WAJIBNYA MENGIKUTI DALIL

July 23, 2017 at 2:08 pm | Posted in Tulisan Lainnya | Leave a comment

WAJIBNYA MENGIKUTI DALIL 
Imam Nawawi tatkala menukil ucapan Imam Syafi’i tentang wajibnya mengikuti hadits dan meninggalkan pendapat beliau jika bertentangan dengan hadits,  beliau memberikan komentar : 

“Para ulama madzhab kami (Syafi’iyyah) mengamalkan (wasiat Imam Syafi’i tersebut), misalnya dalam masalah tatswiib dan tahalul pada waktu ihram, karena adanya udzur sakit… Sejumlah ulama senior madzhab syafi’i, jika melihat suatu masalah (fiqhiyyah -pent.) yang ada hadits padanya dan pendapat madzhab bertentangan dengan hadits tersebut, maka mereka mengamalkan hadits dan berfatwa dengannya sambil mengatakan, *”madzhab Syafi’i adalah apa yang sesuai dengan hadits”*…

Kemudian Imam Nawawi menjelaskan yang bisa menerapkan ini adalah mujtahid madzhab bukan setiap orang. (Al-Majmu Syarah al-Muhadzab (1/63-64)).
Pernyataan diatas dinukil dari risalahnya asy-syaikh Prof. DR. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Anqoriy, guru besar akidah di universitas Ibnu Saud, Riyadh, KSA yang berjudul “Aqidah al-imam asy-syafi’i min Nushuushi Kalamihi wa Iidhoohi Ashaabihi”.
Kemudian asy-syaikh al-‘Anqoriy menyebutkan beberapa contoh para pembesar madzhab Syafi’i yang meninggalkan pendapat Imamnya, karena mengamalkan nasehat Imamnya untuk berpegang dengan hadits jika pendapatnya tidak sesuai dengan hadits, misalnya :

1. Imam Al-Buwaithiy mengatakan dalam tayamum sunahnya satu kali tepukan, menyelisihi pendapat Imam Syafi’i yang mengatakan tayamum dengan dua kali tepukan. Al-Buwaithiy berpegang dengan haditsnya ‘Ammaar radhiyallahu anhu. 

2. Imam al-Muzaniy menulis kitab yang dikenal dengan “Mukhtashor al-Muzaniy” dalam mukadimah kitabnya, Imam al-Muzaniy berkata : “aku meringkas kitab ini dari ilmunya Muhammad bin Idris (Imam Syafi’i) dan dari makna ucapannya, bersama dengan pemberitahuan larangan dari beliau untuk mentaklidinya dan juga mentaklidi selainnya… “.

Kata Prof. Al-‘Anqoriy, seolah-olah Imam al-Muzaniy berisyarat bahwa ada beberapa point yang beliau akan disenting opinion dengan gurunya. Kemudian Profesor al-‘Anqoriy menemukan ada sekitar 15-an permasalahan, tapi ini hanya sekedar sample bukan keseluruhannya, bahwa Imam al-Muzaniy menyelisihi madzhab Imamnya, yang sekaligus adalah gurunya. 
Kemudian Asy-Syaikh juga mencontohkan beberapa pembesar ulama Syafi’i yang menyelisihi pendapat Imamnya dan pada akhirnya asy-syaikh mengambil kesimpulan :

“Penyebab (para ulama Syafi’iyah menyelisihi pendapat Imamnya (dalam beberapa pilihan fiqhiyyahnya)-pent.) adalah kembali kepada apa yang ditetapkan oleh Sang Imam sendiri bahwa hadits jika telah sahih, kemudian ternyata bertentangan dengan pendapat Imamnya, maka yang diamalkan adalah hadits dan pendapat sang Imam ditinggalkan, karena tidak halal menyelisihi sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam”.

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: