PERMISALAN MUNAFIQIN DI SURAT AL BAQOROH 1

August 17, 2017 at 3:35 pm | Posted in Tulisan Lainnya | Leave a comment

PERMISALAN MUNAFIQIN DI AWAL-AWAL SURAT AL BAQOROH

bagian 1 Membeli Kesesatan dengan Harga Petunjuk
Allah Subhanahu wa ta’ala membuat perumpamaan orang Munafik di ayat ke-16 dari surat Al Baqarah :

{أُولَئِكَ الَّذِينَ اشْتَرَوُا الضَّلالَةَ بِالْهُدَى فَمَا رَبِحَتْ تِجَارَتُهُمْ وَمَا كَانُوا مُهْتَدِينَ}

Mereka itulah orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk, maka tidaklah beruntung perniagaannya dan tidaklah mereka mendapat petunjuk.
Dalam ayat ini terdapat permisalan sikap orang munafik terkait petunjuk dan kesesatan seperti layaknya transaksi jual beli, mereka membeli kesesatan dengan harga petunjuk yang mereka memiliki. Terhadap permisalan ini, ada beberapa versi dari penjelasan ulama kita :

1. Maksudnya si munafik itu mengambil kesesatan dan meninggalkan petunjuk. Ini versi yang disebutkan oleh Imam as-Sudiy, ahli tafsir klasik. 

2. Imamul Mufasirin Abdullah bin Abbas radhiyallahu anhu memberikan tafsiran : “Munafiqin adalah mereka yang membeli kekufuran dengan keimanan”.

3. Menurut Imam Mujahid makna yang dimaksud adalah pada mulanya mereka beriman, kemudian kafir. 

4. Imam Qotadah memberikan komentar : “mereka lebih menyukai kesesatan daripada hidayah (petunjuk)”. 

Pendapat Qatadah ini mirip dengan makna yang terkandung di dalam firman-Nya:

وَأَمَّا ثَمُودُ فَهَدَيْناهُمْ فَاسْتَحَبُّوا الْعَمى عَلَى الْهُدى

Dan adapun kaum Samud, maka mereka telah Kami beri petunjuk, tetapi mereka lebih menyukai buta (kesesatan) dari petunjuk itu. (Fushshilat 17).
Kemudian Imam Ibnu Katsir membuat resume dari tafsiran  Aimah diatas untuk amstal yang sedang kita bahas :

أن المنافقين عدلوا عن الهدى إلى الضلال، واعتاضوا عن الهدى بالضلال

“orang-orang munafik itu menyimpang dari jalan petunjuk dan menempuh jalan kesesatan, mereka menukar hidayah dengan kesesatan”.
Kemudian maksud dari permisalan :

فَمَا رَبِحَتْ تِجَارَتُهُمْ

“maka tidaklah beruntung perniagaannya”

Yakni apa yang mereka lakukan membarter kesesatan dengan petunjuk adalah suatu transaksi yang tidak menguntungkan sama sekali. 
Sumber : Tafsir Ibnu Katsir.

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: