​KURIKULUM BELAJAR ILMU SYAR’I

July 29, 2017 at 2:16 pm | Posted in Tulisan Lainnya | Leave a comment

Ada banyak ulama memberikan tips bagi para thplabul ilmi dalam proses belajar mereka, kemudian memberikan saran-saran terkait kitab apa saja yang dipelajari dari berbagai disiplin ilmu dari mulai tingkat dasar sampai lanjut. 
Kali ini saya akan membagikan tips dari asy-syaikh Hamdaan bin Laazim, anggota kantor dakwah dan pengajaran di Hafr al-Baathin, yang dipublikasikan oleh : https://saaid.net/mktarat/alalm/20.htm
Beliau membagi ilmu yang dipelajari menjadi dua : ilmu Ashliyyah (pokok), seperti : Tafsir, Hadits, Fiqih dan Akidah dan ilmu bantu atau alat yang mengantarkan memahami ilmu ashliyyah diatas, seperti : ilmu ushul fiqih, mustholah hadits, nahwu, shorof dan sejenisnya. 
Kemudian beliau mulai menyebutkan kitab-kitab yang dipelajari oleh seorang tholibul ilmi dari tingkat pemula, sampai tingkat lanjut. 

A.  Ilmu Ashliyyah

I. Ilmu Tafsir, ia bisa mulai mempelajari dari kitab tafsir as-Sa’diy, lalu lanjut ke Tafsir Baghowi, lalu tafsir Ibnu Katsir, lalu samHidayatulanjut ke tafsir Qurthubi, tafsir Thabari dan sejenisnya. 

II.  Akidah, ada dua jenis besar pembahasan akidah :

1. yang terkait akidah uluhiyyah, ia bisa mulai belajar dari kitab Qowaidhul Arba’, Nawaqidhul Islam, Ushul Tsalasah, kitabut Tauhid, lalu dilanjut Syarahnya masing-masing, kemudian bisa lanjut lagi ke Durorul Saniyyah dan Risalah an-Najdiyyah. 

2. Yang terkait akidah secara umum, ia bisa mulai Lumatul I’tiqod, akidah wasithiyyah, akidah hamawiyyah, tadmuriyyah, lalu lanjut ke syarahnya masing-masing, kemudian bisa lanjut ke kitab-kitab Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dan muridnya, Ibnul Qoyyim al-Jauziyyah. 
III.  Hadits, ia bisa mulai dari Arbain Nawawi, Umdahtul Ahkam, Bulughul Marom, lalu lanjut bersama syarahnya, lalu ke lu’lu’ wal Marjan yang merupakan gabungan Shahih Bukhori dan Muslim, lalu Shahih Bukhori, Shahih Muslim dan kutubus Sunan selanjutnya. 
IV.  Fiqih, asy-syaikh menyarankan untuk menggunakan metode madzhabi, kemudian beliau menyebutkan referensi kutub fiqih madzhab Hanbali, adapun yang menerapkan madzhab Syafi’i, maka saya telah memposting terkait hal ini, bisa dirujuk kesana, dan juga menggunakan metode madzhab muhaqiqin atau madzhab ahli hadits juga pernah diposting di status-status saya sebelumnya. 
B. Ilmu Alat

I. Ushul Fiqih, beliau menyarankan mulai dari risalah ushul fiqih as-sa’di, lalu al-Waroqot Imamul Haromaian bersama syarahnya oleh syaikh Abdullah al-fauzan, lalu dilanjut qowaidul fiqih oleh Abdul Mu’min Hanbali dan semisalnya. 

II.  Mustholah Hadits, ia bisa mulai dari Baiquniyyah bersama syarahnya, lalu Nukhbatul fikr bersama syarahnya Nuzhatun nadhor, keduanya karya Ibnu Hajat, lalu lanjut ikhtishor ulumul hadits, imam ibnu Katsir bersama ta’liqnya dari Ahmad Syakir dan al-albani. 

III.  Nahwu Shorof, ia bisa mulai dari Jurumiyyah, bersama syarahnya Tuhfatus Saniyyah, qotrun Nada, lalu lanjut Alfiyah ibnu Malik bersama syarahnya. 
Tentu semua itu dengan dibimbing oleh guru yang mumpuni dalam mengajar bidang-bidang tersebut.

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: