STATUS HADITS 15 HUKUMAN BAGI ORANG YANG MENINGGALKAN SHOLAT

July 29, 2017 at 12:39 pm | Posted in Tulisan Lainnya | Leave a comment

HADITS 15 HUKUMAN BAGI ORANG YANG MENINGGALKAN SHOLAT
Tidak diragukan lagi meninggalkan sholat adalah dosa besar, tapi menakut-nakuti orang yang meninggalkan sholat dengan hadits-hadits palsu juga perbuatan yang tidak benar. Telah tersebar hadits yang berbunyi :

ﻣﻦ ﺗﻬﺎﻭﻥ ﻓﻲ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﻋﺎﻗﺒﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﺑﺨﻤﺴﺔ ﻋﺸﺮ ﻋﻘﻮﺑﺔ : ﺳﺘﺔ ﻣﻨﻬﺎ ﻓﻲ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ ، ﻭﺛﻼﺛﺔ ﻋﻨﺪ ﺍﻟﻤﻮﺕ ، ﻭﺛﻼﺛﺔ ﻓﻲ ﺍﻟﻘﺒﺮ ، ﻭﺛﻼﺛﺔ ﻋﻨﺪ ﺧﺮﻭﺟﻪ ﻣﻦ ﺍﻟﻘﺒﺮ … ” 

“Barangsiapa yang meremehkan (meninggalkan) sholat,  Allah akan siksa ia dengan 15 siksaan : 6 di dunia, 3 ketika kematiannya, 3 di alam kubur,  dan 3 lagi setelah keluar dari kubur, yaitu :….”.
Asy-Syaikh bin Baz menilai hadits diatas :

ﻫﺬﺍ ﺍﻟﺤﺪﻳﺚ ﺍﻟﻤﺬﻛﻮﺭ ﻓﻲ ﺑﻴﺎﻥ ﻋﻘﻮﺑﺔ ﺗﺎﺭﻙ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﻓﻲ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ ﻭﻓﻲ ﺍﻟﻘﺒﺮ ﻭﻓﻲ ﺍﻵﺧﺮﺓ ﻟﻴﺲ ﻟﻪ ﺃﺻﻞ، ﺑﻞ ﻫﻮ ﻣﻜﺬﻭﺏ ﻋﻦ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﻋﻠﻴﻪ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﻭﺍﻟﺴﻼﻡ، ﻧﺒﻪ ﻋﻠﻰ ﺫﻟﻚ ﺟﻤﻊ ﻣﻦ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﻣﻨﻬﻢ ﺍﻟﺤﺎﻓﻆ ﺑﻦ ﺣﺠﺮ ﺭﺣﻤﺔ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻬﻢ ﻓﻲ ﻛﺘﺎﺑﻪ ‏( ﻟﺴﺎﻥ ﺍﻟﻤﻴﺰﺍﻥ ‏) ، ﻓﻬﻮ ﺣﺪﻳﺚ ﻣﻮﺿﻮﻉ ﻣﻜﺬﻭﺏ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻨﺒﻲ -ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ .

“Hadits ini…. Tidak memiliki asal, bahkan itu adalah kedustaan atas nama Nabi shallallahu alaihi wa sallam, hal ini diperingatkan oleh sejumlah ulama, diantaranya oleh al-hafizh Ibnu Hajar dalam kitabnya “Lisaanul Mizan”…”.

(http://www.binbaz.org.sa/noor/2748).
Asy-Syaikh DR. Hisamuddin ‘Afanah juga mendustakan hadits diatas, lalu beliau berkata :

ﻭﺑﻬﺬﺍ ﻳﻈﻬﺮ ﺃﻥ ﺍﻟﺤﺪﻳﺚ ﻣﻜﺬﻭﺏ ﻭﺑﺎﻃﻞ ﻭﻻ ﻳﺠﻮﺯ ﻧﺸﺮﻩ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻭﻻ ﺗﻌﻠﻴﻘﻪ ﻓﻲ ﺍﻟﻤﺴﺎﺟﺪ، ﻷﻥ ﺫﻟﻚ ﻣﻦ ﺍﻟﻜﺬﺏ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺮﺳﻮﻝ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ . ﻭﻳﻨﺒﻐﻲ ﻋﻠﻰ ﻣﻦ ﻳﺮﻏﺐ ﻓﻲ ﻧﺸﺮ ﻛﺘﻴﺒﺎﺕ ﺃﻭ ﻧﺸﺮﺍﺕ ﺗﺘﻀﻤﻦ ﺃﺣﺎﺩﻳﺚ ﻧﺒﻮﻳﺔ ﺃﻥ ﻳﻌﺮﺿﻬﺎ ﻋﻠﻰ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﻭﺍﻻﺧﺘﺼﺎﺹ ﻟﻠﻨﻈﺮ ﻓﻴﻬﺎ ﻭﺗﻤﺤﻴﺼﻬﺎ ﻗﺒﻞ ﻧﺸﺮﻫﺎ ﺣﺘﻰ ﻻ ﻳﺪﺧﻞ ﻓﻲ ﺩﺍﺋﺮﺓ ﺍﻟﻜﺬﺏ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻷﻥ ﺍﻟﻜﺬﺏ ﻋﻠﻴﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻣﻦ ﺍﻟﻜﺒﺎﺋﺮ ﻭﻗﺪ ﺛﺒﺖ ﻓﻲ ﺍﻟﺤﺪﻳﺚ ﺍﻟﺼﺤﻴﺢ ﻗﻮﻟﻪ : ‏« ﻣﻦ ﻛﺬﺏ ﻋﻠﻲَّ ﻣﺘﻌﻤﺪﺍً ﻓﻠﻴﺘﺒﻮﺃ ﻣﻘﻌﺪﻩ ﻣﻦ ﺍﻟﻨﺎﺭ ‏» 

“Dengan penjelasan diatas (yakni adanya salah satu perowi pendusta dalam sanadnya yang bernama Muhammad bin Ali bin ‘Abbas al-‘Athoor, dan penjelasan lainnya-pent.) menjadi jelas bahwa hadits ini palsu dan batil, tidak boleh disebarkan di tengah-tengah manusia atau digantung di masjid. Karena ini adalah kedustaan atas nama rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Hendaknya orang yang bersemangat untuk menyebarkan artikel yang berisi hadits Nabi, untuk berkonsultasi kepada ulama agar bisa diteliti dan diverifikasi sebelum disebarkan,  sehingga tidak masuk kedalam cakupan berdusta atas nama Nabi, karena berdusta atas nama Nabi termasuk dosa besar, dimana Beliau bersabda : 

“Barangsiapa yang berdusta atas namaku, maka siapkanlah tempat duduknya di neraka””.

(https://ar.islamway.net/fatwa/55989/حديث-مكذوب-في-تارك-الصلاة).
Terkait hukuman akibat meninggalkan sholat telah terdapat nash-nash shahihah yang menjelaskannya, misalnya Firman Allah Subhanahu wa ta’ala :

مَا  سَلَـكَـكُمْ فِيْ سَقَرَ

“Apa yang menyebabkan kamu masuk ke dalam (Neraka) Saqar?”

قَالُوْا لَمْ نَكُ مِنَ الْمُصَلِّيْنَ 

“Mereka menjawab, Dahulu kami tidak termasuk orang-orang yang melaksanakan sholat,”

(QS. Al-Muddassir 74: Ayat 42 & 43).

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: