​SHOLAT SUNAH BENCANA ALAM

December 15, 2017 at 6:45 pm | Posted in Tulisan Lainnya | Leave a comment

SHOLAT SUNAH BENCANA ALAM
Sebagian ulama mensunahkan dilaksanakannya sholat ketika bencana alam, dengan tatacara seperti pelaksanaan sholat gerhana. Diantara mereka yang berpendapat seperti itu adalah sebagian ulama Syafi’iyyah, Hanabilah dan selainnya. Pendapat ini dipilih oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dan dirajihkan oleh Al-‘Alamah Ibnu Utsaimin.
Dalil mereka adalah perbuatan Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhu yang pernah melaksanakan sholat karena terjadi gempa bumi sewaktu beliau berada di Bashroh. Imam Abdur Rozaq dalam Al-Mushonaf (no. 4929) dan Imam Baihaqi dalam As-Sunan Al-Kubro (no. 6382) meriwayatkan juga dari jalannya sampai kepada Imam Abdur Rozaq, kemudian Imam Abdur Rozaq menulis jalannya sebagai berikut :

عَنْ مَعْمَرٍ، عَنْ قَتَادَةَ، وَعَاصِمٍ الْأَحْوَلِ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْحَارِثِ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ «أَنَّهُ صَلَّى فِي الزَّلْزَلَةِ بِالْبَصْرَةِ

“dari Ma’mar, dari Qotadah, dari ‘Aashim Al-Ahwal, dari Abdullah bin Al-Harits, dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu, bahwa beliau pernah sholat karena gempa bumi di Bashroh…”.

Kemudian Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu berkata :

هَكَذَا صَلَاةُ الْآيَاتِ

“demikian tatacara sholat Al-Ayaat”

Yakni beliau melakukan tatacara sholat sebagaimana tatacara sholat gerhana, dan memang dalam beberapa riwayat, para sahabat menyebut sholat gerhana dengan sholat Al-Ayaat, yakni sholat yang dilakukan karena terjadi tanda-tanda alam. Atsar Ibnu Abbas, dishahihkan oleh Al Hafidz Ibnu Hajar dalam Fathul Bari. Barangkali Ibnu Abbas memahami bahwa jika terjadi tanda-tanda alam yang jarang terjadi, seperti gerhana, maka disyariatkan sholat padanya, dan kebetulan sewaktu beliau di Bashroh terjadi gempa bumi, dan beliau memahami ini adalah tanda alam juga yang menjadi sebab disyariatkannya sholat.
Memang benar bahwa tidak dinukil dari Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa Salam pernah melaksanakan sholat bencana, namun ulama-ulama diatas memahami bahwa Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa Salam tidak melaksanakan sholat tersebut, karena memang pada zamannya tidak pernah terjadi bencana alam, seperti gempa, letusan gunung berapi dan semisalnya. Imam Ibnu Abdil Baar dalam kitabnya At-Tamhiid memastikan bahwa pada zaman Nabi shallallahu alaihi wa sallam tidak pernah terjadi gempa bumi.
Berdasarkan alasan bahwa Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa Salam tidak pernah melaksanakan sholat karena gempa bumi misalnya, maka sebagian ulama memandang tidak disyariatkannya sholat pada waktu itu, sebagaimana ini dikatakan oleh Imam Syafi’I dan dirajihkan juga oleh Al-‘Alamah Ibnu Baz.
Wallahul A’lam, kami memandang ada keluasan dalam masalah ini, karena cakupan makna sholat gerhana sebagai sholat yang dilakukan karena sebab terjadinya tanda-tanda alam yang tidak seperti biasanya, dimana datangnya gerhana pada waktu itu adalah sesuatu yang menakutkan, sehingga sangat dianjurkan untuk berlindung kepada Allah sebagai Tuhan yang layak untuk dimintai perlindungan dan tempat segala sesuatu bergantung kepada-Nya. Dan peristiwa gempa bumi dan yang semisalnya adalah peristiwa yang menakutkan yang layak bagi seorang hamba untuk memohon perlindungan kepada Allah Ta’alaa. Wallahul A’lam.

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: