APAKAH SAFAR JARAK PENDEK BOLEH MENJAMAK SHOLAT

March 26, 2018 at 3:50 pm | Posted in fiqih | Leave a comment

APAKAH SAFAR JARAK PENDEK BOLEH MENJAMAK SHOLAT?

 

Al-Imam Yahya bin Syarof an-Nawawiy (w. 676 H) Rahimahullah dalam kitabnya “Al-Minhaaj Syarh Shahih Muslim bin Al-Hajjaaj” (5/219, cet. Daar al-Ma’rifah, Beirut) membuka sebuah wacana pembahasan terkait bolehnya menjamak sholat untuk safar jarak dekat. Kata beliau Rahimahullah :

وَفِي جَوَازِهِ فِي السَّفَرِ الْقَصِيرِ قَوْلَانِ لِلشَّافِعِيِّ أَصَحُّهُمَا لَا يَجُوزُ فِيهِ الْقَصْرُ

“dan tentang kebolehan menjamak sholat pada perjalanan pendek, maka ada dua pendapat dari Imam Syafi’i, yang paling benar adalah tidak boleh padanya menjamak untuk jarak dekat”.

 

Asy-Syaikh DR. Ali Abu al-Bashal dalam kitabnya “ar-Rukhos fii ash-Sholaat” yang asalnya adalah tesis magister beliau, membahas seputar keringanan-keringanan dalam sholat, yang kemudian ini menjadi judul dalam buku yang diterjemahkan oleh Pustaka Al-Kautsar. Beliau lebih memanjangkan permasalahan ini sebagai berikut (hal. 199 – 201) :

“mengenai perjalanan yang pendek (dekat), para ulama telah berbeda pendapat, apakah boleh menjamak sholat padanya atau tidak? Ada dua pendapat :

Pertama : boleh menjamak dua shalat pada perjalanan pendek (dekat). Ini adalah pendapat Imam Malik dan Imam Syafi’i.

Penduduk Mekkah menjamak sholat di Arafah dan Muzdalifah, itu adalah perjalanan pendek (dekat).

Perjalanan pendek itu seperti perjalanan panjang (jauh), boleh berpindah dari satu tempat ke tempat lain dengan berkendaraan, begitu juga boleh menjamak dua shalat.

Kedua : Tidak boleh menjamak dua sholat kecuali pada perjalanan jauh, yaitu perjalanan yang membolehkan untuk menqashar sholat.

Ini adalah pendapat Hanabilah dan pendapat yang rajih menurut Syafi’iyyah dan Malikiyyah.

Dalil mereka adalah :

  1. Dari Ibnu Umar Rodhiyallahu ‘anhumaa berkata, “jika Nabi Sholallahu ‘alaihi wa Salaam telah berada dalam perjalanan, beliau menjamak shalat Maghrib dengan Isya.
  2. Menjamak adalah mengeluarkan ibadah dari waktunya ibadah, maka tidak boleh dalam perjalanan dekat, seperti juga berbuka puasa.
  3. Menjamak adalah rukhshah yang ditetapkan untuk menghilangkan masyaqah (kesulitan) dalam perjalanan, yang dikhususkan untuk perjalanan jauh seperti juga mengqashar dan membasuh khuf tiga kali.
  4. Dalil menjamak telah ditetapkan dengan perbuatan Nabi Sholallahu ‘alaihi wa Salaam, tidak dalam bentuk pengucapan. Ia peristiwa yang terjadi untuk kasus tertentu, maka tidak dapat ditetapkan hukumnya kecuali dengan peristiwa yang semisal. Tidak ada riwayat yang menjelaskan bahwa Beliau menjamak kecuali dalam perjalanan jauh.

 

Menurut penulis (DR. Ali Abu al-Bashal) bahwa pendapat jumhur yang tidak membolehkan untuk menjamak dua sholat kecuali dalam perjalanan panjang (jauh) ini lebih utama untuk diterima dan diikuti, karena rukhshah ditetapkan untuk menghilangkan masyaqqah (kesulitan), dan dalam perjalanan pendek (dekat) tidak ada masyaqqah.

Menganalogikan jamaknya orang-orang Mekkah pada saat di Arafah dan Muzdalifah tidaklah benar. Mereka menjamak dikarenakan rentetan amal ibadah haji, bukan dikarenakan perjalanan. Wallahu A’lam.”

 

Akan tetapi menurut Syaikhul Islam Ibnul Qoyyim Rahimahullah dalam kitabnya “Zad al-Mad”, sebagaimana dinukil Imam Shon’ani dalam Subulus Salam, dimana Ibnul Qoyyim Rahimahullah berkata, “dan kebolehan mengqashar dan menjamak baik dalam perjalanan yang panjang maupun yang pendek, ini adalah madzhab mayoritas ulama salaf.”

 

Asy-Syaikh Sayyid Sabiq Rahimahullah dalam kitabnya “Fiqh as-Sunnah” pun lebih condong kepada pendapat bolehnya menjamak dan menqashar pada perjalanan safar secara mutlak baik jarak dekat maupun jarak jauh. Hal ini karena pembatasan jarak minimal bolehnya menqashar atau menjamak tidak ada satu pun yang tsabit dari Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wa Salaam. Dan juga menurut Asy-Syaikh kebolehan mengqashar atau menjamak dalam safar secara mutlak adalah sesuai dengan dhohirnya Al Qur`an :

وَإِذَا ضَرَبْتُمْ فِي الْأَرْضِ فَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَنْ تَقْصُرُوا مِنَ الصَّلَاةِ إِنْ خِفْتُمْ أَنْ يَفْتِنَكُمُ الَّذِينَ كَفَرُوا إِنَّ الْكَافِرِينَ كَانُوا لَكُمْ عَدُوًّا مُبِينًا

Dan apabila kamu bepergian di muka bumi, maka tidaklah mengapa kamu men-qashar sembahyang(mu), jika kamu takut diserang orang-orang kafir. Sesungguhnya orang-orang kafir itu adalah musuh yang nyata bagimu. (QS. An-Nisaa` : 101).

 

Dalam ayat diatas, Allah Subhanahu wa Ta’alaa membolehkan meng-qashar ketika dalam dua kondisi yaitu “bepergian di muka bumi” dan “takut diserang orang-orang Kafir”. Keadaan yang kedua Allah Subhanahu wa Ta’alaa telah mengangkatnya, melalui hadits Ya’laa bin Umayyah dimana beliau berkata :

قُلْتُ لِعُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ: {لَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَنْ تَقْصُرُوا مِنَ الصَّلَاةِ، إِنْ خِفْتُمْ أَنْ يَفْتِنَكُمُ الَّذِينَ كَفَرُوا} فَقَدْ أَمِنَ النَّاسُ، فَقَالَ: عَجِبْتُ مِمَّا عَجِبْتُ مِنْهُ، فَسَأَلْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ ذَلِكَ، فَقَالَ «صَدَقَةٌ تَصَدَّقَ اللهُ بِهَا عَلَيْكُمْ، فَاقْبَلُوا صَدَقَتَهُ»

“aku bertanya kepada Umar bin Khothob Rodhiyallahu ‘anhu “maka tidaklah mengapa kamu men-qashar sembahyang(mu), jika kamu takut diserang orang-orang kafir”, bukankah sekarang dalam kondisi aman? (kok masih meng-qashar sholat juga, pent.).” maka Umar Rodhiyallahu ‘anhu menjawab : “aku juga pernah merasa heran sebagaimana engkau heran, lalu aku pun menanyakannya kepada Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wa Salaam, Beliau menjawab : “ini adalah shodaqah yang telah Allah shodaqohkan kepada kalian, maka terimalah shodaqohnya”.” (HR. Muslim)

 

Sehingga tetaplah keadaan yang pertama bagi syarat mengambil qoshor, yaitu karena melakukan perjalanan di muka bumi alias bersafar. Wallahu a’lam.

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: