TAKHRIJ HADITS 9 DARI 10 PINTU RIZKI ADA PADA PERDAGANGAN

October 31, 2017 at 4:09 pm | Posted in Hadits | Leave a comment

TAKHRIJ HADITS 9 DARI 10 PINTU RIZKI ADA PADA PERDAGANGAN

 

Hadits diatas sangat masyhur, terutama di lisan para pedagang, namun dibalik kemasyhurannya hadits diats diriwayatkan dalam kitab hadits yang tidak masyhur. Imam ibnu Abid Dunya (w. 281 H) lah yang meriwayatkan hadits diatas dalam kitabnya “Islahul Maal” (no. 213) :

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الصَّبَّاحِ , حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ , عَنْ دَاوُدَ بْنِ أَبِي هِنْدَ , عَنْ نُعَيْمِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ , قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «تِسْعَةُ أَعْشَارِ الرِّزْقِ فِي التِّجَارَةِ» Continue Reading TAKHRIJ HADITS 9 DARI 10 PINTU RIZKI ADA PADA PERDAGANGAN…

Advertisements

Bab 15  Tentang Lemahnya Hati

October 31, 2017 at 3:15 pm | Posted in AL KABAIR | Leave a comment

TA’LIQ ‘ALAA MATAN AL-KABAIR

 

Bab 15  Tentang Lemahnya Hati

 

Al-Imam Muhammad bin Abdul Wahab berkata :

وقول الله تعالى: {وَرَبَطْنَا عَلَى قُلُوبِهِمْ} الآية

“Allah Berfirman : “Dan Kami meneguhkan hati mereka” (QS. Al Kahfi : 14).

*** Continue Reading Bab 15  Tentang Lemahnya Hati…

HUKUM SYARIAH

October 31, 2017 at 1:37 pm | Posted in Ushul Fiqih | Leave a comment

TA’LIQ ‘ALAA MATAN AL-WARAQAAT

Jenis-Jenis Hukum – Umum

Imamul Haramain berkata :

وَالْأَحْكَام سَبْعَة الْوَاجِب وَالْمَنْدُوب والمباح والمحظور وَالْمَكْرُوه وَالصَّحِيح وَالْبَاطِل

[Ahkam itu ada tujuh, yaitu wajib, manduub, mubah, makhdhuur, makruh, shahih dan batil].

*** Continue Reading HUKUM SYARIAH…

Mukadimah Waraqaat

October 30, 2017 at 3:21 pm | Posted in Tulisan Lainnya | Leave a comment

TA’LIQ ‘ALAA MATAN AL-WARAQAAT

 

Mukadimah

Imamul Haramain (w. 478 H) berkata :

بِسم الله الرَّحْمَن الرَّحِيم

هَذِه وَرَقَات تشْتَمل على فُصُول من أصُول الْفِقْه وَذَلِكَ مؤلف من جزأين مفردين أحدهما: الأصول والثاني الفقه

[ini adalah lembaran-lembaran yang berisi pasal-pasal dari (pembahasan) ilmu Ushul Fiqih. (Ushul Fiqih ini) terdiri dari dua bagian yang masing-masing berdiri sendiri, yang pertama Ushul dan yang kedua Fiqih].

*** Continue Reading Mukadimah Waraqaat…

HARAM DALAM KAJIAN USHUL FIQIH

October 29, 2017 at 12:17 am | Posted in Ushul Fiqih | Leave a comment

HARAM DALAM KAJIAN USHUL FIQIH

 

Beberapa ulama klasik menyebutnya dengan istilah “المحظور” (al-Mahzhuur), seperti yang dilakukan oleh Ahmad bin Ali al-Jashosh (w. 370 H) –salah satu Aimah Hanafiyyah-[1], Abu Ali al-Hasan bin Syihaab al-‘Ikbariy (w. 428 H) –salah satu Aimah Hanabilah[2]-, Abul Ma’aaliy Abdul Malik al-Juwainiy (w. 468 H) –salah satu Aimah Syafi’iyyah[3]-, Abu Bakar ibnul Arabiy (w. 543 H) –salah satu Aimah Malikiyyah[4]-, dan selainnya.

Continue Reading HARAM DALAM KAJIAN USHUL FIQIH…

BACA SURAT YASIN PADA PAGI HARI DAPAT MENGABULKAN HAJAT

October 28, 2017 at 4:10 pm | Posted in Tulisan Lainnya | Leave a comment

BACA SURAT YASIN PADA PAGI HARI DAPAT MENGABULKAN HAJAT

 

Tadi secara tidak sengaja membaca buku Yasin dan pada halaman pertamanya, si penyusun mengatakan diriwayatkan dalam Sunan Darimi dengan sanad yang shahih sampai kepada ‘Athoo` bin Abi Rabaah bahwa beliau berkata :

بَلَغَنِي أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «مَنْ قَرَأَ يس فِي صَدْرِ النَّهَارِ، قُضِيَتْ حَوَائِجُهُ»

“telah sampai kepadaku bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salaam bersabda : “barangsiapa yang membaca surat Yasin pada permulaan pagi, maka segala hajatnya akan dipenuhi”.

Continue Reading BACA SURAT YASIN PADA PAGI HARI DAPAT MENGABULKAN HAJAT…

MENGENAL PENGUJIAN HADITS DENGAN MUTAABA’AAT DAN SYAWAAHID

October 28, 2017 at 2:49 pm | Posted in Hadits | Leave a comment

MENGENAL PENGUJIAN HADITS DENGAN MUTAABA’AAT DAN SYAWAAHID[1]

 

Ini adalah permasalahan yang dibahas oleh para penulis kitab Mustholah Hadits dalam kitab-kitab mereka. Imam Ibnu Sholaah memasukkan pembahasan ini pada point “an-Nau’” (jenis) yang kelima belas. Inti dari pembahasan dalam tema ini adalah untuk menguji sebuah hadits apakah perowinya bersendirian atau tidak? Apakah ia ma’ruf (dikenal) atau tidak?.

Continue Reading MENGENAL PENGUJIAN HADITS DENGAN MUTAABA’AAT DAN SYAWAAHID…

October 27, 2017 at 11:04 pm | Posted in fiqih | Leave a comment

KITAB 9 TALAK

Bab 9B Ilaa

 

Yaitu seorang suami bersumpah kepada seluruh istrinya atau sebagian istrinya untuk tidak mendekatinya (menggaulinya). Jika ia memberikan batas waktu untuk tidak mendekatinya kurang dari 4 bulan, maka ia menjauhi istrinya sampai batas waktunya habis[1]. Namun jika ia tidak memberikan batas waktu –atau waktunya lebih dari 4 bulan-, diberikan pilihan baginya setelah habis waktu (4 bulan) antara ia kembali kepada istrinya atau menceraikannya[2].

==============

Ta’liqiy :

[1] Berdasarkan hadits Ummu Salamah dalam Shahihain dan ini lafadz Bukhori :

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ آلَى مِنْ نِسَائِهِ شَهْرًا، فَلَمَّا مَضَى تِسْعَةٌ وَعِشْرُونَ يَوْمًا، غَدَا أَوْ رَاحَ فَقِيلَ لَهُ: إِنَّكَ حَلَفْتَ أَنْ لاَ تَدْخُلَ شَهْرًا، فَقَالَ: «إِنَّ الشَّهْرَ يَكُونُ تِسْعَةً وَعِشْرِينَ يَوْمًا»

“bahwa Nabi shalallahu alaihi wa sallam pernah meng-Iilaa` sebagian istrinya selama satu bulan, tatkala berlalu 29 hari, Beliau pada pagi atau sore harinya kembali menggauli istrinya tersebut. Maka ada yang mengatakan kepada Beliau : “engkau telah bersumpah untuk tidak menggauli istrimu selama satu bulan (sedangkan sekarang baru 29 hari)?”. Rasulullah menjawab : “sesungguhnya satu bulan itu terkadang jumlahnya 29 hari”.

 

[2] Berdasarkan Firman Allah Subhaanahu wa Ta’aalaa dalam surat Al Baqoroh ayat 226 & 227 :

لِلَّذِينَ يُؤْلُونَ مِنْ نِسَائِهِمْ تَرَبُّصُ أَرْبَعَةِ أَشْهُرٍ فَإِنْ فَاءُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ (226) وَإِنْ عَزَمُوا الطَّلَاقَ فَإِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ (227)

“kepada orang-orang yang meng-Iilaa` istrinya diberi tangguh selama 4 (empat) bulan lamanya. Keudian jika mereka kembali kepada istrinya, Sesungguhnya Allah maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Namun jika mereka bertekad untuk menceraikannya, maka sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”.

HUKUM MENULIS NOVEL ISLAMI

October 23, 2017 at 2:27 pm | Posted in fiqih | 2 Comments

HUKUM MENULIS NOVEL ISLAMI

Novel yang dimaksud disini adalah novel fiksi, namun isinya sarat dengan dakwah Islam. Pertanyaannya adalah bagaimana hukum membuat novel seperti itu, diharamkan atau diperbolehkan?. Pada tulisan kali ini, saya akan menukil fatwa dua ulama kibar hadzal ashr (zaman ini), yang mana satu ulama mengharamkannya secara mutlak dan yang satu lagi membolehkannya dengan perinciannya.

Soal : apakah diperbolehkan menulis novel/cerpen jika tujuannya untuk dakwah, dimana diketahui bahwa novel tersebut adalah karangan fiksi yang bukan kisah sebenarnya?

Jawaban :
Menulis cerita fiksi tidak boleh, berdusta itu tidak boleh..berdusta itu tidak boleh, janganlah menulis cerita kecuali kisah-kisah yang shahih dalam Al Qur’an maupun hadits atau kisah nyata yang diyakini kebenarannya, kerena kejujuran itu..kejujuran adalah sesuatu yang menjadi pegangan dan dibangun diatasnya serta dipercayai ceritanya.
Adapun jika seseorang mengetahui bahwa novel tersebut fiksi dan tidak benar-benar terjadi realitasnya, maka tidak bisa dipercaya…sesuatu yang tidak bisa dipercaya maka tidak dibutuhkan oleh dakwah.
Dakwah itu –walhamdulillah- telah tercukupi dengan Kitab dan sunah…tercukupi dengan sunnah dengan metode dari Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wa Salaam. Maka engkau berdakwalah dengan menggunakan metode Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wa Salaam :  Continue Reading HUKUM MENULIS NOVEL ISLAMI…

SYARIAT ORANG SEBELUM KITA

October 22, 2017 at 4:01 pm | Posted in Ushul Fiqih | Leave a comment

SYARIAT ORANG SEBELUM KITA

 

Para ulama berbeda pendapat didalam menyikapi amalan umat sebelum kita, setelah Muhammad Sholallahu ‘alaihi wa Salaam diutus sebagai Nabi dan Rasul, apakah kita beribadah dengannya juga?.

 

Sebagian ulama berpendapat bahwa syariat orang-orang sebelumnya bukanlah menjadi ibadah bagi kita, bahkan terlarang untuk mengerjakannya. Imam az-Zarkasy (w. 794 H) dalam kitabnya “al-Bahr al-Muhiith” (8/42, cet. Daarul Kutubiy) menyebutkan ini adalah pendapat sejumlah ulama Syafi’i, Hanafiyyah dan ahli Kalam. Pendapat ini adalah pendapat terakhir Imam Abu Ishaq asy-Syairozi dalam kitabnya “al-Luma’” (hal. 63, cet. DKI), dimana beliau berkata : Continue Reading SYARIAT ORANG SEBELUM KITA…

Next Page »

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: