AKIDAH SALAF ASHABUL HADITS TENTANG SIFAT ALLAH

July 29, 2017 at 12:41 pm | Posted in Tulisan Lainnya | Leave a comment

AKIDAH SALAF ASHABUL HADITS TENTANG SIFAT ALLAH
Menyambung pembahasan akidah salaf terkait sifat Allah yang ditulis oleh Imam ash-Shobuni (w. 449 H), maka kita akan dapatkan pernyataan dari beliau dengan sangat tegas, jelas, bening, dan jernih sekali, tidak ada kekeruhan akidah menyimpang sama sekali beliau berkata :

“Dengan taufik Allah, Ashabul hadits -semoga Allah menjaga yang masih hidup dan merahmati yang sudah wafat- mereka bersaksi atas ke-Esa-an Allah, dan bersaksi atas kenabian Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Mereka mengenal Rabb mereka Azza wa Jalla dengan sifat-sifat yang telah diucapkan dalam Wahyu yang diturunkan atau persaksian Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, dari khabar-khabar yang shahihah, yang dinukil dari para perowi yang adil dan tsiqoh. Ashabul Hadits menetapkan bagi Allah Azza wa Jalla apa yang ditetapkan oleh Allah bagi Diri-Nya sendiri dalam Kitab-Nya dan apa yang ditetapkan melalui lisan Rasul-Nya. Mereka tidak berkeyakinan menyerupakan sifat Allah dengan sifat Makhluk-Nya, mereka mengatakan Allah menciptakan Nabi Adam dengan kedua tangan-nya, sebagaimana Firman-Nya :

قَالَ يٰۤـاِبْلِيْسُ مَا مَنَعَكَ اَنْ تَسْجُدَ لِمَا خَلَقْتُ بِيَدَيَّ    ۗ  اَسْتَكْبَرْتَ اَمْ كُنْتَ مِنَ الْعَالِيْنَ

“(Allah) berfirman, Wahai Iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Aku ciptakan dengan kedua Tangan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri atau kamu (merasa) termasuk golongan yang (lebih) tinggi?”

(QS. Sad 38: Ayat 75).

Mereka tidak merubah Kalam Allah dari tempatnya, dengan mentakwil kedua tangan menjadi dua nikmat atau dua kekuatan, sebagaimana tahrifnya Mu’tazilah dan Jahmiyyah -semoga Allah membinasakan mereka-, dan ahli hadits tidak membagaimanakannya (mendeskripsikannya) atau menyerupakannya dengan tangan makhluk, sebagaimana dilakukan al-Musyabihah -semoga Allah menghinakannya-. 

Allah telah melindungi Ahlu Sunnah dari melakukan tahrif, tasybih dan takyif. Allah memberikan kenikmatan kepada mereka dengan ta’riif (pengetahuan) dan tafhiim (pemahaman), sehingga mereka dapat menempuh jalannya tauhid dan tanziih (pensucian), dan meninggalkan ucapan ta’thil dan tasybih, mereka mengikuti Firman Allah :

   لَيْسَ كَمِثْلِهٖ شَيْءٌ ۚ  وَهُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ

“Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia. Dan Dia Yang Maha Mendengar, Maha Melihat.”

(QS. Asy-Syura 42: Ayat 11)”.

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: