TIDAK SEMUA YANG DIKLAIM SEBAGAI SAHABAT NABI ADALAH SAHABAT

February 25, 2018 at 10:53 pm | Posted in Tulisan Lainnya | Leave a comment

TIDAK SEMUA YANG DIKLAIM SEBAGAI SAHABAT NABI ADALAH SAHABAT

Para Sahabat Nabi shallallahu alaihi wa sallam adalah orang-orang yang pernah berjumpa atau melihat Beliau dan wafat dalam kondisi beriman kepada Beliau, alias sebagai seorang Muslim. Para sahabat radhiyallahu anhum ajma’in memiliki kedudukan yang istimewa dalam islam.

Dalam ilmu hadits, para ulama hadits sepakat bahwa semua sahabat Nabi shallallahu alaihi wa sallam tanpa pengecualian adalah orang-orang yang adil, sehingga riwayatnya dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam bisa diandalkan. Cukup dikatakan bahwa sanad tersebut melalui seorang sahabat, sekalipun terkadang tanpa menyebutkan namanya, maka jika sanad yang bersambung sampai kepada sahabat tersebut valid, hadisnya pun valid. Oleh sebab itu, para ulama pun perhatian untuk menetapkan apakah si fulan memang benar-benar sebagai seorang shohabi Nabi atau bukan.

Tentu kita sudah mengetahui bahwa ada beberapa orang yang memang itu sudah masyhur sebagai seorang sahabat, seperti kholifah yang empat dan para sahabat yang banyak meriwayatkan hadits, seperti ibnu Abbas, ibnu Umar, Anas bin Malik dll radhiyallahu anhum.

Namun dengan semangat yang tinggi atas dasar berkhidmat kepada Islam, para ulama hadits berupaya keras menyusun sebuah kitab yang berisi tentang siapa-siapa saja yang diklaim sebagai sahabat Nabi, seperti amal yang dilakukan oleh Imam Ibnu Abdil Barr, Imam Abu Nu’aim, Al Hafidz Ibnu Hajar dll. Bahkan yang menarik mereka sampai mendokumentasikan seseorang yang diklaim sebagai sahabat, yang ternyata haditsnya cuma satu saja. Sehingga tidak jarang hal ini menimbulkan perselisihan dikalangan ulama hadits, khususnya yang mendalami Rijaalul Hadits.

Ada sebuah kitab yang menarik yang kali ini saya akan bagikan terkait permasalahan diatas. Kitab ini ditulis oleh al-Hafidz Mughlathoiy (W. 762 H), salah seorang ulama hadits yang memiliki tulisan seputar Rijaalul hadits juga. Beliau adalah salah seorang murid dari Ulama besar pada zamannya, yaitu Imam ibnu Daqiiqil Ied dan juga beliau adalah guru dari ulama hadits besar pada zamannya, yaitu al-Hafidz al-Iraqiy rahimahumullah.

Kitab yang beliau tulis berjudul “al-Inaabah ilaa Ma’rifat al-Mukhatalaf fiihim min ash-Shohabah”. Kitab ini merupakan penelitian beliau yang sangat detil dan menyeluruh terhadap orang-orang yang diklaim sebagai sahabat. Dalam kitabnya ini beliau menulis orang-orang yang diklaim sebagai sahabat oleh satu-dua ulama hadits, lalu beliau buktikan bahwa si fulan tersebut bukanlah sahabat. Oleh sebab itu, buku ini tentu sangat berguna bagi para peneliti hadits manakala menjumpai seorang perowi yang langsung menyandarkan haditsnya kepada Nabi, namun si fulan tersebut masih diperselisihkan status persahabatannya dengan Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Jika nama fulan tersebut tercantum dalam kitabnya al-Hafidz Mugholathoiy tersebut, maka menunjukkan bahwa haditsnya terputus sanadnya, karena sejatinya si fulan ini bukan seorang sahabat Nabi -menurut al-Hafidz Mugjolathoiy rahimahullah-.

Bagi yang ingin mengetahui isinya lebih lanjut bisa mengunduhnya di : http://waqfeya.com/book.php?bid=1191

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: