Bab 15  Tentang Peringatan terhadap Ucapan yang Jelek (Bagian 5)

November 14, 2017 at 3:05 pm | Posted in AL KABAIR | Leave a comment

TA’LIQ ‘ALAA MATAN AL-KABAIR

 

Bab 15  Tentang Peringatan terhadap Ucapan yang Jelek

(Bagian 5)

 

Al-Imam Muhammad bin Abdul Wahab berkata :

وله عن أبي سعيد – رضي الله عنه – مرفوعا «إذا أصبح ابن آدم فإن الأعضاء كلها تكفر اللسان تقول اتق الله فينا فإنما نحن بك، إن استقمت استقمنا وإن اعوججت اعوججنا» قوله تكفر أي تذل وتخضع.

“dan dalam riwayat Tirmidzi dari Abi Sa’id Rodhiyallahu ‘anhu secara marfu’ bahwa Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wa Salaam bersabda : “jika ibnu Adam pada pagi hari, semua anggota tubuh memberi peringatan kepada lisan, mereka berkata “bertakwalah kamu (wahai lisan) kepada Allah, terkait urusan kami, karena kami hanyalah senantiasa bersamamu, jika engkau lurus, maka kami pun ikut lurus, namun jika engkau bengkok, kami pun ikut bengkok”.

Sabda Beliau “tukaffiru” yaitu merendahkan atau menundukannya”.

***

Ta’liq :

Hadits diatas diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dalam “Sunan” (no. 2408) dan selainnya, dari jalan :

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مُوسَى البَصْرِيُّ قَالَ: حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ، عَنْ أَبِي الصَّهْبَاءِ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الخُدْرِيِّ، رَفَعَهُ قَالَ

Sanad yang dibawakan oleh Imam tirmidzi ini adalah lemah, karena Muhammad bin Musa perowi layyin (lunak haditsnya) berdasarkan penilaian al-Hafidz Ibnu Hajar dalam “at-Taqriib”. Namun Muhammad bin Musa mendapatkan mutaba’ah dari Imam Abu Dawud ath-Thayalisiy yang meriwayatkan langsung dari Hamaad bin Zaid dalam kitabnya “al-Musnad” (no. 2323) dan juga dari Sulaiman bin Harb –Imam sunah yang tsiqoh- dalam riwayat Musnad Abdu bin Humaid (no. 977).

Zhohirnya sanad ini shahih, namun Imam Tirmidzi setelah meriwayatkan hadits diatas mengatakan :

هَذَا حَدِيثٌ لَا نَعْرِفُهُ إِلَّا مِنْ حَدِيثِ حَمَّادِ بْنِ زَيْدٍ، وَقَدْ رَوَاهُ غَيْرُ وَاحِدٍ عَنْ حَمَّادِ بْنِ زَيْدٍ، وَلَمْ يَرْفَعُوهُ

“hadits ini kami tidak mengetahuinya, kecuali dari haditsnya Hammaad bin Zaid, dan telah diriwayatkan lebih dari satu perowi dari Hammaad bin Zaid, dan beliau tidak memarfu’kannya”.

Namun sebagaimana mutaba’ah yang kami sampaikan mereka bersepakat dengan Muhammad bin Musa dalam meriwayatkan dari Hamaad bin Zaid secara marfu’. Wallahu A’lam.

 

Penjelasan :

Sabda Beliau Sholallahu ‘alaihi wa Salaam  “jika ibnu Adam berada pada pagi hari” maka dalam hal ini karena pagi hari adalah mulai dibukanya hari baru, dan ketergelinciran lisan umumnya terjadi, setelah nanti ia berkumpul atau bertemu dengan orang lain.

 

Sabdanya “semua anggota tubuh tukaffiru lisan”, tukaffiru dengan mentasydidkan huruf “faa” dan mengkasrohkannya, maknanya adalah sebagaimana disampaikan oleh asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab diatas. Hal ini karena lurus dan bengkoknya perbuatan anggota tubuh lainnya, mengikuti perilaku lisan, jika lurus lisannya, maka akan lurus juga anggota tubuh lainnya dan sebaliknya.

 

Sabdanya “perkataan anggota tubuh, bertakwalah kepada Allah”, yakni agar lisan menjaga hak-hak mereka untuk beraktivitas dengan jalan yang lurus. Oleh karenanya hadits ini sangat jelas menunjukkan akan bahayanya lisan yang tidak jarang dapat mengantarkan pemiliknya terjerembab mendapatkan hukuman dunia dan akhirat. Oleh karena sebagian ahli hikmah mengatakan “jarang sekali orang yang menyesal karena diam”. Nas’alullaha as-salaamah wal ‘Aafiyah.

###

 

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: