Hukum Taklifiy – Makruh

November 7, 2017 at 2:38 pm | Posted in Ushul Fiqih | Leave a comment

TA’LIQ ‘ALAA MATAN AL-WARAQAAT

Hukum Taklifiy – Makruh

 

Imamul Haramain berkata :

وَالْمَكْرُوه مَا يُثَاب على تَركه وَلَا يُعَاقب على فعله

“dan al-Makruuh adalah apa yang diberikan pahala bagi yang meninggalkannya dan tidak dihukum bagi yang mengerjakannya”.

***

Ta’liq :

“al-Makruuh secara bahasa adalah al-Magdhuudh, yaitu sesuatu yang dibenci[1]. Sebagaimana Firman Allah Subhanahu wa Ta’alaa :

كُلُّ ذَلِكَ كَانَ سَيِّئُهُ عِنْدَ رَبِّكَ مَكْرُوهًا

“Semua itu kejahatannya amat dibenci di sisi Tuhanmu” (QS. Al Israa` : 38).

Adapun secara istilah sebagaimana yang didefinisikan oleh Imamul Haromain diatas.

 

Perkataan beliau “apa yang diberikan pahala bagi yang meninggalkannya”, ditambahkan oleh al-‘Alamah Jalaluddin al-Mahalliy dengan “imtitsalaan”, dan penjelasannya persis sebagaimana yang kami sampaikan pada pembahasan al-Mahdzhuur sebelumnya. kemudian penggalan kalimat pertama dari definisi diatas, mengeluarkan cakupan hukum wajib, manduub dan mubah, karena ketiganya  itu tidak diberikan pahala bagi yang meninggalkannya.

 

Kemudian perkataan beliau “dan tidak dihukum bagi yang mengerjakannya”, ini mengeluarkan cakupan hukum haram, karena bagi yang mengerjakan perbuatan haram, berhak mendapatkan hukuman.

 

Sebagian ulama melengkapi definisi al-Makruuh secara istilah sebagai berikut :

ما طلبَ الشَّارعُ من المكلَّفِ تركَهُ لا على وجهِ الحتْمِ والإلزامِ، ويثابُ تاركُه امتثالاً، ولا يعاقبُ فاعلُهُ.

“yaitu apa yang dituntut oleh syariat untuk meninggalkannya, namun tidak dengan pasti dan harus, yang diberikan pahala bagi yang mengerjakannya, karena mematuhi larangan dari syariat, namun tidak dihukum bagi yang mengerjakannya”[2].

 

Oleh sebab itu, kaitannya dengan al-Mahdzhuur/haram pada pembahasan yang lalu, maka makruh ini terkadang merupakan downgrade dari larangan yang seharusnya haram, yakni jika terdapat qorinah (indikator) yang memalingkan perintah tersebut dari haram, maka diturunkan hukumnya menjadi makruh. Misalnya hadits shohabi jaliil Ibnu Abbas Rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wa Salaam pernah bersabda :

الشِّفَاءُ فِي ثَلاَثَةٍ: فِي شَرْطَةِ مِحْجَمٍ، أَوْ شَرْبَةِ عَسَلٍ، أَوْ كَيَّةٍ بِنَارٍ، وَأَنَا أَنْهَى أُمَّتِي عَنِ الكَيِّ

“berobat itu dengan 3 cara : berbekam, minum madu, dan kay dengan api, dan aku melarang umatku melakukan Kay” (HR. Bukhori no. 5681).

Dhohirnya hadits ini memberikan faedah haramnya berobat dengan cara Kay, yaitu menempelkan besi yang dipanaskan ke bagian tubuh yang luka, namun dengan adanya hadits shohabi Jaabir Rodhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wa Salaam pernah bersabda :

وَمَا أُحِبُّ أَنْ أَكْتَوِيَ

“….dan aku tidak suka berobat dengan kay” (Muttafaqun ‘alaih).

Maka hadits ini menunjukkan bahwa larangan yang dimaksud adalah larangan untuk makruh bukan untuk haram[3].

 

Ulama Hanafiyyah menyebut makruh dalam pengertian ini dengan istilah makruh lit tanziih, karena makruh menurut mereka ada dua makruh lit tahrim yang ini equivalent dengan haram menurut terminologi jumhur ulama dan makruh lit tanziih yang ini sinonim dengan makruh pada bab ini[4].

 

Asy-Syaikh Abdullah al-Juda’i berkata :

ويقعُ في كلامِ الشَّافعيِّ وأحمدَ وبعضِ أهلِ الحديثِ استعمالُ لفظِ (الكراهة) بمعنى التَّحريم وبمعنى الكراهةِ الاصطلاحيّةِ

“terdapat dalam ucapan Imam Syafi’i dan Imam Ahmad serta sebagian ahli hadits bahwa penggunaan lafadz karahah/makruh, (terkadang) maknanya adalah haram dan (terkadang juga) bermakna makruh secara istilah[5].

[1] Syarah al-Waraqaat, Abdullah al-Fauzaan, hal.29

[2] Taisiir ‘Ilmi Ushul Fiqih, Abdullah Juda’i, hal. 42

[3] Opcit, 44-45

[4] Opcit, 45

[5] Opcit, 46

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: