​TIGA FASE PERJALANAN HIDUP IMAM ABUL HASAN AL-ASY’ARIY

July 29, 2017 at 1:25 pm | Posted in Tulisan Lainnya | Leave a comment

TIGA FASE PERJALANAN HIDUP IMAM ABUL HASAN AL-ASY’ARIY
Imam Abul Hasan al-Asy’ariy (260 – 324 H) sebelum beliau akhirnya Khusnul Khotimah -Insya Allah- dengan memeluk akidah Salaf pernah mengalami 2 fase kehidupan dalam bidang akidah yang menyelisihi akidah Salaf. pada fase pertama beliau diatas akidah Mu’tazilah, kemudian fase kedua yang kebanyakan orang menisbatkan diri kepadanya, dimana beliau hanya menetapkan sifat ‘Aqliyyah yang tujuh, yakni pada waktu itu beliau mengikuti metodenya Ibnu Kullab (w. 240 H) dan terakhir, fase ketiga yang menjadi fase terakhir dalam kehidupannya, dimana beliau akhirnya mengikuti metode Salaf dalam akidahnya -walhamdulillah-.
Imam Ibnu Katsir (w. 776 H) -penulis kitab Tafsir yang sangat masyhur- memiliki sebuah karya tulis terkait biografi beberapa ulama Syafi’iyyah yang berjudul “Thabaqaat asy-Syafi’iyyah”. didalam cetakan Daarul Madar al-Islamiy (1/205), Imam Ibnu Katsir ketika menceritakan biografi Imam Abul Hasan al-Asy’ariy berkata :

“aku (Imam Ibnu Katsir) berkata : “asy-Syaikh Abul Hasan memiliki 3 fase keadaan dirinya sebagai berikut :

1. Fase berkecimpung dalam Mu’tazilah yang kemudian beliau sudah rujuk secara total.

2. menetapkan sifat Aqliyyah yang tujuh, yaitu : Hayyat, Ilmu, Qudroh, Iradah, Mendengar, Melihat dan Kalam. dan beliau juga mentakwil sifat-sifat Khobariyyah seperti : Wajah, dua Tangan, Kaki, Betis dan yang semisalnya.

3. Menetapkan semua Sifat-Sifat Allah dengan tidak menanyakan kaifiyatnya (mendeskripsikannya), tidak men-tasybih (menyerupakannya) dengan makhluk-Nya,dan berjalan menurut kaedah-kaedah manhaj Salaf. ini adalah metode yang beliau tetapkan dalam karangannya yang terakhir yang berjudul “al-Ibaanah”, yang kemudian kitab tersebut disyarah oleh al-Baaqilaaniy, dinukil juga oleh al-Hafidz Abul Qoosim ibnu ‘Aasakir. (metode Salaf) inilah yang mana Imam al-Baaqilaaniy, Imamul Haromain dan Aimah senior Syafi’iyyah lainnya condong kepadanya, yang kemudian menjadi revisi terakhir dari pendapat mereka (dalam masalah Ushuluddin). Wallahul A’lam.” 
Semoga Allah memberikan hidayah dan taufiqnya kepada orang-orang yang menisbatkan dirinya kepada madzhab Fiqih Imam Asy-Syaafi’i, untuk meninggalkan akidah kholafnya dan kembali kepada akidah Imamnya dan para senior Aimah Syafi’iyyah lainnya. Aamiin ya Robbal ‘Alamiin.
Insya Allah, jika ada keluasaan ilmu dan rizki, kami akan melanjutkan perjalanan ilmiah Imam Abul Hasan al-Asy’ariy pada fase kedua dan ketiga dengan penjelasan yang lebih luas dari apa yang dinukil sekarang.

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: