Pengertian Sunah

January 4, 2018 at 2:09 pm | Posted in SYARAH USHUL SUNNAH | Leave a comment

Pasal Pengertian Sunah

 

 

Teks Kitab

Al-Imam Ahmad Rahimahullah berkata :

أصُول السّنة عندنَا

“Pokok-pokok Sunah menurut kami adalah..”.

 

 

Syarah :

Perkataan beliau “Ushul” adalah jamak dari kata “ashl” yang maknanya adalah pokok atau pondasi dari sesuatu, dimana sebuah bangunan berdiri diatasnya. Allah Subhanahu wa Ta’alaa dalam Al-Qur’an al-Kariim mengibaratkan sebuah kalimat Thayyibah adalah seperti sebuah pohon yang akarnya menghujam kuat.

أَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ أَصْلُهَا ثَابِتٌ وَفَرْعُهَا فِي السَّمَاءِ (24) تُؤْتِي أُكُلَهَا كُلَّ حِينٍ بِإِذْنِ رَبِّهَا وَيَضْرِبُ اللَّهُ الْأَمْثَالَ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ (25)

 “Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit, pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat.” (QS. Ibrahim : 24-25).

 

Oleh sebab itu semakin kokoh seorang berpegang pada sebuah ushul sunnah ini, maka semakin teguh dalam pendiriannya dan semakin lurus jalannya.

 

Adapun yang dimaksud dengan “as-Sunnah” maka para ulama bahasa sepakat bahwa sunnah secara bahasa maknanya adalah “thoriqoh” (jalan), baik jalan yang terpuji maupun jalan yang tercela. Hal ini diperkuat juga oleh beberapa hadits, diantaranya dalam riwayat Muslim :

مَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً حَسَنَةً فَلَهُ أَجْرُهَا وَأَجْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا بَعْدَهُ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْءٌ وَمَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً سَيِّئَةً كَانَ عَلَيْهِ وِزْرُهَا وَوِزْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا مِنْ بَعْدِهِ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَيْءٌ

“Barangsiapa yang membuat contoh yang baik dalam Islam, maka ia mendapatkan pahalanya dan pahala orang yang mengamalkannya setelahnya, tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun. Barangsiapa yang mencontohkan contoh jelek dalam Islam, maka ia mendapat dosanya dan dosa orang yang mengamalkannya setelahnya, tanpa mengurangi dosa-dosa mereka”.

 

Adapun secara istilah, maka lafadz “as-Sunnah” tidaklah keluar dari salah satu tiga perkara ini :

  1. Sunnah dalam pengertian terkait dengan Al Qur’an, yaitu ucapan, perbuatan dan persetujuan Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa Salam, atau dengan kata lain “as-Sunnah” dalam pengertian ini adalah sinonim dengan hadits. Misalnya perkataan para ulama ketika berhujjah, “masalah ini dalilnya terdapat dalam Al Qur’an dan as-Sunnah, yakni yang dimaksud adalah al-Hadits;
  2. “as-Sunnah” adalah sesuatu yang jika dikerjakan mendapatkan pahala dan tidak disiksa karena meninggalkannya. Ini adalah lafadz yang biasa digunakan oleh ulama fiqih, misalnya mereka mengatakan, “masalah ini hukumnya sunnah”, yakni dalam pengertian tadi.
  3. As-Sunnah sebagai lawan dari bid’ah, yaitu apa-apa yang sesuai dengan Al Qur’an dan Hadits. Sama saja baik pendalilannya dari Al Qur’an atau dari hadits Nabi sholallahu ‘alaihi wa Salam yang memerintahkannya secara langsung atau melalui kaedah-kaedah yang diambil darinya, dan masuk kedalamnya apa yang dilakukan oleh para sahabat Nabi. Hal ini dikuatkan oleh sabda Nabi sholallahu ‘alaihi wa Salam :

فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الْمَهْدِيِّينَ الرَّاشِدِينَ تَمَسَّكُوا بِهَا وَعَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ اْلأُمُورِ فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ

“Wajib kalian berpegang dengan sunnahku dan sunnah Khulafaur Rasyidin Mahdiyyin (para pemimpin yang menggantikan Rasulullah, yang berada di atas jalan yang lurus, dan mendapatkan petunjuk). Berpegang teguhlah kalian padanya dan gigitlah ia dengan geraham-geraham kalian. Serta jauhilah perkara-perkara yang baru. Karena setiap perkara yang baru adalah bid’ah. Dan setiap bid’ah adalah sesat.“

 

Oleh sebab itu berdasarkan pengertian yang ketiga, Lajnah Daimah Saudi Arabia ketika mengidentifikasi siapa yang dimaksud dengan ahlus sunnah wal jamaah, mereka mengatakan :

من كانوا على مثل ما كان عليه محمد بن عبد الله عليه الصلاة والسلام وأصحابه رضوان الله عليهم أجمعين، فهؤلاء هم أهل السنة والجماعة.

“barangsiapa yang berada diatas semisal Muhammad bin Abdillah sholallahu ‘alaihi wa Salam dan para sahabatnya ridhwaanullahi alaihim Ajma’iin, maka mereka itulah Ahlus Sunnah wal Jama’ah”.

 

Perkataan beliau “menurut kami” yakni para Aimah yang hidup sezaman dengan beliau maupun senior-senior Imam Ahmad sebelumnya dari kalangan sahabat Rasulullah, Tabi’in dan Atbaut Tabi’iin Rodhiyallahu ‘anhum Ajma’iin.

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: