MENGENAL SEKILAS KITAB MAJMA’U AZ-ZAWAID KARYA IMAM AL-HAITSAMI

February 20, 2018 at 2:48 pm | Posted in Tulisan Lainnya | Leave a comment

MENGENAL SEKILAS KITAB MAJMA’U AZ-ZAWAID KARYA IMAM AL-HAITSAMI

Terkadang nasehat dan instruksi dari sang guru amat membekas di hati muridnya, sehingga melecut semangatnya untuk menghasilkan karya terbaik bagi kaum Muslimin, diantara mereka adalah Imam abul Hasan Ali bin Abi Bakr bin Sulaiman yang dikenal dengan Imam al-Haitsamiy (w. 807 H).

Salah satu karya monumentalnya yang menjadi rujukan para pakar takhrij hadits adalah kitabnya yang berjudul “Majmau’ az-Zawaa`id wa Manba’u al-Fawaa`id”. Kitab ini ditulis salah satu alasannya adalah instruksi dari guru beliau, yakni salah seorang pakar ilmu takhrij hadits yang sudah tidak asing bagi para tholabul ilmu, khususnya bidang hadits, belia adalah Imam al-Hafidz Abul Fahdz Abdur Rokhim bin al-Iraaqiy (w. 806 H) yang lebih dikenal dengan nama al-Hafidz al-Iraaqiy.

Kitab “Majmau’ az-Zawaa`id” berisi tentang hadits-hadits tambahan yang terdapat dalam beberapa kitab hadits berikut atas hadits-hadits yang ditulis didalam kutubus sittah (Shahih Bukhori, Shahih Muslim, Sunan Abu Dawud, Sunan Tirmidzi, Sunan Nasaa`iy, dan Sunan Ibnu Majah) :
1. “al-Musnad”, karya Imam Ahmad;
2. “al-Musnad”, karya Imam Abu Ya’laa al-Maushuliy;
3. “al-Musnad”, karya Imam al-Bazzaar;
4. “Mu’jam al-Kabiir, Mu’jam al-Ausath, dan Mu’jam ash-Shoghiir”, ketiganya karya Imam ath-Thabrani.

Aslinya, Imam al-Haitsami sudah menulis masing-masing zawaid (tambahan hadits) atas Kutubus Sittah untuk masing-masing kitab-kitab diatas yang beliau beri judul :
 “Majmu’ al-Bahrain fii Zawaa`id al’Mu’jamain”, yakni tambahan hadits yang terdapat didalam kitab “al-Mu’jam al-Ausath” dan “al-Mu’jam ash-Shaghiir”, karya Imam Thabrani;
 “al-Badr al-Muniir fii Zawaa`id al-Mu’jam al-Kabiir”, karya Imam Thabrani;
 “Kasyf al-Astaar fii Zawaa`id Musnad al-Bazzaar”, karya Imam al-Bazzaar;
 “al-Maqshud al-Arsyid fii Zawaa`id Musnad Imam Ahmad”; dan
 “al-Qoul al-‘Aliy fii Zawaa`id Musnad Abi Ya’laa al-Maushuliy.

Gurunya, al-Hafidz al-‘Iraaqiy Rahimahullah berkata kepada Imam al-Haitsami :
اجْمَعْ هَذِهِ التَّصَانِيفَ، وَاحْذِفْ أَسَانِيدَهَا ; لِكَيْ تَجْتَمِعَ أَحَادِيثُ كُلِّ بَابٍ مِنْهَا فِي بَابٍ وَاحِدٍ مِنْ هَذَا
“kumpulkan kitab-kitab tersebut, lalu buang sanadnya, supaya terkumpul padanya hadits-hadits pada tiap babnya dalam satu pembahasan kitab”
Kemudian Imam al-Haitsamiy pun merespon baik nasehat gurunya tersebut, setelah beliau memohon pertolongan kepada Allah, lahirlah kitab monumental ini. pernyataan gurunya tersebut bisa kita baca dalam Mukadimah kitab Majmu’ az-Zawaa`id”.

Keistimewan kitab beliau ini, didalam mukadimahnya, Imam al-Haitsamiy Rahimahullah menyebutkan sanad-sanad beliau yang menyampaikan beliau kepada kitab Musnad Imam Ahmad, Musnad Abu Ya’laa, Musnad al-Bazzaar dan tiga Mu’jamaat Imam Thabrani. Kemudian setelah membawakan hadits-hadits yang beliau bagi kepada beberapa kitab dan bab yang menjadi tambahan atas Kutubus Sittah, beliau akan menyebutkan hadits tersebut dikeluarkan didalam kitab apa dan bagaimana kondisi perowinya. Jika seluruh perowinya tsiqoh, beliau akan mengatakan “Rijaaluhu tsiqoot” (semua perowinya tsiqoh), dan jika ada satu dua perowi yang bermasalah beliau akan menyebutkan, misalnya hadits ini dikeluarkan oleh Imam Abu Ya’laa dalam sanadnya ada perowi yang bernama Kautsar, ia perowi yang matruk.

Akan tetapi sebagai seorang manusia yang tidak maksum, penilaian Imam al-Haitsamiy dalam kitabnya ini tentu menjadi pembahasan para ulama yang memang pakar dalam bidang ini. bahkan beberapa ulama menilai Imam al-Haitsamiy tasaahul (terlalu gampang) dalam masalah penshahihan hadits.

Beberapa ulama kontemporer sudah melakukan pentahqiqan terhadap kitab ini, seperti : asy-Syaikh Hisaamuddiin al-Qudsiy, asy-Syaikh Muhammad Abdul Qodir Ahmad ‘Athaa`, asy-Syaikh Husain Salim Asad, asy-Syaikh Abdullah ad-Darwiisy dll. Barangkali tahqiq yang terbaik adalah yang dikerjakan oleh asy-Syaikh Husain Salim Asad, karena beliau melakukan pengecekan ulang terhadap kualitas sanad yang ditampilkan oleh Imam al-Haitsami, lalu memberikan penilaian final akan shahih, hasan, dan dhoifnya. Wallahu a’lam.

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: