​APAKAH BINATANG DIBANGKITKAN JUGA PADA HARI KIAMAT? 

August 17, 2017 at 3:37 pm | Posted in Tulisan Lainnya | 2 Comments

APAKAH BINATANG DIBANGKITKAN JUGA PADA HARI KIAMAT? 
Imam al-Aluusiy dalam kitab tafsirnya yang berjudul “ﺭﻭﺡ ﺍﻟﻤﻌﺎﻧﻲ ﻓﻲ ﺗﻔﺴﻴﺮ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ ﺍﻟﻜﺮﻳﻢ” ketika menafsirkan Firman Allah Subhanahu wa ta’ala dalam surat At-Takwir ayat ke-5 :

وَاِذَا الْوُحُوْشُ  حُشِرَتْ 

“dan apabila binatang-binatang liar dikumpulkan,”.
Al-Imam berkomentar (30/52) :

“Tidak ada dalam bab (dibangkitkannya hewan pada hari kiamat -pent.) itu nash baik dari Kitab dan Sunnah yang bisa ditafsirkan bahwa selain manusia dan jin, seperti hewan akan dikumpulkan pada hari kiamat, hadits Muslim dan Tirmidzi, sekalipun itu shahih namun bukanlah terkait dengan tafsir dari ayat ini, bisa jadi itu adalah kinayah (simbolik) dari keadilan yang sempurna. Pendapat inilah yang aku (Imam al-Aluusiy) condong padanya, walaupun aku tidak memastikan kesalahan orang yang berpendapat (dibangkitkannya hewan pada hari kiamat), karena mereka memiliki sandaran yang layak dijadikan hujjah secara global. Wallahul a’lam -selesai-. 
Apa yang dirajihkan oleh Imam al-Aluusiy bertentangan dengan pendapat Imam Ibnu Jarir ath-thabari, beliau berkata dalam tafsirnya (ayat terakhir surat An-Nabaa’):

وقوله: (ويقول الكافر ياليتني كنت ترابا) يقول تعالى ذكره: ويقول الكافر يومئذ تمنيا لما يلقى من عذاب الله الذي أعده لأصحابه الكافرين به، يا ليتني كنت ترابا كالبهائم التي جعلت ترابا.

“Firman Allah Subhanahu wa ta’ala : {orang-orang kafir berkata, “seandainya aku menjadi tanah”}.

Allah menyebutkan ucapan orang kafir pada hari (pembalasan) yang berharap ketika menghadapi azab Allah yang telah dijanjikan kepada orang-orang kafir, seandainya aku (orang kafir) menjadi tanah, sebagaimana binatang yang dijadikan tanah” -selesai-. 
Kemudian Imam ath-thabari menyampaikan beberapa hadits yang menunjukkan bahwa binatang juga akan dibangkitkan dan dikumpulkan pada hari kiamat. 

إذا كان يوم القيامة، مد الأديم، وحشر الدواب والبهائم والوحش، ثم يحصل القصاص بين الدواب، يقتص للشاة الجماء من الشاة القرناء نطحتها، فإذا فرغ من القصاص بين الدواب، قال لها: كوني ترابا، قال: فعند ذلك يقول الكافر: يا ليتني كنت ترابا “.

“Semua makhluk akan dikumpulkan pada hari kiamat, binatang, hewan liar, burung-burung, dan segala sesuatu, sehingga ditegakkan keadilan Allah, untuk memindahkan tanduk dari hewan hewan bertanduk ke yang tidak bertanduk (lalu dilakukan qishas). Kemudian Allah berfirman, “Kalian semua, jadilah tanah.” Di saat itulah orang kafir mengatakan, “Andai aku jadi tanah.” (HR. Hakim 3231 dan dishahihkan ad-Dzahabi).
Binatang tersebut dibangkitkan bukan untuk dihisab amalnya, karena mereka bukan mukallaf (yang terkena beban syariat), tapi untuk menunjukkan bahwa keadilan benar-benar ditegakkan, sampaipun kedzholiman yang dilakukan oleh binatang. 

ﻟَﺘُﺆَﺩُّﻥَّ ﺍﻟﺤُﻘُﻮﻕَ ﺇِﻟَﻰ ﺃَﻫْﻠِﻬَﺎ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ، ﺣَﺘَّﻰ ﻳُﻘَﺎﺩَ ﻟِﻠﺸَّﺎﺓِ ﺍﻟﺠَﻠْﺤَﺎﺀِ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺸَّﺎﺓِ ﺍﻟﻘَﺮْﻧَﺎﺀِ ‏

“Benar-benar hak itu akan ditunaikan kepada yang berhak pada hari kiamat, sampai-sampai kambing yang tidak bertanduk akan membalas kambing yang bertanduk (HR. Muslim). 
Jadi sebagian ulama berpendapat bahwa hewan juga akan dibangkitkan pada hari kiamat, namun setelah Allah memberikan kesempatan kepada para binatang untuk saling mengqishosh, lalu Allah menjadikan mereka debu, sehingga orang-orang kafir berharap menjadi seperti binatang pada saat itu, agar mereka lenyap tidak menerima siksaan yang Sudah dipersiapkan bagi mereka, akibat kekafirannya. 
Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya ketika menyampaikan pendapat yang kedua terkait potongan paling akhir dari ayat ke-40 surat An-Nabaa’, beliau berkata :

وقيل: إنما يود ذلك حين يحكم الله بين الحيوانات التي كانت في الدنيا، فيفصل بينها بحكمه العدل الذي لا يجور، حتى إنه ليقتص للشاة الجماء من القرناء. فإذا فرغ من الحكم بينها قال لها: كوني ترابا، فتصير ترابا. فعند ذلك يقول الكافر: {يا ليتني كنت ترابا} أي: كنت حيوانا فأرجع إلى التراب. وقد ورد معنى هذا في حديث الصور المشهور  وورد فيه آثار عن أبي هريرة، وعبد الله بن عمرو، وغيرهما.

“Menurut pendapat lain, sesungguhnya orang kafir itu berkhayal demikian hanyalah setelah ia menyaksikan peradilan Allah, pada saat menghukumi antara hewan-hewan terhadap kejadian-kejadian yang telah dilakukannya ketika di dunia dengan sesamanya. Maka Allah memutuskan perkara di antara mereka dengan hukum-Nya yang Maha-adil yang tidak ada kecurangan sedikit pun, sehingga kambing yang tidak bertanduk disuruh membalas terhadap kambing yang bertanduk yang dahulu sewaktu di dunia pernah menanduknya. Apabila peradilan telah dilakukan terhadap mereka, Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman kepada mereka, “Jadilah kamu tanah!” Maka semuanya kembali menjadi tanah. Dan saat itulah orang kafir berkata, sebagaimana yang disitir oleh firman-Nya: {“Alangkah baiknya sekiranya aku dahulu adalah tanah”.} (An-Naba: 40).

Yaitu mereka berkeinginan seperti hewan, yang dikembalikan menjadi tanah. Hal yang semakna telah disebutkan di dalam hadis sangkakala yang terkenal, sebagaimana telah disebutkan pula dalam asar-asar yang bersumber dari Abu Hurairah, dan Abdullah ibnu Amr serta selain keduanya”.

Advertisements

2 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Informasi yang bermanfaat 🙂

    Like

  2. Informasi yang bermanfaat 🙂

    Like


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: