuk mengambil hadits dan sedikit mengambil qiyas. 
Sekalipun madzhab beliau sudah punah dalam artian tidak ada lagi penyokongnya pada zaman ini, namun pendapat-pendapat fiqih beliau dapat kita temui di kitab-kitab fiqih yang membahas ikhtilaf ulama, seperti kitab al-Ausath karya Imam ibnul Mundzir, badai’u ash-Shonaa’i karya Imam al-Kasaaniy, dan selainnya. Beberapa ahli ilmu kontemporer telah melakukan penelitian untuk mengumpulkan pendapat-pendapat fiqih Imam al-Auzaa’iy, seperti : DR. Abdullah bin Muhammad al-Jabuuriy, DR. Muhammad Rowaas, dan lain-lain. 
Penyebab punahnya madzhab fiqih Imam al-Auzaa’iy adalah sebagai berikut :

1. Kitab-kitab beliau terbakar; 

2. Tidak ada yang mendokumentasikan pendapat-pendapat beliau secara serius dan komprehensif. Sebagaimana diketahui Aimah madzhab empat, pendapat-pendapat mereka sempat didokumentasikan oleh mereka sendiri atau oleh para muridnya, sehingga pendapat-pendapat mereka mudah ditemukan atau dirujuk. 

3. Para Sulthon Islam telah membuat keputusan untuk membatasi pengajaran dan keputusan pengadilan atau fatwa hanya dibatasi dari empat madzhab existing. 
Akhirnya, semoga Allah merahmati Imam al-Auzaa’iy dan kita semuanya dengan Rahmat-Nya yang Maha Luas.

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: