Bab 16  Tentang Banyak Bicara – 1

November 29, 2017 at 3:13 pm | Posted in AL KABAIR | Leave a comment

TA’LIQ ‘ALAA MATAN AL-KABAIR

 

Bab 16  Tentang Banyak Bicara

(Seri pertama)

 

Al-Imam Muhammad bin Abdul Wahab berkata :

وقول الله تعالى: {وَإِنَّ عَلَيْكُمْ لَحَافِظِينَ – كِرَامًا كَاتِبِينَ – يَعْلَمُونَ مَا تَفْعَلُونَ}

“Firman Allah Subhanahu wa Ta’alaa : { Padahal sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu), yang mulia (di sisi Allah) dan mencatat (pekerjaan-pekerjaanmu itu), mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan}” (QS. Al Infithaar : 10-12).

***

Penjelasan :

Imam ibnu Katsir dalam “tafsirnya” (8/344) menafsirkan ayat diatas dengan perkataannya :

وَإِنَّ عَلَيْكُمْ لَمَلَائِكَةً حَفَظَة كِرَامًا فَلَا تُقَابِلُوهُمْ بِالْقَبَائِحِ، فَإِنَّهُمْ يَكْتُبُونَ عَلَيْكُمْ جَمِيعَ أَعْمَالِكُمْ.

“sesungguhnya bagi kalian ada malaikat-malaikat yang mengawasi yang mulia, maka janganlah kalian menyambutnya dengan amalan-amalan jelek, karena mereka akan mencatat seluruh perbuatan kalian”.

 

Berdasarkan penafsiran Imam ibnu Katsir diatas, maka korelasi ayat ini dengan judul bab dari sisi orang yang banyak bicara biasanya akan banyak ngawur, banyak berghibah, banyak mengucapkan ucapan yang sia-sia dan berpotensi besar ucapannya mengandung kemurkaan Allah tanpa disadarinya, sebagaimana pembahasan hadits yang lalu. Oleh sebab itu, banyak bicara dalam pengertian ini adalah termasuk dosa besar yang wajib dijauhi oleh seorang Mukmin.

###

 

Al-Imam berkata :

عن المغيرة بن شعبة – رضي الله عنه – مرفوعا «إن الله حرم عليكم عقوق الأمهات، ووأد البنات، ومنعا وهات، وكره لكم قيل وقال، وكثرة السؤال، وإضاعة المال» أخرجاه.

“dari al-Mughiroh bin Syu’bah Rodhiyallahu ‘anhu secara marfu’ : “sesungguhnya Allah mengharamkan bagi kalian : durhaka kepada ibunya, membunuh anak waniat, tidak suka memberi namun suka meminta-minta. Dan membenci bagi kalian : mengatakan sesuatu yang tidak jelas sumbernya, banyak bertanya dan menyia-nyiakan harta” (Muttafaqun ‘alaih).

***

 

Ta’liq :

Hadits diatas diriwayatkan oleh Imam Bukhori dalam “Shahihnya” (no. 2408) dan Imam Muslim dalam “Shahihnya” (no. 593).

 

Penjelasan :

Kaitannya hadits ini dengan judul bab adalah pada sabda beliau “mengatakan sesuatu yang tidak jelas sumbernya dan banyak bertanya”. Namun ada isykal disini jika dua hal jelek ini dianggap sebagai dosa besar, karena Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wa Salaam dalam hadits diatas membagi 2 hukum, yang pertama haram dan isinya ada 3 hal, sedangkan yang kedua adalah makruh yang isinya 3, diantaranya dua hal yang jadi syahid (penguat) dalam bab ini. Lantas jika itu makruh mengapa dimasukkan oleh asy-Syaikh sebagai dosa besar?

 

Untuk menjawab ke-isykalan ini asy-Syaikh ibnu Utsaimin telah menerangkannya dalam kitabnya “Fathu dziil Jalaali wal Ikrom” (6/278) :

ثلاث عبر عنهن النبي صلى الله عليه وسلم بأن الله حرمها وثلاث بأن الله كرهها فهل هناك فرق في الحكم بين هذه وهذه؟ أو هو اختلاف في التعبير؟

الجواب: الثاني، اختلاف في التعبير؛ لأن الله إذا كره شيئًا فهو حرام، كما قال تعالى – حين ذكر كثيرًا من المحرمات: {كل ذلك كان سيئه عند ربك مكروهًا} [الإسراء: 38]

“tiga point Nabi Sholallahu ‘alaihi wa Salaam mengungkapkannya bahwa Allah mengharamkannya dan tiga point dengan ungkapan Allah memakruhkannya, maka apakah disini adalah perbedaan antara yang dikatakan haram dengan yang dikatakan makruh? Atau ini sekedar perbedaan ungkapan saja (tapi maknanya sama)?

Jawabannya, adalah yang kedua, ini sekedar perbedaan ungkapan saja, karena Allah Subhanahu wa Ta’alaa jika memakruhkan sesuatu berarti Dia hukumnya haram, Allah Subhanahu wa Ta’alaa berfirman ketike menyebutkan hal-hal yang diharamkan :

{ Semua itu kejahatannya amat dibenci di sisi Tuhanmu } (QS. Al Israa` : 38)” –selesai-.

 

Setelah jelas bahwa makna makruh diatas adalah haram, maka hilanglah keisykalan ini, ditambah lagi para ulama ketika menyebutkan salah satu penjelasan untuk makna “qila wa qool” adalah umum mencakup didalamnya ghibah dan namimah (adu domba) yang telah tsabit dalam syariat ancaman neraka kepada para pelakunya. Begitu juga salah satu makna untuk “katsrotus su`al” (banyak bertanya) adalah banyak berbicara tentang urusan orang lain dan membahasnya atau dalam bahasa kekinian “sering bergosip” yang hal ini adalah saudara kembarnya ghibah. Wallahu a’lam.

#alkabair_banyakbicara

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: