BERKURBAN ALA MADZHAB DHOHIRI

August 17, 2017 at 3:34 pm | Posted in Tulisan Lainnya | Leave a comment

BERKURBAN ALA MADZHAB DHOHIRI
Imam Ibnu Hazm (w. 456 H) pembawa bendera madzhab dhohiri, beliau berkata dalam kitabnya “al-Muhalla” (masalah no. 977 vol. 6 hal 29-30, cet. Daarul Fikr) :

ﻭَﺍﻟْﺄُﺿْﺤِﻴَّﺔُ ﺟَﺎﺋِﺰَﺓٌ ﺑِﻜُﻞِّ ﺣَﻴَﻮَﺍﻥٍ ﻳُﺆْﻛَﻞُ ﻟَﺤْﻤُﻪُ ﻣِﻦْ ﺫِﻱ ﺃَﺭْﺑَﻊٍ، ﺃَﻭْ ﻃَﺎﺋِﺮٍ، ﻛَﺎﻟْﻔَﺮَﺱِ، ﻭَﺍﻟْﺈِﺑِﻞِ، ﻭَﺑَﻘَﺮِ ﺍﻟْﻮَﺣْﺶِ، ﻭَﺍﻟﺪِّﻳﻚِ، ﻭَﺳَﺎﺋِﺮِ ﺍﻟﻄَّﻴْﺮِ ﻭَﺍﻟْﺤَﻴَﻮَﺍﻥِ ﺍﻟْﺤَﻠَﺎﻝِ ﺃَﻛْﻠُﻪُ، ﻭَﺍﻟْﺄَﻓْﻀَﻞُ ﻓِﻲ ﻛُﻞِّ ﺫَﻟِﻚَ ﻣَﺎ ﻃَﺎﺏَ ﻟَﺤْﻤُﻪُ ﻭَﻛَﺜُﺮَ ﻭَﻏَﻠَﺎ ﺛَﻤَﻨُﻪُ .

“berkurban itu boleh dengan seluruh hewan yang dapat dimakan dagingnya, baik hewan berkaki empat atau unggas, misalnya berkurban dengan Kuda, Unta, Sapi, Keledai, Ayam, dan seluruh unggas lainnya yang dagingnya halal dimakan. Namun yang terbaik adalah yang paling bagus, banyak dan mahal dagingnya” -selesai-.
Dalil yang disampaikan oleh Imam Ibnu Hazm adalah 2 atsar dari Bilal dan Abdullah bin Abbas rodhiyallahu anhumaa. Kedua atsar ini diriwayatkan dengan sanad yang shahih oleh Imam Abdur Rozaq dalam kitab “al-Mushonaf”. Yang pertama Imam Abdur Rozaq menyebutkan dengan sanadnya sampai kepada Suwaid bin Ghoflah beliau berkata :

ﺳَﻤِﻌْﺖُ ﺑِﻠَﺎﻟًﺎ ﻳَﻘُﻮﻝُ : ‏« ﻣَﺎ ﺃُﺑَﺎﻟِﻲ ﻟَﻮْ ﺿَﺤَّﻴْﺖُ ﺑِﺪِﻳﻚٍ

“aku mendengar Bilaal rodhiyallahu ‘anhu berkata, “aku tidak peduli, seandainya aku berkurban dengan seekor Ayam Jantan”.
Adapun atsar Ibnu Abbas, Imam Abdur Rozaq menulis sanadnya sampai kepada Abu Ma’syar :

ﻋَﻦْ ﺭَﺟُﻞٍ، ﻣَﻮْﻟًﻰ ﻟِﺎﺑْﻦِ ﻋَﺒَّﺎﺱٍ ﻗَﺎﻝَ : ﺃَﺭْﺳَﻠَﻨِﻲ ﺍﺑْﻦُ ﻋَﺒَّﺎﺱٍ ﺃَﺷْﺘَﺮِﻱ ﻟَﻪُ ﻟَﺤْﻤًﺎ ﺑِﺪِﺭْﻫَﻤَﻴْﻦِ، ﻭَﻗَﺎﻝَ : ‏« ﻗُﻞْ ﻫَﺬِﻩِ ﺿَﺤِﻴَّﺔُ ﺍﺑْﻦِ ﻋَﺒَّﺎﺱٍ »

“dari seorang laki-laki –Maula ibnu Abbas- beliau berkata : “Ibnu Abbas mengutusku untuk membeli daging seharga 2 dirham, lalu beliau berkata : “katakanlah ini adalah kurban dari Ibnu Abbas”.
Sekalipun pendapat Imam Ibnu Hazm menyelisi jumhur ulama, namun beberapa ulama kontemporer seperti DR. Sa’aduddiin al-Hilali, dosen Fiqih perbandingan universitas al-Azhar, Mesir pernah memfatwakan kebolehan menyembelih ayam bagi orang-orang miskin pada hari kurban. Fatwa ini didukung oleh DR. Abdul Hamiid, mantan ketua lajnah fatwa Al Alzhar, alasannya untuk mempermudah kaum Muslimin. Lihat beritanya disini :

http://www.youm7.com/story/2015/9/20
bahkan ada seorang ikhwan di forum multaqo ahlu hadits mendengar DR. Umar Abdul Kaafiy dalam ceramahnya mengatakan bahwa Imam Abu Yusuf –sahabatnya Imam Abu Hanifah – pernah hendak berkurban dengan seekor ayam jantan.

http://www.ahlalhdeeth.com/vb/archive/index.php/t-26152.html
monggo bagi yang dananya terbatas, barangkali mau mengaplikasikan madzhab dhohiri….

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: